Hegarmanah | Diperbarui 06:00 WIB Cerah 20°C | Cerah

Dr. Maimon Herawati Bersama Global Peace Convoy Indonesia Putuskan Kembali dan Berikan Kapal ke Kontingen Lain Demi Strategi

14 Sep 2025 | 3 menit baca
Dr. Maimon Herawati Bersama Global Peace Convoy Indonesia Putuskan Kembali dan Berikan Kapal ke Kontingen Lain Demi Strategi
(Peserta Global Sumud Flotilla, Global Peace Convoy Indonesia, Tunisia, Minggu (14/9/2025) (Foto: Tim Media Smart 171)

Sumedang, Navigasi – Dosen Jurnalistik Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran yang mengikuti Global Sumud Flotilla (GSF) kembali ke Indonesia pada Minggu (14/9). Dr. Maimon Herawati kembali ke Indonesia sebelum sempat berlayar ke Gaza.

Dikutip dari akun pribadi Dr. Maimon Herawati, dia menjelaskan terkait pembatalan pelayaran yang tidak hanya dilakukan olehnya, tapi juga seluruh kontingen dari Indonesia yang tergabung dalam Global Peace Convoy (GPC) Indonesia.

Alasan utama yang dipaparkan yaitu terkait dengan jumlah kapal yang bisa berangkat. Sampai Rabu (10/9), Dr. Maimon melaporkan bahwa kapal yang siap berlayar baru berjumlah belasan, sedangkan peserta GSF ada sekitar 300 orang.

“Maka SC (Steering Committee) mulai melakukan proses eliminasi relawan. Jika sebelumnya ada 300 yang secure seat di Tunisia, maka kemungkinan (sekarang) hanya separuh yang bisa naik,” ungkap Dr. Maimon dikutip dari laman instagramnya.

Oleh karena itu, GPC Indonesia mengambil langkah strategis dengan memberikan jatah kapal kepada kontingen dari negara lain. Keputusan tersebut diambil untuk meningkatkan kesuksesan misi ini menembus blokade Gaza.

“Saya sendiri, pada alokasi boat pertama, satu-satunya perempuan Melayu. Selebihnya bule atau Arab. Mereka akan menjadi tameng saya dalam perjalanan laut. Apalagi jika mereka berasal dari Inggris, sekutu Israel. Indonesia sebagai satu dari tiga negara yang pesertanya terbanyak (Turkiye, Malaysia, dan Indonesia), memutuskan bahwa keberhasilan misi lebih utama daripada kehadiran fisik sebagian kami dalam kapal,” tambah Dr. Maimon.***

 

Penulis: Noor Fatimah Albirkah
 

Baca Lainnya

Komentar (0)