Hegarmanah | Diperbarui 17:00 WIB Berawan 22°C | Berawan

Calisthenics: Opsi Olahraga Termurah dan Paling Pas untuk Gaya Hidup Mahasiswa

Foto Yasha Aurelian
Yasha Aurelian
09 Jul 2026 3 menit baca
Calisthenics: Opsi Olahraga Termurah dan Paling Pas untuk Gaya Hidup Mahasiswa

 

Foto gerakan front lever dalam Calisthenics (sumber: shop.caliathletics.com)

Bagi mahasiswa yang tinggal di kos atau kontrakan, uang saku bulanan sudah harus dibagi untuk sewa kamar, makan sehari-hari, transportasi, fotokopi materi kuliah, sampai keperluan tugas akhir. Survei OCBC (2024) mencatat, uang saku ideal mahasiswa kos di kota kecil seperti Yogyakarta atau Malang berkisar Rp2 juta hingga Rp3 juta per bulan, dengan sewa kos sederhana saja menyerap Rp500 ribu hingga Rp1 juta. Di kota besar seperti Jakarta atau Bandung, kebutuhan itu bisa naik ke Rp3,5 juta hingga Rp5 juta per bulan, karena sewa kos strategis saja bisa mencapai Rp1 juta hingga Rp2,5 juta. Di tengah anggaran seketat itu, mendaftar gym sering jadi pos pengeluaran pertama yang dicoret.

Padahal biayanya tidak sedikit. Paket gym kelas budget di Indonesia umumnya dibanderol Rp150.000 hingga Rp300.000 per bulan, sementara gym kelas menengah ke atas bisa mencapai Rp800.000 lebih. Membership tahunan memang menekan biaya per bulan, tapi mahasiswa tetap harus menyiapkan dana di muka, kerap di atas Rp2 juta sekaligus, hampir setara uang saku satu bulan penuh. Riset gabungan Health & Fitness Association (HFA) dan Global Health & Fitness Alliance (GHFA) yang dirilis awal 2025 terhadap lebih dari 11.000 responden di 10 negara mengonfirmasi pola ini secara global: rata-rata 61 persen orang yang belum menjadi anggota gym menyebut biaya sebagai penghalang utama, dan biaya juga jadi penyebab paling umum orang berhenti berolahraga di tengah jalan.

Cocok untuk Ruang Kos dan Jadwal Kuliah yang Padat

Di sinilah calisthenics relevan untuk gaya hidup mahasiswa. Calisthenics adalah bentuk latihan kekuatan yang memanfaatkan berat tubuh sendiri sebagai beban, mulai dari push-up, pull-up, plank, hingga squat. Tidak ada barbell, tidak ada mesin, hanya gravitasi dan kontrol tubuh. Tidak perlu pergi jauh ke pusat kebugaran, cukup memanfaatkan halaman kos, lorong kontrakan, taman kampus, atau tiang jemuran yang disulap jadi pull-up bar dadakan. Sesi latihannya pun bisa disisipkan di antara jeda kuliah atau sebelum berangkat ke kampus, tanpa harus mengorbankan waktu belajar, tugas kelompok, atau kegiatan organisasi. 

Ini penting karena, menurut pedoman aktivitas fisik yang dikeluarkan WHO pada 2020, orang dewasa, termasuk mahasiswa, disarankan melakukan aktivitas penguatan otot yang melibatkan kelompok otot utama setidaknya dua hari dalam seminggu. Namun kenyataannya, mayoritas orang dewasa belum memenuhi rekomendasi ini, dan bagi mahasiswa, kombinasi keterbatasan biaya serta padatnya jadwal akademik kerap jadi alasan utama.

Terbukti Efektif, Diuji Langsung pada Mahasiswa

Yang membuat calisthenics makin relevan, sebagian riset yang mendasarinya justru dilakukan langsung pada populasi mahasiswa. Studi tahun 2024 yang melibatkan 183 mahasiswa tidak terlatih di Filipina, dipublikasikan dalam Journal of Human Sport and Exercise, menemukan bahwa program calisthenics terstruktur selama sepuluh minggu berhasil meningkatkan daya tahan otot peserta secara signifikan, diukur lewat tes push-up, plank, dan wall-sit, dibanding kelompok yang tidak menjalani program terstruktur. Studi lain oleh Thomas dan koleganya, diterbitkan dalam jurnal Isokinetics and Exercise Science (2017), mencatat performa push-up peserta meningkat 16,4 persen dan pull-up meningkat 39,2 persen setelah delapan minggu program calisthenics, pada individu yang sebelumnya tidak terbiasa berolahraga rutin, kondisi yang akrab bagi kebanyakan mahasiswa yang jarang sempat ke gym.

Hasil ini juga sebanding dengan latihan beban konvensional. Penelitian yang membandingkan push-up dengan bench press pada beban setara, dipublikasikan dalam Journal of Exercise Science & Fitness (2017), menemukan peningkatan kekuatan dan ketebalan otot yang sebanding antara kedua metode setelah delapan minggu latihan. Artinya, mahasiswa yang tidak sanggup membayar member gym tidak perlu khawatir hasil latihannya kalah dari teman yang rutin ke gym, asal dilakukan dengan benar dan konsisten.

Kebugaran Kardiovaskular Meski Waktu Terbatas

Manfaat calisthenics juga menyentuh sisi kardiovaskular, hal yang penting bagi mahasiswa yang harus bertahan lewat begadang mengerjakan tugas dan duduk berjam-jam di kelas. Sebuah studi tahun 2024 terhadap orang dewasa yang sebelumnya tidak aktif berolahraga mencatat bahwa program calisthenics terstruktur selama sepuluh minggu berhasil menurunkan denyut nadi istirahat, menurunkan tekanan darah diastolik, dan mengurangi persentase lemak tubuh secara signifikan, efek yang selama ini identik dengan olahraga aerobik konvensional seperti lari atau bersepeda, namun tanpa biaya sepatu lari mahal atau iuran studio.

Bahkan durasi latihannya tidak perlu lama, cocok untuk jadwal kuliah yang padat. Penelitian dari McMaster University dan Mayo Clinic yang terbit di International Journal of Exercise Science (2021) menguji protokol latihan beban tubuh sederhana yang hanya berlangsung 11 menit, dilakukan tiga kali seminggu selama enam minggu, tanpa alat sama sekali. Hasilnya, kebugaran kardiorespirasi (VO2peak) kelompok yang berlatih meningkat signifikan dibanding kelompok kontrol, dengan tingkat kepatuhan peserta mencapai 100 persen, durasi yang bahkan lebih singkat dari jeda antar mata kuliah.

Fisik Lean dan Kekuatan yang Fungsional

Ada satu keunggulan lain yang kerap disebut penggemar calisthenics: bentuk tubuh yang dihasilkan cenderung lean, ramping dengan definisi otot yang terlihat, dan kekuatannya bersifat fungsional, bukan sekadar ukuran otot. Penelitian Thomas dan koleganya yang disebut sebelumnya turut mencatat penurunan persentase lemak tubuh peserta secara signifikan, dari rata-rata 14,8 persen menjadi 11,4 persen, hanya dalam delapan minggu latihan calisthenics terstruktur. Gerakan seperti pull-up, muscle-up, atau handstand menuntut rasio kekuatan berbanding berat badan yang tinggi, sehingga pelaku calisthenics umumnya terdorong menjaga tubuh tetap ringan dan rendah lemak, bukan mengejar massa otot sebesar mungkin seperti pada latihan beban konvensional. Kombinasi itulah yang melahirkan konsep relative strength, yakni kekuatan yang diukur relatif terhadap berat tubuh sendiri, bukan kekuatan absolut semata, semuanya dicapai tanpa satu rupiah pun keluar untuk peralatan atau iuran bulanan.

Menyusun Program di Sela Jadwal Kuliah

Seperti yang diuraikan dalam Level 4 Award in Strength & Conditioning Manual terbitan Strength and Conditioning Education (2023), prinsip pertama yang mendasari hampir semua program latihan dikenal dengan singkatan FITT: frequency, intensity, time, dan type. Dari sisi frekuensi, latihan penguatan otot bagi pemula idealnya dilakukan dua hingga tiga sesi per minggu, misalnya diselipkan di hari-hari dengan jadwal kuliah lebih longgar, cukup untuk memberi tubuh waktu pulih sekaligus beradaptasi. Intensitasnya bisa diatur lewat variasi gerakan, misalnya dari knee push-up bertahap menuju push-up penuh, tanpa perlu menambah beban dari luar. Soal durasi, sesi latihan yang efektif umumnya berlangsung 45 hingga 60 menit termasuk pemanasan, meski mahasiswa dengan jadwal padat bisa memulai dengan sesi yang jauh lebih singkat. Sementara dari sisi jenis gerakan, program yang baik biasanya mengombinasikan pola dorong, tarik, jongkok, dan gerakan penopang tubuh atau core.

Prinsip kedua adalah progressive overload, konsep dasar dalam ilmu pelatihan kekuatan dan kondisi fisik yang menyatakan bahwa tubuh hanya akan berkembang jika diberi tantangan yang meningkat secara bertahap. Dalam praktiknya, ini berarti menambah jumlah repetisi, beralih ke variasi gerakan yang lebih sulit, atau memperpendek waktu istirahat antar set, semuanya bisa dilakukan tanpa membeli satu pun alat baru atau memperpanjang masa aktif membership.

Untuk pemula, dua hingga tiga set per gerakan umumnya sudah cukup sebagai titik awal, Jumlah repetisi disesuaikan dengan tujuan. Bila fokusnya membangun daya tahan otot, repetisi bisa diperbanyak dengan jeda istirahat yang lebih singkat, sekitar 30 hingga 90 detik antar set. Urutan gerakan pun disarankan dimulai dari yang paling menantang selagi tubuh masih segar, baru diikuti gerakan yang lebih ringan.

Yang tak kalah penting, program latihan idealnya dievaluasi dan disesuaikan setiap beberapa minggu, umumnya sekitar empat hingga enam minggu, sebuah siklus yang dalam ilmu pelatihan kekuatan dan kondisi fisik dikenal sebagai mesocycle, misalnya disesuaikan dengan pergantian jadwal per semester atau masa ujian. Tanpa penyesuaian berkala, tubuh yang sudah terbiasa dengan pola latihan tertentu akan berhenti berkembang, dan performa cenderung stagnan.

Berita Lainnya

Unpad Terjunkan 1.542 Mahasiswa KKN Perkuat Kolaborasi dengan Pemda dan Perpusnas

Unpad Terjunkan 1.542 Mahasiswa KKN Perkuat Kolaborasi dengan Pemda dan Perpusnas

Pendidikan
Dislike 0 0 Komentar | Kemarin • 15:04
Ada Apa di Kopi Fest Indonesia 2026 Paskal Bandung Hari Ini?

Ada Apa di Kopi Fest Indonesia 2026 Paskal Bandung Hari Ini?

Event
Dislike 0 0 Komentar | Jumat • 10:25
Calisthenics: Opsi Olahraga Termurah dan Paling Pas untuk Gaya Hidup Mahasiswa

Calisthenics: Opsi Olahraga Termurah dan Paling Pas untuk Gaya Hidup Mahasiswa

Lifestyle
Dislike 0 0 Komentar | Kamis • 01:30
Kafe di Jatinangor Makin Banyak, Bikin Produktif atau Konsumtif?

Kafe di Jatinangor Makin Banyak, Bikin Produktif atau Konsumtif?

Lifestyle
Dislike 0 0 Komentar | Rabu • 07:32
Momen Perdana DPL Dan Kordes KKN UNPAD Dibekali Langsung Oleh Sekda Jawa Barat

Momen Perdana DPL Dan Kordes KKN UNPAD Dibekali Langsung Oleh Sekda Jawa Barat

Pendidikan
Dislike 0 0 Komentar | Selasa • 14:45
Keputusan kontroversi Sony Playstation 5 Berhentikan Produksi Game Fisik: Hilangnya Minat Pemain Game Berbentuk Fisik

Keputusan kontroversi Sony Playstation 5 Berhentikan Produksi Game Fisik: Hilangnya Minat Pemain Game Berbentuk Fisik

Lifestyle
Dislike 0 0 Komentar | Senin • 09:11

Rekomendasi Untuk Anda

Pendidikan

Unpad Terjunkan 1.542 Mahasiswa KKN Perkuat Kolaborasi dengan Pemda dan Perpusnas

0 0 0 Komentar | Kemarin • 15:04
Event

Ada Apa di Kopi Fest Indonesia 2026 Paskal Bandung Hari Ini?

0 0 0 Komentar | Jumat • 10:25
Lifestyle

Calisthenics: Opsi Olahraga Termurah dan Paling Pas untuk Gaya Hidup Mahasiswa

0 0 0 Komentar | Kamis • 01:30
Lifestyle

Kafe di Jatinangor Makin Banyak, Bikin Produktif atau Konsumtif?

0 0 0 Komentar | Rabu • 07:32
Pendidikan

Momen Perdana DPL Dan Kordes KKN UNPAD Dibekali Langsung Oleh Sekda Jawa Barat

1 0 0 Komentar | Selasa • 14:45
Lifestyle

Keputusan kontroversi Sony Playstation 5 Berhentikan Produksi Game Fisik: Hilangnya Minat Pemain Game Berbentuk Fisik

0 0 0 Komentar | Senin • 09:11
Pendidikan

Jelang Tahun Ajaran Baru,Calon Mahasiswa Dihimbau Waspadai Modus Penipuan Saat Mencari Kost di Jatinangor

0 0 0 Komentar | 05 Juli 2026
Lifestyle

Dari Koleksi ke Aksesoris, Blind Box Jadi Tren OOTD Anak Muda

1 0 0 Komentar | 04 Juli 2026
Lifestyle

Hiking Menjadi Pilihan Olahraga Diminati Kalangan Generasi Z

1 0 0 Komentar | 04 Juli 2026
Pendidikan

Program BTI 2026 Bekali Siswa SMA Tingkatkan Kompetensi di Bidang STEM

1 0 0 Komentar | 04 Juli 2026
Pendidikan

Graduation WMP 2026 Batch 1 Bekali Mahasiswa Unpad Bangun Usaha dan Perkuat Literasi Koperasi

1 0 0 Komentar | 03 Juli 2026
Budaya

Menjelajahi sejarah, Tradisi dan Kuliner Dunia di Festival Budaya 2026

0 0 0 Komentar | 28 Juni 2026
Pendidikan

Fikom Unpad dan University of Queensland Buka Peluang Program Double Degree dan Pertukaran Mahasiswa Baru

0 0 0 Komentar | 28 Juni 2026
Pendidikan

Ragam Catatan dan Apresiasi di Balik Gelaran Festival Budaya Fikom Unpad 2026

0 0 0 Komentar | 25 Juni 2026
Pendidikan

Akselerasi Kampus sehat di Rakernas MDGB PTNBH 2026, Unpad Dorong Optimalisasi Peran Dewan Profesor

1 0 0 Komentar | 21 Juni 2026
Pendidikan

Resmi Dibuka, Rakernas MDGB PTNBH 2026 di Unpad Wujudkan Masa Depan Pendidikan Tinggi

0 0 0 Komentar | 21 Juni 2026
Pendidikan

MPR RI Bahas Percepatan Transisi Energi Terbarukan dalam Seminar Kebangsaan di Unpad

0 0 0 Komentar | 06 Maret 2026
Pendidikan

Pakar Unpad Soroti Akar Bencana di Sumatera dari Tata Kelola hingga Mitigasi

0 0 0 Komentar | 04 Maret 2026
Pendidikan

KKN Unpad 2026 Difokuskan ke Masalah Nyata: Kemiskinan hingga Kualitas Hidup Warga

0 0 0 Komentar | 04 Maret 2026
Pendidikan

Unpad Kembali Kirim Relawan ke Aceh, Fokus pada Layanan Kesehatan dan Penyaluran Donasi Bagi Penyintas

0 0 0 Komentar | 04 Maret 2026
Pendidikan

Rektor Unpad Lantik 18 Dekan Baru untuk Periode 2026-2030

0 0 0 Komentar | 18 Februari 2026
Pendidikan

Usai Dilantik, Dekan Baru Unpad Ikuti Pembekalan untuk Samakan Arah Kepemimpinan

0 0 0 Komentar | 18 Februari 2026
Lifestyle

Unpad Resmikan SPKLU Pertama di Kampus Jatinangor, Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik

0 0 1 Komentar | 13 Februari 2026
Lifestyle

Peneliti Unpad Terlibat Studi Global TB Otak, Hasilnya Jadi Acuan Pengobatan

0 0 0 Komentar | 13 Februari 2026
Lifestyle

Dosen Unpad Dampingi Warga Cileles Olah Bawang Putih Jadi Produk Bernilai Ekonomi

0 0 0 Komentar | 13 Februari 2026
Lifestyle

Masalah Gigi Masih Tinggi, FKG Unpad Gelar Perawatan Gratis Lewat BKGN 2025

0 0 0 Komentar | 12 Februari 2026
Lifestyle

Susu Kemangi Pencegah Stres Karya Mahasiswa Unpad Raih Emas di Seoul

0 0 0 Komentar | 12 Februari 2026

Komentar (0)