Hegarmanah | Diperbarui 15:00 WIB Berawan 28°C | Berawan

Kafe di Jatinangor Makin Banyak, Bikin Produktif atau Konsumtif?

Seiring menjamurnya kafe di Jatinangor, budaya nugas di kafe semakin melekat di kalangan mahasiswa. Namun, apakah kebiasaan mengerjakan tugas di kafe benar-benar bikin produktif atau konsumtif?
Foto Tiara Nurzavira
Tiara Nurzavira
08 Jul 2026 3 menit baca
Kedai Kopi (Foto: Unsplash)
Kedai Kopi (Foto: Unsplash)

Sumedang, Navigasi – Sebagai kawasan yang dipenuhi ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, Jatinangor tak hanya berkembang menjadi pusat pendidikan, tetapi juga menjadi rumah bagi puluhan kafe dengan konsep yang beragam. Mulai dari coffee shop sederhana hingga kafe berkonsep co-working space

Berbagai kafe kemudian menjamur hampir di setiap sudut jalan kawasan Jatinangor menawarkan tempat untuk belajar, rapat organisasi, hingga sekadar mengerjakan tugas.

Bagi sebagian mahasiswa, banyaknya pilihan kafe menjadi solusi ketika suasana kos terasa kurang mendukung untuk belajar. Ruang yang lebih nyaman, akses internet, serta suasana yang ramai dianggap mampu meningkatkan fokus.

"Menurut aku bikin produktif. Soalnya ada pressure tersendiri kalau ngerjain di kafe. Kalau di kos pengen-nya tidur mulu," ujar Vinan, salah seorang mahasiswa di Jatinangor.

Pengalaman Vinan dapat dijelaskan dengan istilah Hawthorne Effect, yaitu kecenderungan seseorang bekerja dengan lebih baik saat mereka menyadari bahwa mereka diperhatikan atau diamati orang lain. Meski di kafe tidak benar-benar diawasi secara langsung, kehadiran orang-orang yang sama-sama sedang belajar atau bekerja dapat menciptakan dorongan psikologis untuk tetap fokus dan menyelesaikan tugas. 

Fenomena ini juga tidak lepas dari perubahan fungsi kafe itu sendiri. Jika dahulu kafe identik sebagai tempat bersantai, kini banyak pemilik usaha yang menghadirkan fasilitas penunjang produktivitas seperti stop kontak di setiap meja maupun koneksi Wi-Fi yang stabil dalam waktu lama.  

Namun, di balik kenyamanan tersebut, muncul pertanyaan lain. Apakah kebiasaan mengerjakan tugas di kafe benar-benar meningkatkan produktivitas, atau justru perlahan membentuk perilaku konsumtif?

Thessalonica mengaku banyaknya pilihan kafe memang memberikan keuntungan, tetapi juga membawa konsekuensi lain.

"Emang sih plus-nya jadi banyak pilihan kalau mau nugas. Enak gitu kalau di tempat A penuh bisa ke tempat B, tapi justru karena kebanyakan opsi itu, keinginan untuk ke kafe jadi terus meningkat dan jadilah konsumtif. Apalagi kalau udah kerja kelompok atau rapat," ujarnya.

Pengeluaran yang awalnya hanya sesekali untuk membeli kopi perlahan berubah menjadi rutinitas. Saat tugas datang, biaya untuk membeli minuman atau makanan menjadi pengeluaran tambahan yang terus berulang.

Menjamurnya kafe di Jatinangor memunculkan dua sisi yang berjalan berdampingan. Di satu sisi, kafe dapat menjadi ruang alternatif yang membantu mahasiswa mencari suasana yang lebih kondusif. Di sisi lain, banyaknya pilihan kafe juga berpotensi membuat mahasiswa lebih sering mengeluarkan uang untuk kebutuhan yang sebenarnya bisa dihindari.

Produktif atau konsumtif, jawabannya mungkin bukan terletak pada kafe nya, melainkan pada bagaimana mahasiswa mengelola kebiasaan mereka.  

Berikut beberapa rekomendasi kafe di Jatinangor yang nyaman untuk nugas atau rapat kamu!

1. Plumeria Cafe & Creative Space

  • Alamat: Jl. Cikuda No.37, Cileles
  • Buka: 10.00 - 21.00 WIB

Bagi mahasiswa yang mencari suasana tenang, Plumeria  Cafe & Creative Space bisa menjadi pilihan. Berada sedikit menjauh dari jalan utama, kafe ini menawarkan pemandangan hijau dengan konsep ruang indoor dan outdoor yang membuat suasana terasa lebih sejuk. Interiornya yang modern dipadukan dengan area duduk yang cukup banyak dan luas menjadikan Plumeria nyaman untuk mengerjakan tugas individu maupun diskusi kelompok. 

2. Bagi kopi Jatinangor

  • Alamat: Jl. Raya Jatinangor, Cibeusi
  • Buka: 07.00 - 03.00 WIB

Terletak di kawasan yang strategis dekat lingkungan kampus, Bagi Kopi menjadi salah satu pilihan mahasiswa yang membutuhkan tempat belajar dengan jam operasional yang panjang. Area duduk yang beragam serta akses Wi-Fi membuat kafe ini sering dimanfaatkan sebagai lokasi rapat organisasi maupun menyelesaikan tugas hingga malam hari. 

3. Alana Coffee & Eatery

  • Alamat: Jl. Kolonel Achmad Syam No.62A
  • Buka: 11.00 - 01.00 WIB

Alana Coffee & Eatery dapat kamu coba dengan berbagai menu kopi dan makanan. Selain itu, tata ruangnya yang luas dapat mendukung aktivitas diskusi kelompok tanpa terasa terlalu bising. Jam operasional hingga dini hari juga menjadi nilai tambah bagi mahasiswa yang mengejar tenggat tugas. 

4. Jumpa Asa Coffee-nity & Eatery 

  • Alamat: Jl. Caringin, Residence No.77 
  • Buka: 10.00 - 23.00 WIB

Jumpa Asa cocok bagi mahasiswa yang ingin mengerjakan tugas dalam suasana yang lebih santai. Area duduknya mendukung aktivitas diskusi kelompok maupun belajar mandiri dengan pilihan indoor dan outdoor sehingga kafe ini kerap menjadi alternatif ketika kafe sedang ramai. 

5. Heya Space

  • Alamat: Jl. GKPN No.37
  • Buka: 08.00 - 23.00 WIB

Heya Space dapat menjadi pilihan bagi mahasiswa yang mencari ruang belajar dengan nuansa minimalis. Kafe ini menyediakan area kerja yang nyaman dengan fasilitas penunjang seperti Wi-Fi dan stop kontak, sehingga mendukung aktivitas belajar, rapat, maupun work from cafe. Lokasinya yang tidak jauh dari kawasan kampus juga memudahkan mahasiswa untuk berkunjung di sela-sela jadwal kuliah. 

Berita Lainnya

Internet Pengaruhi Modal Sosial dan Tranformasi Sosial di Indonesia: Studi Empiris Prof. Dr. Bayu Kharisma

Internet Pengaruhi Modal Sosial dan Tranformasi Sosial di Indonesia: Studi Empiris Prof. Dr. Bayu Kharisma

Pendidikan
Dislike 0 0 Komentar | 02 September 2026
Gigi Sebagai “KTP Biologis” Manusia

Gigi Sebagai “KTP Biologis” Manusia

Pendidikan
Dislike 0 0 Komentar | 02 September 2026
Kawasan Pendidikan Jatinangor: Antara Truk dan Mahasiswa

Kawasan Pendidikan Jatinangor: Antara Truk dan Mahasiswa

Lifestyle
Dislike 0 0 Komentar | 31 Agustus 2026
Piknik Bebas Plastik, Satu Hari Tanpa Sekali Pakai di Taman Panatayuda

Piknik Bebas Plastik, Satu Hari Tanpa Sekali Pakai di Taman Panatayuda

Lifestyle
Dislike 0 0 Komentar | 30 Agustus 2026
PMBV 2026 #Elevate3.0: Meraki untuk Merasa, Bersama untuk Berdaya

PMBV 2026 #Elevate3.0: Meraki untuk Merasa, Bersama untuk Berdaya

Pendidikan
Dislike 0 0 Komentar | 24 Agustus 2026
Bukan Sekedar Boneka Anime: Mengenal Ragam Bentuk dan Lini Merchandise Nuigurumi

Bukan Sekedar Boneka Anime: Mengenal Ragam Bentuk dan Lini Merchandise Nuigurumi

Lifestyle
Dislike 0 0 Komentar | 24 Agustus 2026

Rekomendasi Untuk Anda

Pendidikan

Internet Pengaruhi Modal Sosial dan Tranformasi Sosial di Indonesia: Studi Empiris Prof. Dr. Bayu Kharisma

0 0 0 Komentar | 02 September 2026
Pendidikan

Gigi Sebagai “KTP Biologis” Manusia

0 0 0 Komentar | 02 September 2026
Lifestyle

Kawasan Pendidikan Jatinangor: Antara Truk dan Mahasiswa

0 0 0 Komentar | 31 Agustus 2026
Lifestyle

Piknik Bebas Plastik, Satu Hari Tanpa Sekali Pakai di Taman Panatayuda

0 0 0 Komentar | 30 Agustus 2026
Pendidikan

PMBV 2026 #Elevate3.0: Meraki untuk Merasa, Bersama untuk Berdaya

0 0 0 Komentar | 24 Agustus 2026
Lifestyle

Bukan Sekedar Boneka Anime: Mengenal Ragam Bentuk dan Lini Merchandise Nuigurumi

0 0 0 Komentar | 24 Agustus 2026
Lifestyle

Lebih dari Sekadar Fandom: NCTzen Humanity dan Solidaritas untuk Korban Bencana

0 0 0 Komentar | 22 Agustus 2026
Lifestyle

Esensi Banner Skripsi dan kelulusan: Bentuk budaya populer dikalangan mahasiswa

0 0 0 Komentar | 22 Agustus 2026
Event

PKKMB Fikom Unpad 2026 Resmi Dimulai, Asrayaloka Jadi Ruang Awal Mahasiswa Baru Mengenal Fikom

0 0 0 Komentar | 18 Agustus 2026
Event

Beragam UKM Unpad Hiasi Rangkaian Prabu 2026

0 0 0 Komentar | 11 Agustus 2026
Event

Hari Kedua Prabu 2026, Mahasiswa Baru Ikuti Talkshow, Parade, Hingga Student Festival

0 0 0 Komentar | 11 Agustus 2026
Event

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Hadiri PKKMB Unpad 2026, Soroti Akses Pendidikan Mahasiswa

0 0 0 Komentar | 10 Agustus 2026
Event

12.982 Mahasiswa Baru Mulai Langkah Pertama di PKKMB Unpad 2026

0 0 0 Komentar | 10 Agustus 2026
Event

12.982 Mahasiswa Baru Mulai Langkah Pertama di PKKMB Unpad 2026

0 0 0 Komentar | 10 Agustus 2026
Pendidikan

Hari Pertama PAMUKA 2026, Mahasiswa Baru Kenali Layanan dan Kehidupan Kampus

0 0 0 Komentar | 03 Agustus 2026
Lifestyle

Ketika Makeup Menjadi Bahasa Ekspresi Generasi Muda

0 0 0 Komentar | 02 Agustus 2026
Budaya

Meracik Inovasi: Minuman Tradisional Beradaptasi di Tengah Tren Kekinian

0 0 0 Komentar | 26 Juli 2026
Lifestyle

Membedah Stereotype "Cegil" Terhadap Film Obsession

0 0 0 Komentar | 24 Juli 2026
Lifestyle

Trend Olah Raga lari yang Bergeser Jadi Trend Adu Busana

0 0 0 Komentar | 24 Juli 2026
Lifestyle

Mengelola Cortisol, Mengelola Stres: Cara Ilmiah Mahasiswa Cegah Burnout

0 0 0 Komentar | 24 Juli 2026
Lifestyle

Di Balik Tren Membawa Tumbler di Kalangan Mahasiswa

0 0 0 Komentar | 20 Juli 2026
Lifestyle

Mengintip Komunitas B-Blade, Berdiri 32 Tahun Asah Atlet Sepatu Roda di Bandung

0 0 0 Komentar | 18 Juli 2026
Lifestyle

Cabinet Couture Season 2: Apa yang ditakuti dari akun pengulas outfit pejabat hingga diblokir KOMDIGI?

0 0 0 Komentar | 17 Juli 2026
Event

Ada Apa di Pasar Kreatif Bandung d'Botanica Hari Ini

1 0 0 Komentar | 17 Juli 2026
Lifestyle

Beli Barang Preloved, Masih Worth It Atau Zonk?

1 0 0 Komentar | 17 Juli 2026
Lifestyle

Acai Bowl Jadi Tren Healthy Food di Kalangan Penggemar CORTIS

2 0 0 Komentar | 17 Juli 2026
Budaya

5 Hal Menarik di Balik Asia Africa Festival 2026

2 0 0 Komentar | 13 Juli 2026

Komentar (0)