Hegarmanah | Diperbarui 13:00 WIB Cerah 29°C | Cerah

Keputusan kontroversi Sony Playstation 5 Berhentikan Produksi Game Fisik: Hilangnya Minat Pemain Game Berbentuk Fisik

Foto Naura Zahrani Purti
Naura Zahrani Purti
06 Jul 2026 3 menit baca
Keputusan kontroversi Sony Playstation 5 Berhentikan Produksi Game Fisik: Hilangnya Minat Pemain Game Berbentuk Fisik
Logo PlayStation (Sumber: X @PlayStation)

Tertanggal 1 Juli 2026, platform resmi X (twitter) dari Playstation secara mengejutkan memberikan pengumuman lewat unggahan yang berisi link blogspot terkait penjelasan pemberhentian produksi Game berbentuk fisik mulai Januari 2028. Pihak pengecer juga hanya menyediakan game dalam format digital, walaupun begitu transisi tersebut tidak berefek pada game yang sudah atau akan dirilis sebelum Januari 2028. Hal ini menyebabkan kontroversi hingga trending topic pada akun media sosial tersebut. Sony mengambil langkah besar ini dikarenakan bentuk adaptasi atas perubahan preferensi pemain yang lebih banyak membeli game secara digital. 

 

Banyak pemain game yang menentang keputusan tersebut, terlebih lagi Sony juga mengumumkan akan menarik 551 film yang telah dibeli pengguna karena berakhirnya perjanjian lisensi dengan Studiocanal. Pemain juga mengkhawatirkan adanya penarikan sepihak yang sama dari Sony dalam pembelian game berbentuk digital. Banyaknya kontra dalam keputusan tersebut, banyak pemain di platform X (twitter) yang membalas unggahan Playstation dengan slogan “If buying isn’t owning, then piracy isn't stealing”, yang artinya jika membeli tidak berarti memiliki sesuatu, maka pembajakan bukanlah pencurian. Padahal pihak Sony sendiri pernah membuat copywriting yang membandingkan barangnya dengan kompetitor bisnis yaitu Xbox dengan menawarkan kemudahan untuk berbagi games dalam PS4. 

 

Hal ini juga mendapatkan kritik dari jurnalis dan kolumnis game Vikki Blake, dikutip dari artikel BBC, keputusan yang diambil Sony merupakan kerugian besar bagi hak-hak konsumen. Menurutnya hal ini menjadi masalah serius bagi gamer atau pemain dengan pendapatan terbatas yang mengandalkan sistem tukar tambah atau meminjam game agar tetap bisa memainkan game dengan anggaran dan harga yang tinggi seperti Resident Evil 9: Requiem atau Grand Theft Auto VI (sering disebut sebagai triple-A game atau AAA). 

 

Christopher Dring, editor dari  The Game Business juga terkejut atas pengumuman tersebut, dikutip dari artikel yang sama, walaupun game berbentuk digital memang dominan di pasar, PlayStation masih menjual banyak game dalam bentuk fisik, dan masih terdapat pasar yang membeli serta mengoleksi game dalam bentuk fisik. Tidak hanya itu, game fisik seringkali dijual dengan merch atau barang koleksi edisi terbatas yang hanya dapat dibeli lewat pre-order beserta game fisik tersebut. Dikutip dari VPEsports salah satu game dengan penjualan game fisik terbesar ialah Ghost Of Yotei dengan total penjualan 1.2 juta kopi, sebanyak 35,4% nya berasal dari game berbentuk fisik. Tingginya presentase game fisik ini dikarenakan PlayStation menawarkan edisi kolektor yang terdiri dari SteelBook yaitu kemasan koleksu premium berbahan logam serta World Map dalam game tersebut. Game fisik tidak hanya menawarkan game saja, namun juga nilai koleksi yang hanya bisa didapatkan dalam jangka waktu tertentu dan dalam edisi terbatas. 

 

Jepang sebagai negara asal pendiri Sony juga dikenal sebagai salah satu negara dengan sindrom Galapagos. Istilah ini berasal dari Jepang yang digunakan dalam analisis bisnis yang merujuk pada terisolasinya globalisasi masyarakat jepang terhadap kemajuan teknologi yang terjadi secara cepat. Penggunaan media fisik seperti CD untuk media massa, Koran, hingga ponsel lipat masih sering populer dikalangan masyarakat Jepang. Walaupun masifnya globalisasi dan kecepatan kemajuan teknologi juga internet, bentuk pembayaran di Jepang pun dominan menggunakan uang tunai, terlepas dari Jepang sebagai pelopor dalam inovasi industri teknologi. 

Kontra yang diberikan oleh para Gamer bukan karena keputusan secara mendadak yang dilakukan oleh Sony PlayStation, namun hilangnya bentuk kepercayaan yang sudah dibangun dalam selama lebih dari 3 dekade, kontroversi yang terjadi juga diakibatkan karena adanya penarikan 551 film oleh Playstation karena berakhirnya lisensi dengan StudioCanal. Gamer membutuhkan konsistensi dari salah satu perusahaan game terbesar dan terlama dalam sejarah. 

Berita Lainnya

Internet Pengaruhi Modal Sosial dan Tranformasi Sosial di Indonesia: Studi Empiris Prof. Dr. Bayu Kharisma

Internet Pengaruhi Modal Sosial dan Tranformasi Sosial di Indonesia: Studi Empiris Prof. Dr. Bayu Kharisma

Pendidikan
Dislike 0 0 Komentar | 02 September 2026
Gigi Sebagai “KTP Biologis” Manusia

Gigi Sebagai “KTP Biologis” Manusia

Pendidikan
Dislike 0 0 Komentar | 02 September 2026
Kawasan Pendidikan Jatinangor: Antara Truk dan Mahasiswa

Kawasan Pendidikan Jatinangor: Antara Truk dan Mahasiswa

Lifestyle
Dislike 0 0 Komentar | 31 Agustus 2026
Piknik Bebas Plastik, Satu Hari Tanpa Sekali Pakai di Taman Panatayuda

Piknik Bebas Plastik, Satu Hari Tanpa Sekali Pakai di Taman Panatayuda

Lifestyle
Dislike 0 0 Komentar | 30 Agustus 2026
PMBV 2026 #Elevate3.0: Meraki untuk Merasa, Bersama untuk Berdaya

PMBV 2026 #Elevate3.0: Meraki untuk Merasa, Bersama untuk Berdaya

Pendidikan
Dislike 0 0 Komentar | 24 Agustus 2026
Bukan Sekedar Boneka Anime: Mengenal Ragam Bentuk dan Lini Merchandise Nuigurumi

Bukan Sekedar Boneka Anime: Mengenal Ragam Bentuk dan Lini Merchandise Nuigurumi

Lifestyle
Dislike 0 0 Komentar | 24 Agustus 2026

Rekomendasi Untuk Anda

Pendidikan

Internet Pengaruhi Modal Sosial dan Tranformasi Sosial di Indonesia: Studi Empiris Prof. Dr. Bayu Kharisma

0 0 0 Komentar | 02 September 2026
Pendidikan

Gigi Sebagai “KTP Biologis” Manusia

0 0 0 Komentar | 02 September 2026
Lifestyle

Kawasan Pendidikan Jatinangor: Antara Truk dan Mahasiswa

0 0 0 Komentar | 31 Agustus 2026
Lifestyle

Piknik Bebas Plastik, Satu Hari Tanpa Sekali Pakai di Taman Panatayuda

0 0 0 Komentar | 30 Agustus 2026
Pendidikan

PMBV 2026 #Elevate3.0: Meraki untuk Merasa, Bersama untuk Berdaya

0 0 0 Komentar | 24 Agustus 2026
Lifestyle

Bukan Sekedar Boneka Anime: Mengenal Ragam Bentuk dan Lini Merchandise Nuigurumi

0 0 0 Komentar | 24 Agustus 2026
Lifestyle

Lebih dari Sekadar Fandom: NCTzen Humanity dan Solidaritas untuk Korban Bencana

0 0 0 Komentar | 22 Agustus 2026
Lifestyle

Esensi Banner Skripsi dan kelulusan: Bentuk budaya populer dikalangan mahasiswa

0 0 0 Komentar | 22 Agustus 2026
Event

PKKMB Fikom Unpad 2026 Resmi Dimulai, Asrayaloka Jadi Ruang Awal Mahasiswa Baru Mengenal Fikom

0 0 0 Komentar | 18 Agustus 2026
Event

Beragam UKM Unpad Hiasi Rangkaian Prabu 2026

0 0 0 Komentar | 11 Agustus 2026
Event

Hari Kedua Prabu 2026, Mahasiswa Baru Ikuti Talkshow, Parade, Hingga Student Festival

0 0 0 Komentar | 11 Agustus 2026
Event

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Hadiri PKKMB Unpad 2026, Soroti Akses Pendidikan Mahasiswa

0 0 0 Komentar | 10 Agustus 2026
Event

12.982 Mahasiswa Baru Mulai Langkah Pertama di PKKMB Unpad 2026

0 0 0 Komentar | 10 Agustus 2026
Event

12.982 Mahasiswa Baru Mulai Langkah Pertama di PKKMB Unpad 2026

0 0 0 Komentar | 10 Agustus 2026
Pendidikan

Hari Pertama PAMUKA 2026, Mahasiswa Baru Kenali Layanan dan Kehidupan Kampus

0 0 0 Komentar | 03 Agustus 2026
Lifestyle

Ketika Makeup Menjadi Bahasa Ekspresi Generasi Muda

0 0 0 Komentar | 02 Agustus 2026
Budaya

Meracik Inovasi: Minuman Tradisional Beradaptasi di Tengah Tren Kekinian

0 0 0 Komentar | 26 Juli 2026
Lifestyle

Membedah Stereotype "Cegil" Terhadap Film Obsession

0 0 0 Komentar | 24 Juli 2026
Lifestyle

Trend Olah Raga lari yang Bergeser Jadi Trend Adu Busana

0 0 0 Komentar | 24 Juli 2026
Lifestyle

Mengelola Cortisol, Mengelola Stres: Cara Ilmiah Mahasiswa Cegah Burnout

0 0 0 Komentar | 24 Juli 2026
Lifestyle

Di Balik Tren Membawa Tumbler di Kalangan Mahasiswa

0 0 0 Komentar | 20 Juli 2026
Lifestyle

Mengintip Komunitas B-Blade, Berdiri 32 Tahun Asah Atlet Sepatu Roda di Bandung

0 0 0 Komentar | 18 Juli 2026
Lifestyle

Cabinet Couture Season 2: Apa yang ditakuti dari akun pengulas outfit pejabat hingga diblokir KOMDIGI?

0 0 0 Komentar | 17 Juli 2026
Event

Ada Apa di Pasar Kreatif Bandung d'Botanica Hari Ini

1 0 0 Komentar | 17 Juli 2026
Lifestyle

Beli Barang Preloved, Masih Worth It Atau Zonk?

1 0 0 Komentar | 17 Juli 2026
Lifestyle

Acai Bowl Jadi Tren Healthy Food di Kalangan Penggemar CORTIS

2 0 0 Komentar | 17 Juli 2026
Budaya

5 Hal Menarik di Balik Asia Africa Festival 2026

2 0 0 Komentar | 13 Juli 2026

Komentar (0)