Hegarmanah | Diperbarui 13:00 WIB Cerah 29°C | Cerah

Belanja dengan Koin Kayu, Tradisi Unik Nyawang Bulan di Kasepuhan Bunisari

Foto Athiyya Rizka Nazhifah
Athiyya Rizka Nazhifah
09 Jul 2026 3 menit baca
Belanja dengan Koin Kayu, Tradisi Unik Nyawang Bulan di Kasepuhan Bunisari

Koin kayu menjadi alat transaksi unik tradisi Nyawang Bulan di Bunisari (Sumber Foto: radarbandung.id)

Nyawang Bulan, sebuah tradisi yang berlangsung sebulan sekali tiap purnama digelar di Kasepuhan Bunisari, Desa Girimekar, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung. Tradisi ini menggelar pasar rakyar yang terdiri dari banyak stan kuliner khas Sunda. Di setiap stan kuliner, transaksi tidak dilakukan menggunakan uang tunai maupun pembayaran digital. Pengunjung terlebih dahulu diarahkan untuk menukar uang mereka dengan koin bambu yang kemudian digunakan sebagai alat pembayaran selama kegiatan berlangsung.

Koin bambu merupakan salah satu ciri khas dalam penyelenggaraan tradisi Nyawang Bulan yang digelar setiap bulan purnama. Para pengunjung dapat mendatangi loket penukaran agar memperoleh sejumlah koin sesuai dengan nominal uang yang ditukarkan. satu koin bernilai lima ribu rupiah. Setelah mendapat koin, pengunjung dapat menggunakan koin untuk membeli berbagai makanan dan minuman di seluruh stan yang ada.

Penggunaan koin kayu tidak hanya mempermudah transaksi, namun juga menjadi bagian dari upaya menjaga atmosfer budaya yang kental dan berbeda dari transaksi modern biasa. Dengan sistem ini, diharapkan pengunjung dapat lebih meresapi nilai-nilai budaya lokal.

Para pelaku UMKM sekaligus warga setempat memanfaatkan pasar rakyat ini untuk menawarkan beragam kuliner khas Sunda. Berbagai macam jenis makanan dan minuman seperti bajigur, badros, dan tahu gejrot disajikan kepada para pengunjung. Seluruh transaksi selama kegiatan berlangsung menggunakan koin bambu sehingga tidak ada pembayaran tunai ataupun digital pada setiap stan.

Selain keunikan transaksi menggunakan koin kayu, kegiatan Nyawang Bulan juga menerapkan konsep ramah lingkungan. Para pengunjung dilarang untuk membawa wadah plastik sekali pakai di area kegiatan. Makanan dan minuman yang dijual pun turut menggunakan wadah yang dapat digunakan kembali atau berbahan ramah lingkungan.

Pasar rakyat ini merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan dalam tradisi Nyawang Bulan. Pertunjukan seni tradisional sunda juga digelar sepanjang acara. Tari tradisional, pertunjukan musik dan berbagai kesenian rakyat yang menjadi kearifan lokal masyarakat setempat dipertontonkan kepada pengunjung.  Hal ini tidak hanya menjadi hiburan semata, namun juga sebagai sarana belajar, mengenal, dan mencintai budaya lokal.

Penggunaan koin bambu di pasar rakyat, pertunjukan seni tradisional Sunda, serta penerapan konsep ramah lingkungan selama rangkaian kegiatan Nyawang Bulan terus diselenggarakan oleh masyarakat Kasepuhan Bunisari setiap bulan purnama. Melalui kegiatan ini, masyarakat lokal, pelaku UMKM, dan pengunjung terlibat dalam kegiatan yang mempertemukan aktivitas ekonomi dan sosial budaya dalam satu waktu.

 

Berita Lainnya

Internet Pengaruhi Modal Sosial dan Tranformasi Sosial di Indonesia: Studi Empiris Prof. Dr. Bayu Kharisma

Internet Pengaruhi Modal Sosial dan Tranformasi Sosial di Indonesia: Studi Empiris Prof. Dr. Bayu Kharisma

Pendidikan
Dislike 0 0 Komentar | 02 September 2026
Gigi Sebagai “KTP Biologis” Manusia

Gigi Sebagai “KTP Biologis” Manusia

Pendidikan
Dislike 0 0 Komentar | 02 September 2026
Kawasan Pendidikan Jatinangor: Antara Truk dan Mahasiswa

Kawasan Pendidikan Jatinangor: Antara Truk dan Mahasiswa

Lifestyle
Dislike 0 0 Komentar | 31 Agustus 2026
Piknik Bebas Plastik, Satu Hari Tanpa Sekali Pakai di Taman Panatayuda

Piknik Bebas Plastik, Satu Hari Tanpa Sekali Pakai di Taman Panatayuda

Lifestyle
Dislike 0 0 Komentar | 30 Agustus 2026
PMBV 2026 #Elevate3.0: Meraki untuk Merasa, Bersama untuk Berdaya

PMBV 2026 #Elevate3.0: Meraki untuk Merasa, Bersama untuk Berdaya

Pendidikan
Dislike 0 0 Komentar | 24 Agustus 2026
Bukan Sekedar Boneka Anime: Mengenal Ragam Bentuk dan Lini Merchandise Nuigurumi

Bukan Sekedar Boneka Anime: Mengenal Ragam Bentuk dan Lini Merchandise Nuigurumi

Lifestyle
Dislike 0 0 Komentar | 24 Agustus 2026

Rekomendasi Untuk Anda

Pendidikan

Internet Pengaruhi Modal Sosial dan Tranformasi Sosial di Indonesia: Studi Empiris Prof. Dr. Bayu Kharisma

0 0 0 Komentar | 02 September 2026
Pendidikan

Gigi Sebagai “KTP Biologis” Manusia

0 0 0 Komentar | 02 September 2026
Lifestyle

Kawasan Pendidikan Jatinangor: Antara Truk dan Mahasiswa

0 0 0 Komentar | 31 Agustus 2026
Lifestyle

Piknik Bebas Plastik, Satu Hari Tanpa Sekali Pakai di Taman Panatayuda

0 0 0 Komentar | 30 Agustus 2026
Pendidikan

PMBV 2026 #Elevate3.0: Meraki untuk Merasa, Bersama untuk Berdaya

0 0 0 Komentar | 24 Agustus 2026
Lifestyle

Bukan Sekedar Boneka Anime: Mengenal Ragam Bentuk dan Lini Merchandise Nuigurumi

0 0 0 Komentar | 24 Agustus 2026
Lifestyle

Lebih dari Sekadar Fandom: NCTzen Humanity dan Solidaritas untuk Korban Bencana

0 0 0 Komentar | 22 Agustus 2026
Lifestyle

Esensi Banner Skripsi dan kelulusan: Bentuk budaya populer dikalangan mahasiswa

0 0 0 Komentar | 22 Agustus 2026
Event

PKKMB Fikom Unpad 2026 Resmi Dimulai, Asrayaloka Jadi Ruang Awal Mahasiswa Baru Mengenal Fikom

0 0 0 Komentar | 18 Agustus 2026
Event

Beragam UKM Unpad Hiasi Rangkaian Prabu 2026

0 0 0 Komentar | 11 Agustus 2026
Event

Hari Kedua Prabu 2026, Mahasiswa Baru Ikuti Talkshow, Parade, Hingga Student Festival

0 0 0 Komentar | 11 Agustus 2026
Event

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Hadiri PKKMB Unpad 2026, Soroti Akses Pendidikan Mahasiswa

0 0 0 Komentar | 10 Agustus 2026
Event

12.982 Mahasiswa Baru Mulai Langkah Pertama di PKKMB Unpad 2026

0 0 0 Komentar | 10 Agustus 2026
Event

12.982 Mahasiswa Baru Mulai Langkah Pertama di PKKMB Unpad 2026

0 0 0 Komentar | 10 Agustus 2026
Pendidikan

Hari Pertama PAMUKA 2026, Mahasiswa Baru Kenali Layanan dan Kehidupan Kampus

0 0 0 Komentar | 03 Agustus 2026
Lifestyle

Ketika Makeup Menjadi Bahasa Ekspresi Generasi Muda

0 0 0 Komentar | 02 Agustus 2026
Budaya

Meracik Inovasi: Minuman Tradisional Beradaptasi di Tengah Tren Kekinian

0 0 0 Komentar | 26 Juli 2026
Lifestyle

Membedah Stereotype "Cegil" Terhadap Film Obsession

0 0 0 Komentar | 24 Juli 2026
Lifestyle

Trend Olah Raga lari yang Bergeser Jadi Trend Adu Busana

0 0 0 Komentar | 24 Juli 2026
Lifestyle

Mengelola Cortisol, Mengelola Stres: Cara Ilmiah Mahasiswa Cegah Burnout

0 0 0 Komentar | 24 Juli 2026
Lifestyle

Di Balik Tren Membawa Tumbler di Kalangan Mahasiswa

0 0 0 Komentar | 20 Juli 2026
Lifestyle

Mengintip Komunitas B-Blade, Berdiri 32 Tahun Asah Atlet Sepatu Roda di Bandung

0 0 0 Komentar | 18 Juli 2026
Lifestyle

Cabinet Couture Season 2: Apa yang ditakuti dari akun pengulas outfit pejabat hingga diblokir KOMDIGI?

0 0 0 Komentar | 17 Juli 2026
Event

Ada Apa di Pasar Kreatif Bandung d'Botanica Hari Ini

1 0 0 Komentar | 17 Juli 2026
Lifestyle

Beli Barang Preloved, Masih Worth It Atau Zonk?

1 0 0 Komentar | 17 Juli 2026
Lifestyle

Acai Bowl Jadi Tren Healthy Food di Kalangan Penggemar CORTIS

2 0 0 Komentar | 17 Juli 2026
Budaya

5 Hal Menarik di Balik Asia Africa Festival 2026

2 0 0 Komentar | 13 Juli 2026

Komentar (0)