Hegarmanah | Diperbarui 13:00 WIB Cerah 29°C | Cerah

Gigi Sebagai “KTP Biologis” Manusia

Prof. Fahmi Oscandar, drg., M.Kes., Sp.RKG., Sp.OF., Subsp.OFK(K), Ph.D., mengatakan bahwa gigi tidak hanya sistem alat pencernaan, namun sebagai identifikasi biologis manusia.
Foto Naura Zahrani Purti
Naura Zahrani Purti
02 Sep 2026 3 menit baca
Prof. Fahmi Oscandar pada SAJABI episode 213 (sumber: Youtube Sajabi)

Gigi tidak hanya berperan sebagai tahap awal sistem pencernaan dalam tubuh. Fungsi gigi tidak hanya terbatas untuk menghancurkan, memotong, dan mengunyah makanan, namun menjadi identitas biologis unik manusia yang tahan lama. Seringkali kita lihat di museum terdapat tengkorak atau kerangka manusia purba yang masih utuh, identifikasi jenis hingga DNA manusia purba tersebut seringkali mengungkap hal seperti darimana asal manusia pruba tersebut, hubungan kekerabatan antarspesies, hingga kebiasan hidup di masa lalu. Dewasa ini, di masa kemajuan teknologi, gigi berperan penting sebagai identitas manusia dalam konteks forensik dan Hukum seperti identifikasi korban bencana (Disaster Victim Identification) dan administrasi sipil. 

Menurut Prof. Fahmiar Iskandar, gigi adalah bagian dalam tubuh manusia yang sangat unik dan tidak dapat diduplikais, bahkan pada kembar identik sekaligus. Kekuatan dan ketahanannya yang luar biasa bahkan dalam kondisi ekstrem sekaligus seperti api, pembusukan dan perendaman, bahkan beresistensi terhadap suhu api hingga 1000॰C, walaupun begitu gigi tetap tidak bisa menahan asam dari bakteri yang membuat gigi dapat berlubang. Pola gigi setiap orang juga berbeda dan unik, dengan perkiraan lebih dari 2 miliar variasi yang mungkin ada di seluruh dunia. 

Kemudian sifatnya unik ya, baik dari posisinya, bentuknya, sistem pertumbuhan atau eropsinya. Ataupun yang sudah ditambal atau diperbaiki dengan protesa gigi. Nah itu membentuk karakteristik yang berbeda-beda dari satu dengan yang lainnya. Perlu diketahui bahwa setiap pola bentuk gigi manusia antara satu dengan yang lainnya, perbandingannya itu 1 sampai 2 miliar. Jadi kalau di cek antara manusia dengan yang lainnya, sepertinay tidak ada yang sama,” ucap Prof. Fahmiar Iskandar dalam Satu Jam berbincang Ilmu yang diselenggarakan secara daring oleh Dewan Profesor Unpad. 

Gigi manusia tterdiri dari beberapa lapisan yang relevan, diantaranya Email gigi yang berisi lapisan keras berwarna putih yang melindungi gigi dan sangat tahan lama, DentinRongga Pulpa yang mengandung DNA, saraf, dan pembuluh darah, Semen yang menutupi akar gigi, dan Periodonsium yaitu jaringan disekitar gigi yang dapat menunjukkan penyakit atau trauma yang berguna dalam profil. 

Identifikasi Gigi biasanya dilakukan dengan data antemortem yaitu data selama hidup dan data postmortem atau data setelah kematian dengan cara Odontogram yaitu grafik standar yang mencatat kondisi gigi, restorasi, dan kelainan. Yang kedua ada Radiografi atau disebut sinar-X yaitu alat diagnostik dan identifikasi utama yang menampilkan struktur internal yang kasat mata. Yang ketiga ada Foto Gigi, dan terakhir Model dan Pemindaian 3D. Rekam medis gigi dapat menjadi informasi tambahan selain sidik jari dan analisis DNA. 

Dalam pengaplikasiannya secara forensik, gigi dapat dijadikan alat untuk mengidentifikasi korban bencana atau Disaster Victim Identification. Indonesia sendiri berada dalam kawasan cincin api, artinya negara ini rawan dengan bencana alam. Identifikasi korban akan lebih mudah dilakukan dengan identifikasi gigi yang sulit sekali hancur. Tidak hanya itu mengkonfirmasi identitas dalam penyelidikan kriminal dan proses hukum, menentukan profil biologis (seperti usia, jenis kelamin, dan afiliasi populasi), hingga mendukung proses administratif. Hal ini sudah diterapkan di negar Indonesia saat terjadi bencana alam, contohnya Tsunami Aceh yang terjadi pada tahun 2004, 80% identifikasi yang dilakukan melalui metode gigi diantara ribuan korban bencana. Yang terbaru digunakan untuk mengidentifikasi korban Longsor di Cisarua pada tahun 2026, hampir 100% identifikasi kerangka korban didukung oleh data dari gigi. 

Oleh karena itu Prof. Fahmiar berharap dan mendorong rekam medis gigi dengan sistem E-KTP untuk mempercepat identifikasi kroban setelah terjadinya bencana. Walaupun demikian, terdapat beberapa resiko dalam implementasi identifikasi gigi yaitu penyalahgunaan data privasi, sulitnya akses atas perawatan gigi didaerah tertentu, serta belum adanya tata cara dan hukum untuk penggunaan data gigi. Kedepan peran gigi tidak hanya dalam ruang lingjup kesehatan saja, namun sebagai arsip hidup identitas yang mendukung keadilan, administrasi, adan upaya kemanusiaan di Indonesia. 

Berita Lainnya

Internet Pengaruhi Modal Sosial dan Tranformasi Sosial di Indonesia: Studi Empiris Prof. Dr. Bayu Kharisma

Internet Pengaruhi Modal Sosial dan Tranformasi Sosial di Indonesia: Studi Empiris Prof. Dr. Bayu Kharisma

Pendidikan
Dislike 0 0 Komentar | 02 September 2026
Gigi Sebagai “KTP Biologis” Manusia

Gigi Sebagai “KTP Biologis” Manusia

Pendidikan
Dislike 0 0 Komentar | 02 September 2026
Kawasan Pendidikan Jatinangor: Antara Truk dan Mahasiswa

Kawasan Pendidikan Jatinangor: Antara Truk dan Mahasiswa

Lifestyle
Dislike 0 0 Komentar | 31 Agustus 2026
Piknik Bebas Plastik, Satu Hari Tanpa Sekali Pakai di Taman Panatayuda

Piknik Bebas Plastik, Satu Hari Tanpa Sekali Pakai di Taman Panatayuda

Lifestyle
Dislike 0 0 Komentar | 30 Agustus 2026
PMBV 2026 #Elevate3.0: Meraki untuk Merasa, Bersama untuk Berdaya

PMBV 2026 #Elevate3.0: Meraki untuk Merasa, Bersama untuk Berdaya

Pendidikan
Dislike 0 0 Komentar | 24 Agustus 2026
Bukan Sekedar Boneka Anime: Mengenal Ragam Bentuk dan Lini Merchandise Nuigurumi

Bukan Sekedar Boneka Anime: Mengenal Ragam Bentuk dan Lini Merchandise Nuigurumi

Lifestyle
Dislike 0 0 Komentar | 24 Agustus 2026

Rekomendasi Untuk Anda

Pendidikan

Internet Pengaruhi Modal Sosial dan Tranformasi Sosial di Indonesia: Studi Empiris Prof. Dr. Bayu Kharisma

0 0 0 Komentar | 02 September 2026
Pendidikan

Gigi Sebagai “KTP Biologis” Manusia

0 0 0 Komentar | 02 September 2026
Lifestyle

Kawasan Pendidikan Jatinangor: Antara Truk dan Mahasiswa

0 0 0 Komentar | 31 Agustus 2026
Lifestyle

Piknik Bebas Plastik, Satu Hari Tanpa Sekali Pakai di Taman Panatayuda

0 0 0 Komentar | 30 Agustus 2026
Pendidikan

PMBV 2026 #Elevate3.0: Meraki untuk Merasa, Bersama untuk Berdaya

0 0 0 Komentar | 24 Agustus 2026
Lifestyle

Bukan Sekedar Boneka Anime: Mengenal Ragam Bentuk dan Lini Merchandise Nuigurumi

0 0 0 Komentar | 24 Agustus 2026
Lifestyle

Lebih dari Sekadar Fandom: NCTzen Humanity dan Solidaritas untuk Korban Bencana

0 0 0 Komentar | 22 Agustus 2026
Lifestyle

Esensi Banner Skripsi dan kelulusan: Bentuk budaya populer dikalangan mahasiswa

0 0 0 Komentar | 22 Agustus 2026
Event

PKKMB Fikom Unpad 2026 Resmi Dimulai, Asrayaloka Jadi Ruang Awal Mahasiswa Baru Mengenal Fikom

0 0 0 Komentar | 18 Agustus 2026
Event

Beragam UKM Unpad Hiasi Rangkaian Prabu 2026

0 0 0 Komentar | 11 Agustus 2026
Event

Hari Kedua Prabu 2026, Mahasiswa Baru Ikuti Talkshow, Parade, Hingga Student Festival

0 0 0 Komentar | 11 Agustus 2026
Event

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Hadiri PKKMB Unpad 2026, Soroti Akses Pendidikan Mahasiswa

0 0 0 Komentar | 10 Agustus 2026
Event

12.982 Mahasiswa Baru Mulai Langkah Pertama di PKKMB Unpad 2026

0 0 0 Komentar | 10 Agustus 2026
Event

12.982 Mahasiswa Baru Mulai Langkah Pertama di PKKMB Unpad 2026

0 0 0 Komentar | 10 Agustus 2026
Pendidikan

Hari Pertama PAMUKA 2026, Mahasiswa Baru Kenali Layanan dan Kehidupan Kampus

0 0 0 Komentar | 03 Agustus 2026
Lifestyle

Ketika Makeup Menjadi Bahasa Ekspresi Generasi Muda

0 0 0 Komentar | 02 Agustus 2026
Budaya

Meracik Inovasi: Minuman Tradisional Beradaptasi di Tengah Tren Kekinian

0 0 0 Komentar | 26 Juli 2026
Lifestyle

Membedah Stereotype "Cegil" Terhadap Film Obsession

0 0 0 Komentar | 24 Juli 2026
Lifestyle

Trend Olah Raga lari yang Bergeser Jadi Trend Adu Busana

0 0 0 Komentar | 24 Juli 2026
Lifestyle

Mengelola Cortisol, Mengelola Stres: Cara Ilmiah Mahasiswa Cegah Burnout

0 0 0 Komentar | 24 Juli 2026
Lifestyle

Di Balik Tren Membawa Tumbler di Kalangan Mahasiswa

0 0 0 Komentar | 20 Juli 2026
Lifestyle

Mengintip Komunitas B-Blade, Berdiri 32 Tahun Asah Atlet Sepatu Roda di Bandung

0 0 0 Komentar | 18 Juli 2026
Lifestyle

Cabinet Couture Season 2: Apa yang ditakuti dari akun pengulas outfit pejabat hingga diblokir KOMDIGI?

0 0 0 Komentar | 17 Juli 2026
Event

Ada Apa di Pasar Kreatif Bandung d'Botanica Hari Ini

1 0 0 Komentar | 17 Juli 2026
Lifestyle

Beli Barang Preloved, Masih Worth It Atau Zonk?

1 0 0 Komentar | 17 Juli 2026
Lifestyle

Acai Bowl Jadi Tren Healthy Food di Kalangan Penggemar CORTIS

2 0 0 Komentar | 17 Juli 2026
Budaya

5 Hal Menarik di Balik Asia Africa Festival 2026

2 0 0 Komentar | 13 Juli 2026

Komentar (0)