Hegarmanah | Diperbarui 13:00 WIB Cerah 29°C | Cerah

Kawasan Pendidikan Jatinangor: Antara Truk dan Mahasiswa

Foto Athiyya Rizka Nazhifah
Athiyya Rizka Nazhifah
31 Aug 2026 3 menit baca

Papan Imbauan Supaya Truk Bersumbu Tiga Agar Tidak Melewati Kawasan Pendidikan Jatinangor (Sumber: Kompas.com)

 

Kehidupan Jatinangor tidak pernah lepas dari bisingnya suara kendaraan bagi mereka yang setiap hari beraktivitas. Di antara para pejalan kaki, deretan kendaraan pribadi dan angkutan umum, truk berukuran besar turut mengambil ruang di jalan raya.

Bagi mahasiswa, perjalanan menuju kampus tidak hanya urusan sampai ke tempat tujuan, namun juga harus disertai dengan kehati-hatian selama perjalanan. Padatnya kendaraan hingga truk besar yang membuat keberadaannya terasa cukup berbeda dengan kendaraan lain yang ada jalan.

Menurut Aurel, mahasiswa Universitas Padjadjaran yang telah tinggal di Jatinangor selama lebih dari empat tahun, keberadaan truk besar merupakan salah satu hal yang membuatnya lebih waspada ketika berada di jalan.

Selama berkuliah, Aurel terbiasa menggunakan berbagai moda transportasi untuk menuju kampus. Ia terkadang menumpang kendaraan teman, menggunakan ojek online, maupun berjalan kaki. Menurut Aurel, Jatinangor sebenarnya memiliki jarak antar lokasi yang relatif dekat. Namun, kondisi jalan dan pola lalu lintas membuat mobilitas terkadang menjadi cukup rumit.

Ia juga mengaku cukup sering mendengar kabar mengenai kecelakaan yang terjadi di kawasan Jatinangor. Kehadiran truk berukuran besar menjadi persoalan tersendiri. Dengan kondisi jalan yang relatif sempit dan dipenuhi kendaraan lain, keberadaan truk membuat Aurel merasa harus lebih berhati-hati.

“Truk bikin ngeri-ngeri sedap. Jalanannya sempit, tapi mau gimana lagi. Karena ini kan jalan utama,” tambahnya.

Hal yang serupa dialami juga dengan Naila, mahasiswa Unpad yang telah tinggal di Jatinangor selama dua tahun lebih. Keberadaan truk besar memunculkan kekhawatiran tersendiri. Menurut Nailah, jalan yang digunakan merupakan jalur utama sehingga kendaraan besar memang memiliki kepentingan untuk melintas. Namun, di sisi lain, kawasan tersebut juga merupakan pusat pendidikan dengan mobilitas mahasiswa yang tinggi.

“Jujur nggak safety buat yang nyebrang, karena ini jalan utama. Tapi kalau ini merupakan kawasan  pendidikan harusnya dikurangi truk-truk itu, ditambah jalanannya kecil, cuma mau gimana lagi karena jalanan utama,” ujar Naila.

Jalanan yang tidak pernah sepi ini disebabkan karena Jatinangor merupakan rumah bagi sejumlah perguruan tinggi, diantaranya Universitas Padjadjaran, Institut Teknologi Bandung, Institut Pemerintahan Dalam Negeri, dan Ikopin. Adanya sejumlah perguruan tinggi ini membuat mobilitas masyarakat tinggi dan terus berlangsung sepanjang hari.

Pengguna jalan bagi truk dan mahasiswa memiliki tujuan masing-masing. Truk membutuhkan jalan untuk mengantarkan barang, sedangkan mahasiswa membutuhkan jalan yang aman untuk mencapai kampus hingga menjalankan aktivitas sehari-hari. Keduanya bertemu di ruang jalan yang sama.

Hal ini menimbulkan satu persoalan, yaitu ketika ruang jalan yang digunakan bersama dirasa tidak lagi cukup aman bagi satu pihak, yaitu mahasiswa.

Kekhawatiran inilah yang kemudian mendorong Pemerintah Kabupaten Sumedang mengambil langkah untuk mengurangi lalu-lalang truk berukuran besar di kawasan pendidikan Jatinangor. Pada Juni 2026, Pemkab Sumedang meminta kendaraan sumbu tiga, termasuk truk tronton, tidak lagi melintasi kawasan pendidikan tersebut dan mengarahkan kendaraan besar menuju jalur tol melalui Pamulihan.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir telah memberi imbauan kepada para pengemudi truk-truk besar. Petugas Dinas Perhubungan dan Polres Sumedang juga berjaga di lokasi untuk mengarahkan kendaraan besar agar tidak masuk ke jalan nasional di kawasan pendidikan Jatinangor.

Menurut beliau, risiko kendaraan besar menjadi perhatian karena Jatinangor merupakan wilayah dengan aktivitas masyarakat yang tinggi.

“Kami sudah minta rekomendasi ke Kementerian Perhubungan. Kalau pemiliknya sudah mengeluarkan rekomendasi tentunya tindakannya akan semakin kuat lagi. Kami inisiatif dengan Pak Kapolres menjaga jiwa masyarakat Sumedang terutama wilayah pendidikan Jatinangor ini,” ujar Dony.

Namun, memindahkan truk dari Jatinangor bukan perkara mudah, bukan hanya memindahkan kendaraan dari satu ruas jalan ke ruas lainnya. Hal ini karena di balik setiap truk terdapat pengemudi yang bekerja mengantarkan barang dengan mengandalkan jalur distribusi di kawasan Jatinangor.

Bagi mahasiswa Jatinangor, harapannya cukup sederhana. Mereka tidak menuntut jalan yang kosong dari kendaraan, melainkan rasa aman melalui keamanan yang terjamin dalam perjalanan menuju kampus.

Sementara bagi pengemudi truk berukuran besar, jalan merupakan bagian dari pekerjaan yang harus terus ditempuh. Keduanya harus bisa hidup berdampingan di Jatinangor. Kini pemerintah telah turun tangan dalam mencapai tujuan tersebut dengan menerapkan imbauan sehingga hal ini tidak berujung pada risiko keselamatan. 

Pada akhirnya, jalan Jatinangor bukan hanya menjadi jalur bagi truk ataupun mahasiswa. Di ruas jalan yang sama, semua kepentingan harus berjalan beriringan. Tantangannya bukan hanya sekedar mengatur ke mana truk harus melintas, namun untuk memastikan setiap orang dapat melewati jalan yang sama dengan rasa aman.

 

Berita Lainnya

Internet Pengaruhi Modal Sosial dan Tranformasi Sosial di Indonesia: Studi Empiris Prof. Dr. Bayu Kharisma

Internet Pengaruhi Modal Sosial dan Tranformasi Sosial di Indonesia: Studi Empiris Prof. Dr. Bayu Kharisma

Pendidikan
Dislike 0 0 Komentar | 02 September 2026
Gigi Sebagai “KTP Biologis” Manusia

Gigi Sebagai “KTP Biologis” Manusia

Pendidikan
Dislike 0 0 Komentar | 02 September 2026
Kawasan Pendidikan Jatinangor: Antara Truk dan Mahasiswa

Kawasan Pendidikan Jatinangor: Antara Truk dan Mahasiswa

Lifestyle
Dislike 0 0 Komentar | 31 Agustus 2026
Piknik Bebas Plastik, Satu Hari Tanpa Sekali Pakai di Taman Panatayuda

Piknik Bebas Plastik, Satu Hari Tanpa Sekali Pakai di Taman Panatayuda

Lifestyle
Dislike 0 0 Komentar | 30 Agustus 2026
PMBV 2026 #Elevate3.0: Meraki untuk Merasa, Bersama untuk Berdaya

PMBV 2026 #Elevate3.0: Meraki untuk Merasa, Bersama untuk Berdaya

Pendidikan
Dislike 0 0 Komentar | 24 Agustus 2026
Bukan Sekedar Boneka Anime: Mengenal Ragam Bentuk dan Lini Merchandise Nuigurumi

Bukan Sekedar Boneka Anime: Mengenal Ragam Bentuk dan Lini Merchandise Nuigurumi

Lifestyle
Dislike 0 0 Komentar | 24 Agustus 2026

Rekomendasi Untuk Anda

Pendidikan

Internet Pengaruhi Modal Sosial dan Tranformasi Sosial di Indonesia: Studi Empiris Prof. Dr. Bayu Kharisma

0 0 0 Komentar | 02 September 2026
Pendidikan

Gigi Sebagai “KTP Biologis” Manusia

0 0 0 Komentar | 02 September 2026
Lifestyle

Kawasan Pendidikan Jatinangor: Antara Truk dan Mahasiswa

0 0 0 Komentar | 31 Agustus 2026
Lifestyle

Piknik Bebas Plastik, Satu Hari Tanpa Sekali Pakai di Taman Panatayuda

0 0 0 Komentar | 30 Agustus 2026
Pendidikan

PMBV 2026 #Elevate3.0: Meraki untuk Merasa, Bersama untuk Berdaya

0 0 0 Komentar | 24 Agustus 2026
Lifestyle

Bukan Sekedar Boneka Anime: Mengenal Ragam Bentuk dan Lini Merchandise Nuigurumi

0 0 0 Komentar | 24 Agustus 2026
Lifestyle

Lebih dari Sekadar Fandom: NCTzen Humanity dan Solidaritas untuk Korban Bencana

0 0 0 Komentar | 22 Agustus 2026
Lifestyle

Esensi Banner Skripsi dan kelulusan: Bentuk budaya populer dikalangan mahasiswa

0 0 0 Komentar | 22 Agustus 2026
Event

PKKMB Fikom Unpad 2026 Resmi Dimulai, Asrayaloka Jadi Ruang Awal Mahasiswa Baru Mengenal Fikom

0 0 0 Komentar | 18 Agustus 2026
Event

Beragam UKM Unpad Hiasi Rangkaian Prabu 2026

0 0 0 Komentar | 11 Agustus 2026
Event

Hari Kedua Prabu 2026, Mahasiswa Baru Ikuti Talkshow, Parade, Hingga Student Festival

0 0 0 Komentar | 11 Agustus 2026
Event

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Hadiri PKKMB Unpad 2026, Soroti Akses Pendidikan Mahasiswa

0 0 0 Komentar | 10 Agustus 2026
Event

12.982 Mahasiswa Baru Mulai Langkah Pertama di PKKMB Unpad 2026

0 0 0 Komentar | 10 Agustus 2026
Event

12.982 Mahasiswa Baru Mulai Langkah Pertama di PKKMB Unpad 2026

0 0 0 Komentar | 10 Agustus 2026
Pendidikan

Hari Pertama PAMUKA 2026, Mahasiswa Baru Kenali Layanan dan Kehidupan Kampus

0 0 0 Komentar | 03 Agustus 2026
Lifestyle

Ketika Makeup Menjadi Bahasa Ekspresi Generasi Muda

0 0 0 Komentar | 02 Agustus 2026
Budaya

Meracik Inovasi: Minuman Tradisional Beradaptasi di Tengah Tren Kekinian

0 0 0 Komentar | 26 Juli 2026
Lifestyle

Membedah Stereotype "Cegil" Terhadap Film Obsession

0 0 0 Komentar | 24 Juli 2026
Lifestyle

Trend Olah Raga lari yang Bergeser Jadi Trend Adu Busana

0 0 0 Komentar | 24 Juli 2026
Lifestyle

Mengelola Cortisol, Mengelola Stres: Cara Ilmiah Mahasiswa Cegah Burnout

0 0 0 Komentar | 24 Juli 2026
Lifestyle

Di Balik Tren Membawa Tumbler di Kalangan Mahasiswa

0 0 0 Komentar | 20 Juli 2026
Lifestyle

Mengintip Komunitas B-Blade, Berdiri 32 Tahun Asah Atlet Sepatu Roda di Bandung

0 0 0 Komentar | 18 Juli 2026
Lifestyle

Cabinet Couture Season 2: Apa yang ditakuti dari akun pengulas outfit pejabat hingga diblokir KOMDIGI?

0 0 0 Komentar | 17 Juli 2026
Event

Ada Apa di Pasar Kreatif Bandung d'Botanica Hari Ini

1 0 0 Komentar | 17 Juli 2026
Lifestyle

Beli Barang Preloved, Masih Worth It Atau Zonk?

1 0 0 Komentar | 17 Juli 2026
Lifestyle

Acai Bowl Jadi Tren Healthy Food di Kalangan Penggemar CORTIS

2 0 0 Komentar | 17 Juli 2026
Budaya

5 Hal Menarik di Balik Asia Africa Festival 2026

2 0 0 Komentar | 13 Juli 2026

Komentar (0)