Hegarmanah | Diperbarui 14:00 WIB Cerah 28°C | Cerah

5 Hal Menarik di Balik Asia Africa Festival 2026

Asia Africa Festival tidak hanya sekadar peringatan sejarah Konferensi Asia Afrika, tetapi juga ruang yang terus mempertemukan masyarakat, budaya, dan negara dalam semangat kebersamaan.
Foto Tiara Nurzavira
Tiara Nurzavira
13 Jul 2026 3 menit baca
Asia-Afrika Festival 2026 (Foto: Ayesha Kayla)

Asia Africa Festival (AAF) 2026 kembali digelar di kawasan Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, pada 11–12 Juli 2026. Selama dua hari, ribuan masyarakat memadati kawasan bersejarah tersebut untuk menyaksikan parade budaya, pertunjukan seni, hingga menjelajahi pasar kreatif yang menghadirkan beragam produk lokal.

Namun, dibalik kemeriahan yang terlihat, festival ini menyimpan sejumlah fakta menarik. Mulai dari kehadiran puluhan negara hingga tema yang membawa semangat persahabatan antarbangsa, berikut beberapa hal yang membuat Asia Africa Festival 2026 lebih dari sekadar festival budaya.

1. Dihadiri Delegasi dari 26 Negara

Asia Africa Festival 2026 tidak hanya menjadi perayaan bagi masyarakat Bandung, tetapi juga ajang yang mempertemukan berbagai negara. Sebanyak 26 negara turut berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan tahun ini. Selain para delegasi, festival juga dihadiri sejumlah duta besar, perwakilan kementerian, hingga Menteri Lingkungan Hidup yang mengikuti berbagai agenda dalam rangkaian peringatan Konferensi Asia Afrika.

2. Parade Budaya Jadi Magnet Utama Festival

Salah satu agenda yang paling dinantikan adalah Asia Africa Carnival atau parade budaya. Karnaval dimulai pada pukul 08.00 WIB, tetapi antusiasme masyarakat sudah terlihat sejak dini hari dengan memadati kawasan Jalan Asia Afrika demi mendapatkan posisi terbaik untuk menyaksikan rombongan peserta melintas. Beragam kostum tradisional, pertunjukan seni, hingga penampilan budaya dari berbagai daerah dan negara menjadikan parade ini sebagai daya tarik utama festival.

3. Tidak Hanya Karnaval, Ada Tiga Pengalaman Utama

Asia Africa Festival 2026 menghadirkan tiga pengalaman utama yang dapat dinikmati pengunjung. Yang pertama adalah Asia Africa Carnival, parade budaya yang menjadi ikon festival. Kedua, Asia Africa Corner, ruang yang menghadirkan berbagai pertukaran budaya lintas negara. Ketiga, Asia Africa Market, area yang dipenuhi tenant kuliner, UMKM, serta produk-produk kreatif yang menampilkan kekayaan lokal. Ketiga kawasan tersebut membuat festival tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga ruang bagi masyarakat untuk berinteraksi, berbelanja, dan mengenal beragam budaya dalam satu kawasan.

4. Mengusung Semangat Unity in Diversity, Rising in Harmony

Tahun ini, Asia Africa Festival mengangkat tema Unity in Diversity, Rising in Harmony. Tema tersebut merepresentasikan semangat persahabatan antarbangsa yang dibangun melalui keberagaman, inklusivitas, serta kerja sama. Pesan yang diusung pun selaras dengan nilai-nilai Konferensi Asia Afrika, bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan untuk saling memahami dan membangun kolaborasi.

5. Dimeriahkan Musisi hingga Seniman Tanah Air

Kemeriahan festival tidak hanya hadir melalui parade budaya. Opening Ceremony di panggung utama depan Gedung Merdeka juga menghadirkan sejumlah penampil, seperti Risa Saraswati, Farhan Helmy, Samba Sunda, My Stylez Dance Performance, serta kolaborasi Manshur Angklung bersama Katrielle Angelica dan Surya Flowz. Rangkaian penampilan tersebut melengkapi suasana festival sekaligus menjadi ruang apresiasi bagi seni dan budaya yang berpadu dengan semangat persahabatan Asia-Afrika.

Melalui berbagai rangkaian acara tersebut, Asia Africa Festival 2026 kembali menunjukkan bahwa kawasan Jalan Asia Afrika bukan hanya menjadi saksi sejarah Konferensi Asia Afrika, tetapi juga ruang yang terus mempertemukan masyarakat, budaya, dan negara dalam semangat kebersamaan.

Berita Lainnya

Internet Pengaruhi Modal Sosial dan Tranformasi Sosial di Indonesia: Studi Empiris Prof. Dr. Bayu Kharisma

Internet Pengaruhi Modal Sosial dan Tranformasi Sosial di Indonesia: Studi Empiris Prof. Dr. Bayu Kharisma

Pendidikan
Dislike 0 0 Komentar | 02 September 2026
Gigi Sebagai “KTP Biologis” Manusia

Gigi Sebagai “KTP Biologis” Manusia

Pendidikan
Dislike 0 0 Komentar | 02 September 2026
Kawasan Pendidikan Jatinangor: Antara Truk dan Mahasiswa

Kawasan Pendidikan Jatinangor: Antara Truk dan Mahasiswa

Lifestyle
Dislike 0 0 Komentar | 31 Agustus 2026
Piknik Bebas Plastik, Satu Hari Tanpa Sekali Pakai di Taman Panatayuda

Piknik Bebas Plastik, Satu Hari Tanpa Sekali Pakai di Taman Panatayuda

Lifestyle
Dislike 0 0 Komentar | 30 Agustus 2026
PMBV 2026 #Elevate3.0: Meraki untuk Merasa, Bersama untuk Berdaya

PMBV 2026 #Elevate3.0: Meraki untuk Merasa, Bersama untuk Berdaya

Pendidikan
Dislike 0 0 Komentar | 24 Agustus 2026
Bukan Sekedar Boneka Anime: Mengenal Ragam Bentuk dan Lini Merchandise Nuigurumi

Bukan Sekedar Boneka Anime: Mengenal Ragam Bentuk dan Lini Merchandise Nuigurumi

Lifestyle
Dislike 0 0 Komentar | 24 Agustus 2026

Rekomendasi Untuk Anda

Pendidikan

Internet Pengaruhi Modal Sosial dan Tranformasi Sosial di Indonesia: Studi Empiris Prof. Dr. Bayu Kharisma

0 0 0 Komentar | 02 September 2026
Pendidikan

Gigi Sebagai “KTP Biologis” Manusia

0 0 0 Komentar | 02 September 2026
Lifestyle

Kawasan Pendidikan Jatinangor: Antara Truk dan Mahasiswa

0 0 0 Komentar | 31 Agustus 2026
Lifestyle

Piknik Bebas Plastik, Satu Hari Tanpa Sekali Pakai di Taman Panatayuda

0 0 0 Komentar | 30 Agustus 2026
Pendidikan

PMBV 2026 #Elevate3.0: Meraki untuk Merasa, Bersama untuk Berdaya

0 0 0 Komentar | 24 Agustus 2026
Lifestyle

Bukan Sekedar Boneka Anime: Mengenal Ragam Bentuk dan Lini Merchandise Nuigurumi

0 0 0 Komentar | 24 Agustus 2026
Lifestyle

Lebih dari Sekadar Fandom: NCTzen Humanity dan Solidaritas untuk Korban Bencana

0 0 0 Komentar | 22 Agustus 2026
Lifestyle

Esensi Banner Skripsi dan kelulusan: Bentuk budaya populer dikalangan mahasiswa

0 0 0 Komentar | 22 Agustus 2026
Event

PKKMB Fikom Unpad 2026 Resmi Dimulai, Asrayaloka Jadi Ruang Awal Mahasiswa Baru Mengenal Fikom

0 0 0 Komentar | 18 Agustus 2026
Event

Beragam UKM Unpad Hiasi Rangkaian Prabu 2026

0 0 0 Komentar | 11 Agustus 2026
Event

Hari Kedua Prabu 2026, Mahasiswa Baru Ikuti Talkshow, Parade, Hingga Student Festival

0 0 0 Komentar | 11 Agustus 2026
Event

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Hadiri PKKMB Unpad 2026, Soroti Akses Pendidikan Mahasiswa

0 0 0 Komentar | 10 Agustus 2026
Event

12.982 Mahasiswa Baru Mulai Langkah Pertama di PKKMB Unpad 2026

0 0 0 Komentar | 10 Agustus 2026
Event

12.982 Mahasiswa Baru Mulai Langkah Pertama di PKKMB Unpad 2026

0 0 0 Komentar | 10 Agustus 2026
Pendidikan

Hari Pertama PAMUKA 2026, Mahasiswa Baru Kenali Layanan dan Kehidupan Kampus

0 0 0 Komentar | 03 Agustus 2026
Lifestyle

Ketika Makeup Menjadi Bahasa Ekspresi Generasi Muda

0 0 0 Komentar | 02 Agustus 2026
Budaya

Meracik Inovasi: Minuman Tradisional Beradaptasi di Tengah Tren Kekinian

0 0 0 Komentar | 26 Juli 2026
Lifestyle

Membedah Stereotype "Cegil" Terhadap Film Obsession

0 0 0 Komentar | 24 Juli 2026
Lifestyle

Trend Olah Raga lari yang Bergeser Jadi Trend Adu Busana

0 0 0 Komentar | 24 Juli 2026
Lifestyle

Mengelola Cortisol, Mengelola Stres: Cara Ilmiah Mahasiswa Cegah Burnout

0 0 0 Komentar | 24 Juli 2026
Lifestyle

Di Balik Tren Membawa Tumbler di Kalangan Mahasiswa

0 0 0 Komentar | 20 Juli 2026
Lifestyle

Mengintip Komunitas B-Blade, Berdiri 32 Tahun Asah Atlet Sepatu Roda di Bandung

0 0 0 Komentar | 18 Juli 2026
Lifestyle

Cabinet Couture Season 2: Apa yang ditakuti dari akun pengulas outfit pejabat hingga diblokir KOMDIGI?

0 0 0 Komentar | 17 Juli 2026
Event

Ada Apa di Pasar Kreatif Bandung d'Botanica Hari Ini

1 0 0 Komentar | 17 Juli 2026
Lifestyle

Beli Barang Preloved, Masih Worth It Atau Zonk?

1 0 0 Komentar | 17 Juli 2026
Lifestyle

Acai Bowl Jadi Tren Healthy Food di Kalangan Penggemar CORTIS

2 0 0 Komentar | 17 Juli 2026
Budaya

5 Hal Menarik di Balik Asia Africa Festival 2026

2 0 0 Komentar | 13 Juli 2026

Komentar (0)