Hegarmanah | Diperbarui 15:00 WIB Berawan 28°C | Berawan

Mengintip Komunitas B-Blade, Berdiri 32 Tahun Asah Atlet Sepatu Roda di Bandung

Lagu rollerblade tengah ramai digunakan di media sosial, membuat olahraga sepatu roda kembali mencuri perhatian. Namun, jauh sebelum tren itu datang, roda-roda milik Komunitas B-Blade sudah lebih dulu berputar di lintasan Saparua selama lebih dari tiga dekade.
Foto Auryn Talitha
Auryn Talitha
18 Jul 2026 3 menit baca
Atlet komunitas sepatu roda B-Blade menjalankan pelatihan rutin di Lapangan Saparua, Kota Bandung. (Foto: Auryn Talitha)

Suara lagu rollerblade memang tengah ramai berseliweran di media sosial. Namun, jauh sebelum tren itu kembali mencuri perhatian, suara roda yang menggesek lintasan aspal sudah lebih dulu menjadi keseharian Komunitas B-Blade di Kota Bandung.

Komunitas sepatu roda yang berdiri sejak 1994 ini menjadi salah satu klub tertua di Bandung. Perjalanannya dimulai dari latihan sederhana di kawasan Balai Kota Bandung, sebelum akhirnya menetap di lintasan sepatu roda Saparua.

Pelatih B-Blade, Erik Nurmansyah, mengatakan komunitas tersebut awalnya dibentuk sebagai wadah bagi para pecinta inline skate dengan berbagai cabang, mulai dari freestyle, agresif, hockey, hingga speed.

"Awalnya kami latihan di Balai Kota. Dulu kebanyakan main freestyle, agresif, sama hockey, tapi ada juga beberapa atlet speed. Waktu itu kalau mau ada PON, kami mulai menyiapkan atletnya," ujar Erik.

Prestasi yang terus diraih para atlet B-Blade di ajang Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat kemudian menjadi titik balik bagi komunitas ini. Setelah beberapa kali keluar sebagai juara umum, pemerintah membangun lintasan sepatu roda di Saparua yang hingga kini menjadi tempat latihan mereka.

"Alhamdulillah sampai sekarang masih bisa bertahan karena atlet-atlet kami juga terus berprestasi," katanya.

B-Blade kini membina hampir 80 atlet dengan didampingi enam pelatih. Pembinaan dibagi ke dalam tiga kelas, yakni pemula, standar, dan speed. Menariknya, pengelompokan tersebut tidak ditentukan berdasarkan usia, melainkan kemampuan masing-masing peserta.

"Kalau baru belajar ya tetap masuk kelas pemula, meskipun usianya sudah besar. Jadi bukan berdasarkan umur, tapi berdasarkan level kemampuannya," jelas Erik.

Anak-anak bahkan sudah bisa mulai berlatih sejak usia sekitar tiga setengah tahun, selama mereka sudah mampu berdiri dan memiliki keseimbangan dasar.

Meski identik dengan olahraga ekstrem, Erik menilai risiko cedera justru menjadi bagian dari proses belajar yang harus dipahami sejak awal. Karena itu, penggunaan helm dan pelindung lutut maupun siku diwajibkan bagi peserta pemula dan kelas standar.

"Sepatu roda ini memang termasuk olahraga ekstrem. Sekali jatuh lumayan, makanya untuk pemula wajib pakai helm dan deker. Yang speed biasanya sudah lebih berpengalaman, tapi helm tetap wajib," ujarnya.

Menurut Erik, tantangan terbesar yang dihadapi B-Blade saat ini bukan lagi soal fasilitas maupun perlengkapan seperti pada masa awal berdiri, melainkan menjaga konsistensi atlet usia dini.

"Kalau dulu justru alatnya yang susah, jadi yang ikut benar-benar fokus. Sekarang tantangannya mood anak-anak," katanya.

Meski demikian, regenerasi atlet terus berjalan. Erik menyebut sebagian besar atlet yang memperkuat Kota Bandung pada ajang Porprov Jawa Barat berasal dari B-Blade. Bahkan banyak pelatih dari klub-klub lain merupakan lulusan komunitas tersebut.

"Kalau untuk Porprov, hampir 80 persen atlet Kota Bandung berasal dari sini. Bahkan banyak pelatih klub lain juga dulunya dari B-Blade," ujarnya.

Hingga kini, aktivitas kompetisi sepatu roda juga masih berlangsung rutin. Dalam satu bulan, kejuaraan bahkan bisa digelar lebih dari sekali dengan berbagai kategori perlombaan.

Di luar pembinaan atlet, Erik mengatakan masyarakat umum yang hanya ingin berolahraga santai juga memiliki ruang untuk menikmati sepatu roda. Menurutnya, sejumlah komunitas rekreasional kini banyak berlatih di taman kota hingga pusat perbelanjaan seperti mall.

"Banyak juga yang cuma buat fun atau olahraga. Biasanya mereka latihan di Taman Kiara Artha, Tegallega, atau sekarang di beberapa mall seperti Citylink, Miko Mall, Lucky Square, sampai King's Shopping Center. Jadi sebenarnya sepatu roda terbuka untuk siapa saja," katanya.

Memasuki usia lebih dari tiga dekade, B-Blade tak hanya menjadi tempat mencetak atlet berprestasi, tetapi juga menjadi saksi bagaimana olahraga sepatu roda terus bertahan mengikuti perubahan zaman. Dari lintasan sederhana di Balai Kota hingga Saparua yang kini menjadi rumah mereka.

Berita Lainnya

Internet Pengaruhi Modal Sosial dan Tranformasi Sosial di Indonesia: Studi Empiris Prof. Dr. Bayu Kharisma

Internet Pengaruhi Modal Sosial dan Tranformasi Sosial di Indonesia: Studi Empiris Prof. Dr. Bayu Kharisma

Pendidikan
Dislike 0 0 Komentar | 02 September 2026
Gigi Sebagai “KTP Biologis” Manusia

Gigi Sebagai “KTP Biologis” Manusia

Pendidikan
Dislike 0 0 Komentar | 02 September 2026
Kawasan Pendidikan Jatinangor: Antara Truk dan Mahasiswa

Kawasan Pendidikan Jatinangor: Antara Truk dan Mahasiswa

Lifestyle
Dislike 0 0 Komentar | 31 Agustus 2026
Piknik Bebas Plastik, Satu Hari Tanpa Sekali Pakai di Taman Panatayuda

Piknik Bebas Plastik, Satu Hari Tanpa Sekali Pakai di Taman Panatayuda

Lifestyle
Dislike 0 0 Komentar | 30 Agustus 2026
PMBV 2026 #Elevate3.0: Meraki untuk Merasa, Bersama untuk Berdaya

PMBV 2026 #Elevate3.0: Meraki untuk Merasa, Bersama untuk Berdaya

Pendidikan
Dislike 0 0 Komentar | 24 Agustus 2026
Bukan Sekedar Boneka Anime: Mengenal Ragam Bentuk dan Lini Merchandise Nuigurumi

Bukan Sekedar Boneka Anime: Mengenal Ragam Bentuk dan Lini Merchandise Nuigurumi

Lifestyle
Dislike 0 0 Komentar | 24 Agustus 2026

Rekomendasi Untuk Anda

Pendidikan

Internet Pengaruhi Modal Sosial dan Tranformasi Sosial di Indonesia: Studi Empiris Prof. Dr. Bayu Kharisma

0 0 0 Komentar | 02 September 2026
Pendidikan

Gigi Sebagai “KTP Biologis” Manusia

0 0 0 Komentar | 02 September 2026
Lifestyle

Kawasan Pendidikan Jatinangor: Antara Truk dan Mahasiswa

0 0 0 Komentar | 31 Agustus 2026
Lifestyle

Piknik Bebas Plastik, Satu Hari Tanpa Sekali Pakai di Taman Panatayuda

0 0 0 Komentar | 30 Agustus 2026
Pendidikan

PMBV 2026 #Elevate3.0: Meraki untuk Merasa, Bersama untuk Berdaya

0 0 0 Komentar | 24 Agustus 2026
Lifestyle

Bukan Sekedar Boneka Anime: Mengenal Ragam Bentuk dan Lini Merchandise Nuigurumi

0 0 0 Komentar | 24 Agustus 2026
Lifestyle

Lebih dari Sekadar Fandom: NCTzen Humanity dan Solidaritas untuk Korban Bencana

0 0 0 Komentar | 22 Agustus 2026
Lifestyle

Esensi Banner Skripsi dan kelulusan: Bentuk budaya populer dikalangan mahasiswa

0 0 0 Komentar | 22 Agustus 2026
Event

PKKMB Fikom Unpad 2026 Resmi Dimulai, Asrayaloka Jadi Ruang Awal Mahasiswa Baru Mengenal Fikom

0 0 0 Komentar | 18 Agustus 2026
Event

Beragam UKM Unpad Hiasi Rangkaian Prabu 2026

0 0 0 Komentar | 11 Agustus 2026
Event

Hari Kedua Prabu 2026, Mahasiswa Baru Ikuti Talkshow, Parade, Hingga Student Festival

0 0 0 Komentar | 11 Agustus 2026
Event

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Hadiri PKKMB Unpad 2026, Soroti Akses Pendidikan Mahasiswa

0 0 0 Komentar | 10 Agustus 2026
Event

12.982 Mahasiswa Baru Mulai Langkah Pertama di PKKMB Unpad 2026

0 0 0 Komentar | 10 Agustus 2026
Event

12.982 Mahasiswa Baru Mulai Langkah Pertama di PKKMB Unpad 2026

0 0 0 Komentar | 10 Agustus 2026
Pendidikan

Hari Pertama PAMUKA 2026, Mahasiswa Baru Kenali Layanan dan Kehidupan Kampus

0 0 0 Komentar | 03 Agustus 2026
Lifestyle

Ketika Makeup Menjadi Bahasa Ekspresi Generasi Muda

0 0 0 Komentar | 02 Agustus 2026
Budaya

Meracik Inovasi: Minuman Tradisional Beradaptasi di Tengah Tren Kekinian

0 0 0 Komentar | 26 Juli 2026
Lifestyle

Membedah Stereotype "Cegil" Terhadap Film Obsession

0 0 0 Komentar | 24 Juli 2026
Lifestyle

Trend Olah Raga lari yang Bergeser Jadi Trend Adu Busana

0 0 0 Komentar | 24 Juli 2026
Lifestyle

Mengelola Cortisol, Mengelola Stres: Cara Ilmiah Mahasiswa Cegah Burnout

0 0 0 Komentar | 24 Juli 2026
Lifestyle

Di Balik Tren Membawa Tumbler di Kalangan Mahasiswa

0 0 0 Komentar | 20 Juli 2026
Lifestyle

Mengintip Komunitas B-Blade, Berdiri 32 Tahun Asah Atlet Sepatu Roda di Bandung

0 0 0 Komentar | 18 Juli 2026
Lifestyle

Cabinet Couture Season 2: Apa yang ditakuti dari akun pengulas outfit pejabat hingga diblokir KOMDIGI?

0 0 0 Komentar | 17 Juli 2026
Event

Ada Apa di Pasar Kreatif Bandung d'Botanica Hari Ini

1 0 0 Komentar | 17 Juli 2026
Lifestyle

Beli Barang Preloved, Masih Worth It Atau Zonk?

1 0 0 Komentar | 17 Juli 2026
Lifestyle

Acai Bowl Jadi Tren Healthy Food di Kalangan Penggemar CORTIS

2 0 0 Komentar | 17 Juli 2026
Budaya

5 Hal Menarik di Balik Asia Africa Festival 2026

2 0 0 Komentar | 13 Juli 2026

Komentar (0)