Hegarmanah | Diperbarui 15:00 WIB Berawan 27°C | Berawan

Meracik Inovasi: Minuman Tradisional Beradaptasi di Tengah Tren Kekinian

Foto Debora Christiani Dohona
Debora Christiani Dohona
26 Jul 2026 3 menit baca

Beras kencur dan kunyit asam merupakan minuman tradisional berbahan rempah yang menjadi bagian dari budaya pangan Indonesia. (Foto: Pixabay)

Deretan pangan olahan memenuhi meja, rak, dan booth dalam peluncuran Satuan Usaha Inovasi PADI (Padjadjaran Agro Discovery and Innovation) Universitas Padjadjaran di Gedung Rektorat Unpad, Kamis (23/7/2026). Sekitar 80 hasil riset sivitas akademika diperkenalkan kepada publik sebagai bagian dari upaya hilirisasi penelitian. Di antara berbagai karya tersebut, olahan berbasis rempah mencuri perhatian. Beras kencur, kunyit asam, jamu pahitan, susu jahe, hingga herbal tea daun ungu dan jahe memperlihatkan bahwa minuman tradisional masih terus hadir melalui pengembangan yang mengikuti kebutuhan masyarakat masa kini.

Peluncuran PADI menjadi langkah Universitas Padjadjaran dalam memperluas pemasaran hasil penelitian agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas. Berbagai karya yang dipasarkan telah melalui proses kurasi sebelum diperkenalkan kepada masyarakat. Kehadiran racikan berbahan rempah di antara puluhan hasil riset tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kekayaan pangan Nusantara tetap memiliki ruang untuk berkembang di tengah pesatnya industri minuman modern.

Perubahan pola konsumsi dalam beberapa tahun terakhir turut mempengaruhi pilihan masyarakat terhadap minuman. Kopi susu, matcha, minuman berbasis fermentasi, hingga berbagai menu musiman semakin mudah ditemukan dan menjadi bagian dari gaya hidup, terutama di kalangan generasi muda. Kondisi tersebut mendorong minuman tradisional untuk terus beradaptasi agar tetap dikenal. Pengembangan dari sisi kemasan, penyajian, maupun cita rasa menjadi salah satu cara memperkenalkan kembali kekayaan rempah Indonesia kepada generasi saat ini.

Warisan Rempah Nusantara

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan kekayaan rempah terbesar di dunia. Jahe, kunyit, kencur, temulawak, serai, hingga berbagai tanaman herbal telah lama dimanfaatkan sebagai bahan pangan maupun minuman. Pengetahuan mengenai cara meracik bahan-bahan tersebut diwariskan secara turun-temurun dan berkembang sebagai bagian dari kehidupan masyarakat di berbagai daerah.

Keberadaan minuman tradisional tidak hanya berkaitan dengan cita rasa, tetapi juga mencerminkan pengetahuan lokal dalam memanfaatkan sumber daya alam. Jamu, misalnya, telah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia. Pengakuan UNESCO terhadap Jamu Wellness Culture sebagai Warisan Budaya Takbenda pada 2023 semakin menegaskan bahwa tradisi meracik jamu bukan sekadar kebiasaan mengonsumsi minuman herbal, melainkan praktik budaya yang memuat pengetahuan, keterampilan, serta nilai sosial yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Keanekaragaman minuman tradisional Indonesia juga tercermin dari berbagai racikan yang masih dikenal hingga kini. Beras kencur dibuat dari perpaduan beras, kencur, dan gula merah yang menghasilkan cita rasa manis dan segar. Kunyit asam memadukan kunyit dengan asam jawa sehingga menghadirkan rasa yang khas. Jamu pahitan diracik dari berbagai tanaman herbal bercita rasa pahit, sedangkan susu jahe mengkombinasikan jahe dengan susu sebagai minuman penghangat tubuh. Perkembangan teknologi pangan kemudian melahirkan berbagai olahan baru, salah satunya herbal tea daun ungu dan jahe yang mengemas bahan tradisional dalam konsep yang lebih modern.

Adaptasi di Tengah Perubahan Selera

Semakin beragamnya pilihan konsumsi membuat minuman tradisional tidak lagi hanya bersaing dengan sesama racikan herbal, tetapi juga dengan berbagai minuman modern yang menawarkan konsep, tampilan, dan pengalaman baru. Kondisi tersebut mendorong pengembangan olahan rempah agar lebih sesuai dengan kebutuhan konsumen masa kini.

Hasil penelitian berjudul The Existence of Jamu as a Traditional Drink in the Preservation of Indonesian Culinary menunjukkan bahwa budaya mengkonsumsi jamu masih memiliki tempat di kalangan Generasi Z. Penelitian tersebut menemukan bahwa keluarga berperan penting dalam memperkenalkan jamu sejak dini. Penelitian yang sama juga menjelaskan bahwa pembaruan pada kemasan, penyajian, dan pengembangan produk mampu meningkatkan ketertarikan generasi muda terhadap minuman tradisional tanpa menghilangkan identitasnya sebagai bagian dari budaya kuliner Indonesia.

Temuan tersebut sejalan dengan berbagai olahan yang dipamerkan dalam peluncuran PADI Unpad. Bahan-bahan rempah yang telah lama dikenal tetap dipertahankan, sementara bentuk penyajiannya disesuaikan dengan kebutuhan konsumen masa kini. Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa pelestarian budaya tidak selalu dilakukan dengan mempertahankan bentuk lama, tetapi juga melalui penyesuaian agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Lebih dari Sekadar Minuman

Minuman tradisional tidak hanya menawarkan cita rasa khas rempah, tetapi juga merekam perjalanan panjang budaya masyarakat Indonesia. Setiap racikan lahir dari pengetahuan lokal yang berkembang melalui pengalaman, hubungan manusia dengan alam, serta kebiasaan yang diwariskan lintas generasi.

Perubahan gaya hidup memang terus menghadirkan pilihan minuman baru. Namun, keberadaan minuman tradisional menunjukkan bahwa budaya pangan Indonesia masih memiliki tempat di tengah perubahan tersebut. Selama pengetahuan tentang cara meracik, mengolah, dan mengkonsumsinya terus diwariskan, minuman tradisional akan tetap menjadi bagian dari identitas budaya Nusantara yang hidup dan berkembang 

Berita Lainnya

Internet Pengaruhi Modal Sosial dan Tranformasi Sosial di Indonesia: Studi Empiris Prof. Dr. Bayu Kharisma

Internet Pengaruhi Modal Sosial dan Tranformasi Sosial di Indonesia: Studi Empiris Prof. Dr. Bayu Kharisma

Pendidikan
Dislike 0 0 Komentar | 02 September 2026
Gigi Sebagai “KTP Biologis” Manusia

Gigi Sebagai “KTP Biologis” Manusia

Pendidikan
Dislike 0 0 Komentar | 02 September 2026
Kawasan Pendidikan Jatinangor: Antara Truk dan Mahasiswa

Kawasan Pendidikan Jatinangor: Antara Truk dan Mahasiswa

Lifestyle
Dislike 0 0 Komentar | 31 Agustus 2026
Piknik Bebas Plastik, Satu Hari Tanpa Sekali Pakai di Taman Panatayuda

Piknik Bebas Plastik, Satu Hari Tanpa Sekali Pakai di Taman Panatayuda

Lifestyle
Dislike 0 0 Komentar | 30 Agustus 2026
PMBV 2026 #Elevate3.0: Meraki untuk Merasa, Bersama untuk Berdaya

PMBV 2026 #Elevate3.0: Meraki untuk Merasa, Bersama untuk Berdaya

Pendidikan
Dislike 0 0 Komentar | 24 Agustus 2026
Bukan Sekedar Boneka Anime: Mengenal Ragam Bentuk dan Lini Merchandise Nuigurumi

Bukan Sekedar Boneka Anime: Mengenal Ragam Bentuk dan Lini Merchandise Nuigurumi

Lifestyle
Dislike 0 0 Komentar | 24 Agustus 2026

Rekomendasi Untuk Anda

Pendidikan

Internet Pengaruhi Modal Sosial dan Tranformasi Sosial di Indonesia: Studi Empiris Prof. Dr. Bayu Kharisma

0 0 0 Komentar | 02 September 2026
Pendidikan

Gigi Sebagai “KTP Biologis” Manusia

0 0 0 Komentar | 02 September 2026
Lifestyle

Kawasan Pendidikan Jatinangor: Antara Truk dan Mahasiswa

0 0 0 Komentar | 31 Agustus 2026
Lifestyle

Piknik Bebas Plastik, Satu Hari Tanpa Sekali Pakai di Taman Panatayuda

0 0 0 Komentar | 30 Agustus 2026
Pendidikan

PMBV 2026 #Elevate3.0: Meraki untuk Merasa, Bersama untuk Berdaya

0 0 0 Komentar | 24 Agustus 2026
Lifestyle

Bukan Sekedar Boneka Anime: Mengenal Ragam Bentuk dan Lini Merchandise Nuigurumi

0 0 0 Komentar | 24 Agustus 2026
Lifestyle

Lebih dari Sekadar Fandom: NCTzen Humanity dan Solidaritas untuk Korban Bencana

0 0 0 Komentar | 22 Agustus 2026
Lifestyle

Esensi Banner Skripsi dan kelulusan: Bentuk budaya populer dikalangan mahasiswa

0 0 0 Komentar | 22 Agustus 2026
Event

PKKMB Fikom Unpad 2026 Resmi Dimulai, Asrayaloka Jadi Ruang Awal Mahasiswa Baru Mengenal Fikom

0 0 0 Komentar | 18 Agustus 2026
Event

Beragam UKM Unpad Hiasi Rangkaian Prabu 2026

0 0 0 Komentar | 11 Agustus 2026
Event

Hari Kedua Prabu 2026, Mahasiswa Baru Ikuti Talkshow, Parade, Hingga Student Festival

0 0 0 Komentar | 11 Agustus 2026
Event

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Hadiri PKKMB Unpad 2026, Soroti Akses Pendidikan Mahasiswa

0 0 0 Komentar | 10 Agustus 2026
Event

12.982 Mahasiswa Baru Mulai Langkah Pertama di PKKMB Unpad 2026

0 0 0 Komentar | 10 Agustus 2026
Event

12.982 Mahasiswa Baru Mulai Langkah Pertama di PKKMB Unpad 2026

0 0 0 Komentar | 10 Agustus 2026
Pendidikan

Hari Pertama PAMUKA 2026, Mahasiswa Baru Kenali Layanan dan Kehidupan Kampus

0 0 0 Komentar | 03 Agustus 2026
Lifestyle

Ketika Makeup Menjadi Bahasa Ekspresi Generasi Muda

0 0 0 Komentar | 02 Agustus 2026
Budaya

Meracik Inovasi: Minuman Tradisional Beradaptasi di Tengah Tren Kekinian

0 0 0 Komentar | 26 Juli 2026
Lifestyle

Membedah Stereotype "Cegil" Terhadap Film Obsession

0 0 0 Komentar | 24 Juli 2026
Lifestyle

Trend Olah Raga lari yang Bergeser Jadi Trend Adu Busana

0 0 0 Komentar | 24 Juli 2026
Lifestyle

Mengelola Cortisol, Mengelola Stres: Cara Ilmiah Mahasiswa Cegah Burnout

0 0 0 Komentar | 24 Juli 2026
Lifestyle

Di Balik Tren Membawa Tumbler di Kalangan Mahasiswa

0 0 0 Komentar | 20 Juli 2026
Lifestyle

Mengintip Komunitas B-Blade, Berdiri 32 Tahun Asah Atlet Sepatu Roda di Bandung

0 0 0 Komentar | 18 Juli 2026
Lifestyle

Cabinet Couture Season 2: Apa yang ditakuti dari akun pengulas outfit pejabat hingga diblokir KOMDIGI?

0 0 0 Komentar | 17 Juli 2026
Event

Ada Apa di Pasar Kreatif Bandung d'Botanica Hari Ini

1 0 0 Komentar | 17 Juli 2026
Lifestyle

Beli Barang Preloved, Masih Worth It Atau Zonk?

1 0 0 Komentar | 17 Juli 2026
Lifestyle

Acai Bowl Jadi Tren Healthy Food di Kalangan Penggemar CORTIS

2 0 0 Komentar | 17 Juli 2026
Budaya

5 Hal Menarik di Balik Asia Africa Festival 2026

2 0 0 Komentar | 13 Juli 2026

Komentar (0)