Hegarmanah | Diperbarui 19:00 WIB Hujan Ringan 20°C | Hujan Ringan

Esensi Banner Skripsi dan kelulusan: Bentuk budaya populer dikalangan mahasiswa

Walaupun tidak wajib, banner skripsi atau kelulusan jadi hal yang sering ditemui di kampus-kampus
Foto Naura Zahrani Purti
Naura Zahrani Purti
22 Aug 2026 • 3 menit baca
Foto Anang Hermansyah melepaskan lakban dari Banner Skripsi yang dibawa oleh teman-temannya setelah menyelesaikan Ujian Tesis S2 di Universitas Airlangga (Sumber: IDN Times dari Instagram /ashanty_ash)

Indonesia mempunyai tren unik yang tidak wajib namun selalu ada bagi mahasiswa, terutama mahasiswa sarjana setelah menyelesaikan sidang skripsi maupun saat wisuda kelulusan, yaitu membuat banner dengan tulisan lucu atau desain banner yang unik hinga meme-able. Seringkali banner atau spanduk yang dibuat dengan ukuran 60x160cm atau disebut juga X-banner karena kerangka banner yang berbentuk X. 


Kegiatan ini merupakan budaya populer yang seringkali terjadi di kalangan mahasiswa di Indonesia, terutama mahasiswa sarjana, dengan kata-kata lucu seperti “finally kita lulus lur!” atau “Akhirnya lulus, P info loker”, dilengkapi foto-foto lucu hingga aib dengan desain unik dan bahkan acak-acakan seringkali menghiasi lingkungan kampus saat menjelang waktu sidang. Banner-banner ini biasanya diisi lebih dari satu orang atau berkelompok yang terdiri dari teman dekat hingga pernah menjadi bagian dari suatu organisasi atau UKM. Gelar sarjana yang disematkan setelah nama seringkali ditutup dengan lakban hitam, sehingga setelah selesai atau berhasil lulus sidang skripsi, lakban tersebut dicabut oleh pemilik nama dalam banner menandakan bahwa dirinya telah menyelesaikan tahapan terakhir dalam dunia perkuliahan dan mengenyam gelar yang selama ini dijani. 


Hal ini tidak hanya dilakukan oleh mahasiswa sarjana saja, beberapa mahasiswa pasca sarjana dan doktoral terkadang terlihat memiliki banner tersebut, salah satunya mantan anggota DPR-RI dari komisi X serta musikus dan produser rekaman, Anang Hermansyah, terlihat mendapatkan selamat serta memiliki banner skripsi yang dibuat oleh teman-temannya. Dikutip dari IDN Times, foto-fotonya mulai dari saat sidang hingga menerima bunga, selempang, dan menarik lakban dari banner skripsi tersebut terekam kamera dan diunggah di akun Instagram sang istri, Ashanty. Anang tercatat telah lulus dan berhasil mendapat gelar Magister Pengembangan Sumber Daya Manusia di Universitas Airlangga dengan Indeks Prestasi Kumulatif sebesar 3,96 dan mendapatkan predikat cumlaude. 


Menurut Bunga, mahasiswa sarjana Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, banner tersebut bertujuan untuk apresiasi atau selebrasi, walaupun tidak wajib dilakukan, ia pribadi membuatnya bersama teman-teman dan rekan-rekannya sebagai bentuk lucu-lucuan dan ucapan selamat setelah menyelesaikan skripsi. Banner tersebut akan lebih murah jika dibuat bersama teman-teman karena biaya pembuatan banner dibagi atau patungan bersama teman-temannya. Menurutnya UNPAD sendiri lebih banyak budaya banner skripsi dibandingkan banner kelulusan. 


Selain itu banner-banner tersebut di desain lucu dan unik sebagai bentuk ucapan selamat atau apresiasi setelah menjalani skripsi yang terbilang sulit dan melelahkan, sehingga banner dibuat lucu untuk menandakan bahwa hari-hari melelahkan saat menyusun skripsi akhirnya terbayarkan. 


“...emang fungsi banner itu kan untuk merayakan, kalau terlalu formal, monochrome, dan serius, tidak ada efek menyenangkan disana. Jadi untuk menertawakan apa yang sudah terjadi setelah melakukan skripsi, makanya banner dibuat meme-able,” ucap Bunga saat ditemui di Depok, 21 Agustus 2026.
 

Banner-banner ini pun sering dijual di marketplace atau online shop seperti TikTok, Shopee, dan Tokopedia dengan rentang harga mulai dari 30.000 rupiah hingga ratusan ribu rupiah, tergantung pada ukuran, kualitas banner hingga desain yang bisa disesuaikan oleh pembeli. Di tempat fotokopi sekitar UNPAD, harga banner yang siap dicetak (dengan desain yang sudah ada atau dibuat oleh pembeli) berada di rentang harga 35.000 rupiah hingga 100.000 rupiah, tergantung bahan dan kualitas kerangka, biasanya banner pun selesai setelah 2-3 hari proses pencetakan. 
 

Walaupun tidak wajib, mahasiswa seringkali melakukan hal-hal tersebut, tidak hanya di UNPAD, beberapa mahasiswa di Universitas lain juga sering melakukannya. Ini merupakan bentuk apresiasi dan kenang-kenangan, kegiatan ini juga menjadi budaya populer di kalangan mahasiswa di Indonesia. 
 

Berita Lainnya

Sudahkan Aturan Perlindungan Sisa Kuota Melindungi Dompet?

Sudahkan Aturan Perlindungan Sisa Kuota Melindungi Dompet?

Lifestyle
Dislike 0 0 Komentar | 05 Oktober 2026
Kupas Manfaat Puasa secara Medis Bersama Pakar Keperawatan Unpad

Kupas Manfaat Puasa secara Medis Bersama Pakar Keperawatan Unpad

Pendidikan
Dislike 0 0 Komentar | 28 September 2026
Di Balik Penyalahgunaan Kekuasaan, Meninjau dari Perspektif Psikologi bersama Prof. Jainal Abidin

Di Balik Penyalahgunaan Kekuasaan, Meninjau dari Perspektif Psikologi bersama Prof. Jainal Abidin

Pendidikan
Dislike 0 0 Komentar | 23 September 2026
Orasi Ilmiah Kembali Digelar Pada Dies Natalis Unpad Ke-69, Kolaborasi Dengan Brin Menjadi Sorotan

Orasi Ilmiah Kembali Digelar Pada Dies Natalis Unpad Ke-69, Kolaborasi Dengan Brin Menjadi Sorotan

Pendidikan
Dislike 0 0 Komentar | 14 September 2026
Awas Charger KW dan Ini Tips Menghindarinya

Awas Charger KW dan Ini Tips Menghindarinya

Lifestyle
Dislike 0 0 Komentar | 09 September 2026
Tren “Obat Penurun Berat Badan” Ozempic, Mendalami Bahaya Kesehatan Di Baliknya

Tren “Obat Penurun Berat Badan” Ozempic, Mendalami Bahaya Kesehatan Di Baliknya

Lifestyle
Dislike 0 0 Komentar | 07 September 2026

Rekomendasi Untuk Anda

Lifestyle

Sudahkan Aturan Perlindungan Sisa Kuota Melindungi Dompet?

0 0 0 Komentar | 05 Oktober 2026
Pendidikan

Kupas Manfaat Puasa secara Medis Bersama Pakar Keperawatan Unpad

0 0 0 Komentar | 28 September 2026
Pendidikan

Di Balik Penyalahgunaan Kekuasaan, Meninjau dari Perspektif Psikologi bersama Prof. Jainal Abidin

0 0 0 Komentar | 23 September 2026
Pendidikan

Orasi Ilmiah Kembali Digelar Pada Dies Natalis Unpad Ke-69, Kolaborasi Dengan Brin Menjadi Sorotan

0 0 0 Komentar | 14 September 2026
Lifestyle

Awas Charger KW dan Ini Tips Menghindarinya

1 0 0 Komentar | 09 September 2026
Lifestyle

Tren “Obat Penurun Berat Badan” Ozempic, Mendalami Bahaya Kesehatan Di Baliknya

1 0 0 Komentar | 07 September 2026
Pendidikan

Bedah Kebijakan Luar Negeri Prabowo Bersama Akademisi Unpad, Prof. Dr. Arifin Sudirman

0 0 0 Komentar | 04 September 2026
Pendidikan

Internet Pengaruhi Modal Sosial dan Tranformasi Sosial di Indonesia: Studi Empiris Prof. Dr. Bayu Kharisma

0 0 0 Komentar | 02 September 2026
Pendidikan

Gigi Sebagai “KTP Biologis” Manusia

0 0 0 Komentar | 02 September 2026
Lifestyle

Kawasan Pendidikan Jatinangor: Antara Truk dan Mahasiswa

0 0 0 Komentar | 31 Agustus 2026
Lifestyle

Piknik Bebas Plastik, Satu Hari Tanpa Sekali Pakai di Taman Panatayuda

0 0 0 Komentar | 30 Agustus 2026
Pendidikan

PMBV 2026 #Elevate3.0: Meraki untuk Merasa, Bersama untuk Berdaya

0 0 0 Komentar | 24 Agustus 2026
Lifestyle

Bukan Sekedar Boneka Anime: Mengenal Ragam Bentuk dan Lini Merchandise Nuigurumi

0 0 0 Komentar | 24 Agustus 2026
Lifestyle

Lebih dari Sekadar Fandom: NCTzen Humanity dan Solidaritas untuk Korban Bencana

0 0 0 Komentar | 22 Agustus 2026
Lifestyle

Esensi Banner Skripsi dan kelulusan: Bentuk budaya populer dikalangan mahasiswa

0 0 0 Komentar | 22 Agustus 2026
Event

PKKMB Fikom Unpad 2026 Resmi Dimulai, Asrayaloka Jadi Ruang Awal Mahasiswa Baru Mengenal Fikom

0 0 0 Komentar | 18 Agustus 2026
Event

Beragam UKM Unpad Hiasi Rangkaian Prabu 2026

0 0 0 Komentar | 11 Agustus 2026
Event

Hari Kedua Prabu 2026, Mahasiswa Baru Ikuti Talkshow, Parade, Hingga Student Festival

0 0 0 Komentar | 11 Agustus 2026
Event

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Hadiri PKKMB Unpad 2026, Soroti Akses Pendidikan Mahasiswa

0 0 0 Komentar | 10 Agustus 2026
Event

12.982 Mahasiswa Baru Mulai Langkah Pertama di PKKMB Unpad 2026

0 0 0 Komentar | 10 Agustus 2026
Event

12.982 Mahasiswa Baru Mulai Langkah Pertama di PKKMB Unpad 2026

0 0 0 Komentar | 10 Agustus 2026
Pendidikan

Hari Pertama PAMUKA 2026, Mahasiswa Baru Kenali Layanan dan Kehidupan Kampus

0 0 0 Komentar | 03 Agustus 2026
Lifestyle

Ketika Makeup Menjadi Bahasa Ekspresi Generasi Muda

0 0 0 Komentar | 02 Agustus 2026
Budaya

Meracik Inovasi: Minuman Tradisional Beradaptasi di Tengah Tren Kekinian

0 0 0 Komentar | 26 Juli 2026
Lifestyle

Membedah Stereotype "Cegil" Terhadap Film Obsession

1 0 0 Komentar | 24 Juli 2026
Lifestyle

Trend Olah Raga lari yang Bergeser Jadi Trend Adu Busana

0 0 0 Komentar | 24 Juli 2026
Lifestyle

Mengelola Cortisol, Mengelola Stres: Cara Ilmiah Mahasiswa Cegah Burnout

0 0 0 Komentar | 24 Juli 2026

Komentar (0)