Hegarmanah | Diperbarui 13:00 WIB Cerah 29°C | Cerah

Lebih dari Sekadar Fandom: NCTzen Humanity dan Solidaritas untuk Korban Bencana

Fandom tidak hanya sekedera komunita penggemar Idola, namun dapat memberikan dampak nyata bagi sosial dan masyarakat
Foto Naura Zahrani Purti
Naura Zahrani Purti
22 Aug 2026 3 menit baca
Akun resmi X dan Instagram NCTzen Humanity (Sumber X dan IG: @greencitzen)

Berawal dari bentuk kepedulian sosial terhadap bencana alam maupun aksi demonstrasi, para penggemar atau fandom dari boyband group NCT dan WayV memulai inisiatif solidaritas digital dengan membentuk gerakan sosial bernama NCTzen Humanity. Komunitas gerakan sosial non-profit yang dimulai pada tahun 2021 ini aktif bergerak di bidang kemanusiaan mulai dari memberi bantuan kepada korban bencana alam hingga mengirimkan ambulan dan bantuan kesehatan kepada massa aksi demonstrasi. Dana yang didapatkan berasal dari penggalangan dana kolektif atau open donation dari para penggemar atau fandom NCT dan WayV serta masyarakat umum yang ingin melakukan donasi. Dana yang terkumpul biasanya disalurkan melalui lembaga kemanusiaan seperti Dompet Dhuafa atau Badan Zakat Nasional atau BAZNAS. Tidak hanya itu NCTzen Humanity sering kali langsung menyalurkan bantuan ke tempat bencana atau aksi demonstrasi yang sedang berlangsung. 

Komunitas ini tercatat telah melakukan bantuan ke berbagai hal, mulai dari donasi ratusan juta rupiah untuk masyarakat Palestina, menyediakan fasilitas ambulan serta makanan dan minuman gratis untuk massa aksi demonstrasi di kawasan aksi unjuk rasa di Jakarta, hingga bantuan berupa logisitik untuk korban bencana alam seperti korban banjir di sekitar Jabodetabek, gempa di Cianjur, banjir bandang di Sumatera, hingga yang paling terbaru mengirimkan bantuan ke daerah terdampak gempa di NTT. Lewat akun resmi X @greencitizen komunitas telah berhasil sampai ke daerah terisolasi, Pulau Palue, Kabupaten Sikka di Nusa Tenggara Timur. 2 hari setelah gempa terjadi, komunitas tersebut langsung bergerak untuk membawa bantuan dari donasi fandom NCT, WayV, dan masyarakat umum ke daerah yang terisolasi tersebut. 

NCTzen Humanity hadir sebagai wadah atau sarana bagi fandom NCT, WayV, dan masyarakat Indonesia belum bisa turun langsung untuk membantu atau yang belum bisa turun langsung dalam aksi demonstrasi untuk memberikan bantuan sebagai bentuk partisipasi lewat bantuan dana dan donasi yang dibuka lewat internet atau dunia digital. 

Selain mengunggah bentuk-bentuk bantuan aksi sosial atau solidaritas yang diberikan di akun resmi X dan Instagram, NCTzen Humanity juga mengunggah laporan pertanggungjawaban atau rincian dana masuk dan dana keluar sebagai bentuk transparansi keuangan yang profesional. Hal ini membantu meningkatkan kepercayaan donatur saat memberikan bantuan dan dana mereka kepada komunitas tersebut. 

Tidak hanya fandom dari NCT dan WayV, banya komunitas atau fandom-fandom K-Pop yang seringkali menggalang dana serta memberikan bantuan kepada korban bencana di Indonesia hingga Palestina. Dikutip dari kabarminang.id serta voaindonesia.com beberapa komunitas fandom tersebut diantaranya fandom BTS yaitu BTS ARMY Indonesia Peduli, fandom Enhypen dengan nama ENHYPEN HUMANITY, fandom Treasure dengan nama Teume Indonesia, fandom EXO dengan nama EXOL Indonesia, fandom Super Junior dengan nama ELF INA Undercover, fandom Seventeen dengan nama CARAT Indonesia, hingga fandom ITZY dengan nama MIDZY Indonesia. 

Dikutip dari Voice of America, Profesor Dae Young Kim, dosen jurusan Sosiologi di Universitas George Mason, Amerika, yang telah melakukan studi mengenai dampak K-Pop kepada penggemar adalah mereka lebih sadar lewat keterlibatan individu dalam suatu fandom. Menurutnya kegiatan amal dengan tujuan baik akan mampu menonjolkan kelompok mereka dan meningkatkan citra kelompok mereka. Tidak hanya itu, para fans juga seringkali terinspirasi lewat kegiatan amal dan saran yang dilakukan oleh idola mereka. 

Kegiatan yang dilakukan tidak hanya oleh NCTzen Humanity namun juga komunitas fandom K-Pop lain menepis anggapan dan stigma negatif yang kerap kali disematkan oleh orang-orang terhadap fandom K-Pop seperti fanatisme berlebihan, konsumtif, berperilaku histeris dan tidak rasional, nyatanya fandom-fandom ini bahkan lebih berdampak secara nyata terhadap fenomena atau isu-isu kritis, mulai dari crowdfunding atau penggalangan dana hingga menaikkan tagar di internet terutama X atau twitter seperti #SavePapuaForest atau #IndonesiaGelap. Tidak hanya membantu meningkatkan nama komunitas dan idola mereka, komunitas fandom ini juga secara nyata memberikan dampak di kehidupan nyata. 

Berita Lainnya

Internet Pengaruhi Modal Sosial dan Tranformasi Sosial di Indonesia: Studi Empiris Prof. Dr. Bayu Kharisma

Internet Pengaruhi Modal Sosial dan Tranformasi Sosial di Indonesia: Studi Empiris Prof. Dr. Bayu Kharisma

Pendidikan
Dislike 0 0 Komentar | 02 September 2026
Gigi Sebagai “KTP Biologis” Manusia

Gigi Sebagai “KTP Biologis” Manusia

Pendidikan
Dislike 0 0 Komentar | 02 September 2026
Kawasan Pendidikan Jatinangor: Antara Truk dan Mahasiswa

Kawasan Pendidikan Jatinangor: Antara Truk dan Mahasiswa

Lifestyle
Dislike 0 0 Komentar | 31 Agustus 2026
Piknik Bebas Plastik, Satu Hari Tanpa Sekali Pakai di Taman Panatayuda

Piknik Bebas Plastik, Satu Hari Tanpa Sekali Pakai di Taman Panatayuda

Lifestyle
Dislike 0 0 Komentar | 30 Agustus 2026
PMBV 2026 #Elevate3.0: Meraki untuk Merasa, Bersama untuk Berdaya

PMBV 2026 #Elevate3.0: Meraki untuk Merasa, Bersama untuk Berdaya

Pendidikan
Dislike 0 0 Komentar | 24 Agustus 2026
Bukan Sekedar Boneka Anime: Mengenal Ragam Bentuk dan Lini Merchandise Nuigurumi

Bukan Sekedar Boneka Anime: Mengenal Ragam Bentuk dan Lini Merchandise Nuigurumi

Lifestyle
Dislike 0 0 Komentar | 24 Agustus 2026

Rekomendasi Untuk Anda

Pendidikan

Internet Pengaruhi Modal Sosial dan Tranformasi Sosial di Indonesia: Studi Empiris Prof. Dr. Bayu Kharisma

0 0 0 Komentar | 02 September 2026
Pendidikan

Gigi Sebagai “KTP Biologis” Manusia

0 0 0 Komentar | 02 September 2026
Lifestyle

Kawasan Pendidikan Jatinangor: Antara Truk dan Mahasiswa

0 0 0 Komentar | 31 Agustus 2026
Lifestyle

Piknik Bebas Plastik, Satu Hari Tanpa Sekali Pakai di Taman Panatayuda

0 0 0 Komentar | 30 Agustus 2026
Pendidikan

PMBV 2026 #Elevate3.0: Meraki untuk Merasa, Bersama untuk Berdaya

0 0 0 Komentar | 24 Agustus 2026
Lifestyle

Bukan Sekedar Boneka Anime: Mengenal Ragam Bentuk dan Lini Merchandise Nuigurumi

0 0 0 Komentar | 24 Agustus 2026
Lifestyle

Lebih dari Sekadar Fandom: NCTzen Humanity dan Solidaritas untuk Korban Bencana

0 0 0 Komentar | 22 Agustus 2026
Lifestyle

Esensi Banner Skripsi dan kelulusan: Bentuk budaya populer dikalangan mahasiswa

0 0 0 Komentar | 22 Agustus 2026
Event

PKKMB Fikom Unpad 2026 Resmi Dimulai, Asrayaloka Jadi Ruang Awal Mahasiswa Baru Mengenal Fikom

0 0 0 Komentar | 18 Agustus 2026
Event

Beragam UKM Unpad Hiasi Rangkaian Prabu 2026

0 0 0 Komentar | 11 Agustus 2026
Event

Hari Kedua Prabu 2026, Mahasiswa Baru Ikuti Talkshow, Parade, Hingga Student Festival

0 0 0 Komentar | 11 Agustus 2026
Event

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Hadiri PKKMB Unpad 2026, Soroti Akses Pendidikan Mahasiswa

0 0 0 Komentar | 10 Agustus 2026
Event

12.982 Mahasiswa Baru Mulai Langkah Pertama di PKKMB Unpad 2026

0 0 0 Komentar | 10 Agustus 2026
Event

12.982 Mahasiswa Baru Mulai Langkah Pertama di PKKMB Unpad 2026

0 0 0 Komentar | 10 Agustus 2026
Pendidikan

Hari Pertama PAMUKA 2026, Mahasiswa Baru Kenali Layanan dan Kehidupan Kampus

0 0 0 Komentar | 03 Agustus 2026
Lifestyle

Ketika Makeup Menjadi Bahasa Ekspresi Generasi Muda

0 0 0 Komentar | 02 Agustus 2026
Budaya

Meracik Inovasi: Minuman Tradisional Beradaptasi di Tengah Tren Kekinian

0 0 0 Komentar | 26 Juli 2026
Lifestyle

Membedah Stereotype "Cegil" Terhadap Film Obsession

0 0 0 Komentar | 24 Juli 2026
Lifestyle

Trend Olah Raga lari yang Bergeser Jadi Trend Adu Busana

0 0 0 Komentar | 24 Juli 2026
Lifestyle

Mengelola Cortisol, Mengelola Stres: Cara Ilmiah Mahasiswa Cegah Burnout

0 0 0 Komentar | 24 Juli 2026
Lifestyle

Di Balik Tren Membawa Tumbler di Kalangan Mahasiswa

0 0 0 Komentar | 20 Juli 2026
Lifestyle

Mengintip Komunitas B-Blade, Berdiri 32 Tahun Asah Atlet Sepatu Roda di Bandung

0 0 0 Komentar | 18 Juli 2026
Lifestyle

Cabinet Couture Season 2: Apa yang ditakuti dari akun pengulas outfit pejabat hingga diblokir KOMDIGI?

0 0 0 Komentar | 17 Juli 2026
Event

Ada Apa di Pasar Kreatif Bandung d'Botanica Hari Ini

1 0 0 Komentar | 17 Juli 2026
Lifestyle

Beli Barang Preloved, Masih Worth It Atau Zonk?

1 0 0 Komentar | 17 Juli 2026
Lifestyle

Acai Bowl Jadi Tren Healthy Food di Kalangan Penggemar CORTIS

2 0 0 Komentar | 17 Juli 2026
Budaya

5 Hal Menarik di Balik Asia Africa Festival 2026

2 0 0 Komentar | 13 Juli 2026

Komentar (0)