Hegarmanah | Diperbarui 09:00 WIB Cerah 25°C | Cerah

Perjalanan Manis Lebih Paham Diabetes Bersama DearDiabet: Small Steps, Sweet Changes

04 Dec 2025 | 3 menit baca
Perjalanan Manis Lebih Paham Diabetes Bersama DearDiabet: 
Small Steps, Sweet Changes
Gambar Logo DearDiabet(Gambar: Ayu Tria Handayani)

Sebelumnya, kamu tau gak sih kalo akhir-akhir ini diabetes telah menjadi isu kesehatan yang cukup dekat dengan lingkungan anak muda? Faktanya, menurut data dan riset angka diabetes pada anak & remaja di Indonesia semakin meningkat loh!

 

Nah, untuk melihat dan mempelajari fenomena tersebut DearDiabet hadir untuk bantu kamu mengenal lebih jauh diabetes secara ringan dan informatif. Yuk ikuti beberapa fakta dan tips yang sudah dirangkum spesial untuk Kamu! 

 

Kenalan Soal Diabetes Pada Anak Muda Bareng DearDiabet!

Tapi sebelum itu, Apa sih DearDiabet?

DearDiabet adalah media alternatif berbasis instagram yang sudah berjalan selama 4 minggu dan hadir untuk mengangkat isu diabetes pada anak muda. Sesuai dengan tagline spesialnya, “Small Steps Sweet Changes” Tujuannya untuk bisa menemani audiens belajar, berbagi dan tumbuh bersama. 

 

DearDiabet juga punya panggilan khusus untuk audiensnya loh  yaitu, Dearmates! Karena setiap audiens aktif yang ikut membaca adalah teman manis bagi DearDiabet untuk berkembang lebih sehat bersama. Sekarang, yuk simak perjalanan empat minggu DearDiabet untuk tumbuh dan tau lebih banyak soal diabetes! 

 

Sebelum masuk ke informasi mendalam, DearDiabet akan kasih tiga fakta ringan yang perlu untuk Dearmates ketahui nih!

 

Fakta pertama, orang yang sering begadang punya risiko 46% lebih terkena diabetes tipe dua dibanding mereka yang tidurnya cukup. Selanjutnya, menurut Kemenkes RI mengonsumsi minuman manis sebanyak satu sampai dua gelas perhari bisa meningkatkan risiko terkena  diabetes melitus tipe dua sebesar 26%. Nah yang terakhir, berdasarkan Kemenkes RI diabetes sekarang bukan hanya terjadi di usia lanjut, tapi banyak juga dari usia di bawah 40 tahun. 

 

Kalo dilihat dari tiga fakta tadi, terasa familiar dengan gaya hidup anak muda ya Dearmates? Kalau gitu berarti stigma soal diabetes penyakit orang tua saja belum tentu bener loh!

 

Faktanya, kasus diabetes bisa meledak 7x lipat jika gaya hidup tak berubah, menurut CDC (2023), jumlah anak muda (dibawah 20 tahun) dengan diabetes tipe-2 bisa naik sekitar 700 % pada 2060, sementara diabetes tipe-1 naik sekitar 65 %. Data dari IDAI (2023) menunjukkan bahwa prevalensi diabetes tipe-1 pada anak-anak di bawah 18 tahun melonjak drastis, naik hingga 70 kali lipat sejak 2010 hingga Januari 2023. 

 

Saat ini tercatat 1.645 anak menderita diabetes, tersebar di 13 kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Medan. Dari sisi usia, 46% berusia 10 - 14 tahun serta 31% berusia 14 tahun ke atas. Kalo gitu, kenapa sih anak & remaja bisa terkena diabetes? 

 

Gaya Hidup Modern & Risiko Diabetes pada Anak Muda

Nah di minggu kedua, DearDiabet akan mengajak Dearmates untuk lebih mendalami faktor dari adanya risiko diabetes yang ternyata semakin banyak muncul pada usia yang masih sangat muda.

 

Pola hidup modern ternyata justru membuat risiko diabetes muncul jauh lebih cepat loh! Angka kasus diabetes pada usia 20–30 tahun terus meningkat dan trennya lebih cepat daripada generasi sebelumnya. Kebiasaan kecil seperti begadang, konsumsi minuman manis berlebih, makanan cepat saji, kurang gerak, hingga stres berlebih ternyata membawa efek jangka panjang.

 

DearDiabet juga berbincang dengan seorang ahli gizi loh! Namanya Kak Rusda. Hasil perbincangannya menyebut bahwa, 

 

“Diabetes pada anak muda bukan muncul dalam semalam. Ini hasil dari pola hidup yang berulang, yang mungkin terasa kecil hari ini, tapi kalau dilakukan terus-menerus, tubuh lama-lama kewalahan.”

 

Artinya perubahan kecil seperti mengurangi gula tambahan, tidur cukup, menambah gerak setiap hari, atau menambah serat dalam makan siang, perlahan dapat membuat tubuh bekerja lebih seimbang. Hal ini sejalan dengan semangat DearDiabet yaitu, Small Steps, Sweet Changes.

 

Supaya semakin paham, DearDiabet akan membahas mitos vs fakta mengenai diabetes. Misalnya, banyak loh Dearmates yang mengira bahwa diabetes terjadi hanya karena konsumsi makanan manis. Padahal, penyebabnya lebih luas! Mulai dari genetik, kualitas tidur, stres, nutrisi, dan aktivitas harian. Lalu, kebiasaan minuman manis “cuma satu gelas sehari” pun, kalau dilakukan rutin, tetap bisa meningkatkan risiko dalam jangka panjang.

 

Yang paling mengejutkan, faktanya banyak gejala diabetes pada anak muda tidak terasa jelas. Banyak orang baru menyadari ketika kadar gula darah sudah cukup tinggi. Maka dari itu penting bagi Dearmates untuk lebih peka terhadap tubuh sendiri, supaya Dearmates bisa mulai menjaga diri lebih awal.

 

Tapi tenang Dearmates! perubahan tidak harus dilakukan secara drastis kok. Justru langkah kecil yang konsisten jauh lebih mudah dijalani dan tetap memberikan dampak baik untuk tubuh. Simak langkah berikutnya ya!

 

Cerdas Memilih Manis: Ubah Gaya Hidup Dengan Hal Yang Paling Kecil

Di minggu ketiga ini, DearDiabet mengajak Dearmates untuk lebih mengenal cara memilih makanan atau minuman manis dengan lebih cerdas. Fokusnya untuk mengurangi konsumsi gula dengan cara yang pastinya gampang dipraktikkan anak muda. 

 

Misalnya seperti mengolah konsumsi minuman manis dengan resep yang lebih sehat, seperti membuat matcha versi tanpa gula! Resep matcha ini tetap mengikuti selera anak muda, tapi dibuat lebih sehat dengan pemanis alternatif dan gampang untuk dicoba. Sesuai anjuran Kak Rusda si Ahli Gizi! Akan lebih sehat bila mengganti gulanya dengan stevia, nah resep ini bisa jadi pilihan yang tepat untuk Dearmates pecinta matcha.

 

Selain itu, Dearmates juga bisa mulai mengganti gula dengan pilihan pemanis lainnya mulai dari buah, madu dalam jumlah terbatas, sampai pemanis alami seperti stevia. Nah, sekarang tinggal waktunya Dearmates untuk ikutan challenge #SweetChangesWithDearDiabet di Instagram DearDiabet, yuk kasih unjuk DiarDiabet pilihan makanan manis yang udah Dearmates pilih untuk konsumsi harian yang lebih sehat!

 

Dengan ini, DearDiabet berharap Dearmates semakin peka dalam memilih makanan atau minuman manis dan mulai membangun kebiasaan kecil yang lebih sehat. Kalo gitu, sekarang DearDiabet akan mengajak Dearmates mengenali tanda-tanda kecil pada tubuh dan pentingnya cek kesehatan sejak dini. Yuk, simak penjelasan selanjutnya!

 

Panduan Seru Anak Muda: Peka Sama Gejala, Cek Kesehatan, Pilih Makanan Cerdas, dan Tetap Aktif

Di minggu terakhir ini, DearDiabet mau ceritain pengalaman salah satu narasumber soal “Gula Darahku Tinggi di Usia Muda.” Dari kisahnya, ternyata narasumber tidak menyadari gejala apa pun di awal. 

 

“Sebenernya waktu itu aku belum ngerasa ada gejala diabetes,”ujarnya. Sejak kecil, ayahnya sering mengingatkan, “Sedikit demi sedikit jadi bukit…” hingga ia memahami bahwa faktor keturunan dapat meningkatkan risiko diabetes sampai 7–11 kali lipat.

 

Ia juga menjelaskan bahwa tubuhnya mulai sering terasa lelah dan ngos-ngosan meski aktivitasnya ringan. Karena panik, ia mencoba berbagai metode diet cepat seperti pil penurun berat badan, teh detox, dan suplemen. Namun, “Badan malah lemes, gemetar, deg-degan,” katanya. Pola sehat akhirnya ia temukan lewat defisit kalori, mengurangi gula tambahan, serta menggunakan stevia. Dalam beberapa bulan, ia berhasil menurunkan 12 kg. Keren ya Dearmates? 

 

Cerita ini kami harap bisa mendorong Dearmates untuk lebih peduli terhadap kondisi tubuh. Nah, salah satu caranya melalui periksa diri. Kabar baiknya, Dearmates bisa loh cek gula darah gratis di faskes kota kalian masing-masing. Hanya melalui penjadwal di aplikasi Satu Sehat, yuk Dearmates mulai peduli dan periksa sedari dini!

 

Kalo Dearmates udah mulai peduli sama kondisi tubuh lewat kontrol konsumsi utama dan periksa diri. Jangan lupa diimbangin sama kontrol kebiasaan nyemilnya juga ya! Nah, di DearInfo#1 DearDiabet akan kasih pilihan resep cemilan manis yang sehat. Mulai dari mochi cake coklat rendah gula, pancake oat, sampai banana bread sehat. Dearmates bisa baca langsung panduan lengkapnya di Instagram @deardiabet. 

 

Gak cuma perhatian sama pola nyemilnya, Dearmates juga harus perhatian sama konsumsi dari luar. Maka dari itu, Dearmates harus bisa paham cara baca label gizi untuk cek kadar gula, karena ternyata banyak produk kecil yang sebenarnya berisi dua porsi. Beberapa produk apabila di konsumsi sekaligus, kandungan gulanya ikut berlipat, sementara batas gula tambahan ideal hanya sekitar 25 gram per hari. 

 

Nah, yang terakhir untuk menyeimbangkan pola makan, DearInfo#2 menjelaskan pentingnya olahraga untuk pencegahan diabetes. DearDiabet mau mengingatkan bahwa aktivitas fisik dapat meningkatkan sensitivitas insulin hingga 20 - 30% dalam beberapa minggu, bahkan dengan aktivitas ringan 10 - 20 menit per hari. Olahraga juga bisa membantu mengurangi lemak visceral. 

 

Hal ini sejalan sama refleksi pengalaman narasumber juga loh! “Yang paling bikin kaget adalah ternyata rasa ngantuk berlebihan dan gampang capek itu bisa jadi tanda gula darah nggak stabil.” 

 

Ia menegaskan, “Makanan bukan musuh, kita cuma perlu lebih pintar ngatur porsinya… olahraga nggak harus berat kok.” Narasumber menganalogikan bahwa gula dari buah adalah “tamu sopan,” sementara gula dari donat seperti “anak kecil super aktif yang keluar-masuk rumah seenaknya.” Makanya, yuk, mulai olahraga kecil dari sekarang Dearmates!

 

Nah, usai sudah perjalanan manis kita selama empat minggu ini bersama DearDiabet. Semua informasi yang kita bagikan di atas adalah rangkuman empat minggu konten Instagram kita loh Dearmates! Gimana, gampangkan untuk bisa lebih paham dan peduli soal diabetes sedari dini? Untuk lebih lengkapnya, Dearmates bisa check dan ikutan banyak keseruan lainnya lewat Instagram @deardiabet. 

 

Artinya, sekarang waktunya bagi Dearmates untuk mulai dan melanjutkan misi “Small Steps, Sweet Changes” Karena setiap upaya kecil, bisa membuka banyak jalan manis yang lebih sehat! 

Baca Lainnya

Komentar (0)