Hegarmanah | Diperbarui 09:00 WIB Cerah 25°C | Cerah

Bukan Sekadar Gaya, Tenxi Tunjukkan Ekspresi Diri Lewat Sagging Pants-nya

19 Sep 2025 | 3 menit baca
Bukan Sekadar Gaya, Tenxi Tunjukkan Ekspresi Diri Lewat Sagging Pants-nya
Foto: Dokumentasi Konser Tenxi. (Sumber: Tiktok @taqliameii)

Tengxi Wijaya, penyanyi asal Sidoarjo yang menjadi perbincangan usai lagunya Garam dan Madu bersama Naykilla dan Jemsii viral di TikTok. Selain genre musiknya yang unik, celana kedodoran ala Tenxi pun turut menjadi sorotan.

Penampilan nyentrik Tenxi jadi elemen penting yang membedakannya dari musisi lain. Ia tak hanya tampil lewat musik, tapi juga lewat gaya berpakaian yang mencolok, khususnya celana kedodoran yang jadi ciri khasnya. Dalam setiap konsernya, Tenxi tampil pede dengan sagging pants style ala hip hop, lengkap dengan oversized t-shirt, kacamata hitam, dan aksesori besar yang mempertegas image rebel-nya.

Sejarah Sagging Pants

Fenomena sagging pants sendiri punya sejarah panjang. Gaya ini bermula dari sistem penjara di Amerika Serikat yang dulu melarang penggunaan ikat pinggang, sehingga para narapidana terpaksa memakai celana yang kebesaran. Setelah bebas, sebagian dari mereka tetap mempertahankan gaya ini sebagai bentuk identitas. Seiring waktu, rapper-rapper legendaris seperti 2Pac mengadopsi gaya tersebut sebagai simbol pemberontakan dan orisinalitas dalam budaya hip hop.

Gaya celana melorot yang dipilih Tenxi bukan sekadar tren, tapi juga bentuk ekspresi diri. Meski di luar negeri gaya ini sudah jadi bagian dari kultur musik, di Indonesia, sagging style masih menuai pro dan kontra. Tenxi pun tak luput dari komentar miring. Namun, ia tetap tampil konsisten dengan gaya personalnya yang unik dan otentik.

Lebih dari sekadar tampil beda, Tenxi tampaknya sadar betul bagaimana fashion bisa menjadi medium untuk menyampaikan identitas. Lewat gayanya yang bold dan anti-mainstream, ia menunjukkan bahwa panggung bukan hanya soal suara, tapi juga visual dan disitulah Tenxi mencuri perhatian.

Karir Tenxi

Di balik viralnya Garam dan Madu, nama Tenxi mencuat tak hanya sebagai rapper namun produser utama. Ia menggarap semuanya sendiri mulai dari aransemen, mixing, sampai konsep genre yang menggabungkan beat hip hop dengan cengkok dangdut. Hal ini merupakan sebuah eksperimen musikal yang kini diterima luas.

Lagu Garam dan Madu bukanlah debutnya. Sebelumnya, Tenxi sudah merilis beberapa single seperti “Rush In”, “Sampai Tuah”, dan “Skip”, serta berkolaborasi dengan sejumlah musisi, termasuk Anangga dan Jemsii. Di usianya yang masih 24 tahun, Tenxi menunjukkan karakter musik yang kuat dan gaya yang tak biasa. Hal ini lah membuatnya makin dicintai para penggemar.

Penulis: Riana Nur Amalia

Baca Lainnya

Komentar (0)