Hegarmanah | Diperbarui 09:00 WIB Cerah 25°C | Cerah

Sambut Hari Lingkungan Hidup, PLN UPT Bandung Kembangkan TPS3R dan Mesin Motah di Kabupaten Bandung

05 Jul 2025 | 3 menit baca
Sambut Hari Lingkungan Hidup, PLN UPT Bandung Kembangkan TPS3R dan Mesin Motah di Kabupaten Bandung
(Penggunaan mesin Motah di TPS3R Desa Neglasari, Kec. Banjaran, Kab. Bandung, Sabtu (5/7/2025) (Foto: Tim Divia Unpad TV)

Kabupaten Bandung, Navigasi –  Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Bandung mengembangkan Sistem Pengolahan Sampah Terpadu di Desa Neglasari, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung.

Langkah ini sebagai komitmen mereka terhadap pelestarian lingkungan sekaligus menyambut Hari Lingkungan Hidup Dunia yang diperingati setiap tanggal 5 Juli.

Sistem pengolahan sampah terpadu tersebut dengan mengembangkan TPS3R atau Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle

“Sebagai insan PLN maupun warga di Bandung, kita mempunyai kewajiban untuk memikirkan gimana supaya volume sampah ini bisa berkurang dan bisa menjadi nilai ekonomi untuk masyarakat yang ada di sekitarnya,” ucap Manager PLN UPT Bandung, Stefanus Yan Kurniawan.

Selain itu, mereka juga memanfaatkan inovasi anak bangsa yaitu mesin Motah atau mesin Olah Runtah yang dapat memusnahkan sampah tanpa bahan bakar dan ramah lingkungan.

Sampah organik nantinya akan diolah menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik akan diproses menjadi bahan daur ulang yang bernilai ekonomis.

Dalam melaksanakan inovasi ini, PLN UPT Bandung berkolaborasi dengan masyarakat sehingga warga tak hanya menjadi penerima manfaat, tapi juga pelaku utama perubahan.

Menyambut hal ini, Ketua kelompok pengelola sampah TPS3R Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sejahtera, Dedi Rusatandi mengatakan kehadiran program ini lebih dari sekadar bantuan. Ini adalah titik balik bagi desa untuk bangkit dan mandiri mengelola lingkungan sendiri.

“Perbandingannya memang lumayan jauh. Awalnya saya pakai alat manual, lalu diangkut ke warga, nyewa mobil. Sekarang kebetulan sudah terbantu oleh PLN. Sudah ada unit yang bantu angkut sampah. Lalu, conveyor sudah berfungsi lagi dan infrastruktur lainnya sudah terbantu oleh PLN,” jelas Rusatandi.***

Penulis: Noor Fatimah Albirkah

Baca Lainnya

Komentar (0)