Hegarmanah | Diperbarui 09:00 WIB Cerah 25°C | Cerah

Wagub Jabar di Pelepasan KKN Unpad: Kearifan Tidak Hanya Lahir dari Buku, Tapi dari Obrolan di Saung dan Balai Dusun

08 Jun 2025 | 3 menit baca
Wagub Jabar di Pelepasan KKN Unpad: Kearifan Tidak Hanya Lahir dari Buku, Tapi dari Obrolan di Saung dan Balai Dusun
(Wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat, Erwan Setiawan usai pelepasan KKN-PPM Integratif Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Sumedang, Rabu (9/7/2025) (Foto: Tim Divia Unpad TV)

Sumedang, Navigasi – Universitas Padjadjaran melepas 1.473 mahasiswanya dalam Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Integratif pada Senin, (8/6).

Wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat, Erwan Setiawan dan Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita melepas keberangkatan mahasiswa di halaman rektorat Universitas Padjadjaran.

Erwan berpesan kepada mahasiswa untuk membangun kepekaan sosial, belajar dari masyarakat, mendengarkan dengan rendah hati karena kearifan tidak hanya lahir dari buku, tapi juga dari obrolan di saung dan pertemuan di balai dusun.

“Ada pepatah sunda yang mengatakan ‘ka saluhureun kudu guguru, ka sahalapeun kudu diajar, ka sasama menta pengertian’. Jangan pernah memandang rendah status dan golongan orang lain, camkan itu,” nasehat Erwan.

Para mahasiswa akan menjalankan KKN selama 4-6 minggu di 67 desa, 9 kabupaten di Jawa Barat selama periode Juli-Agustus. Sembilan kabupaten tersebut terdiri dari Kabupaten Sumedang,  Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Cimahi, Garut, Cirebon, Tasikmalaya, dan Pangandaran.

Tema KKN-PPM Integratif Universitas Padjadjaran yang diusung pada periode ini yaitu mengatasi permasalahan stunting dan ketahanan pangan. Hal ini sejalan dengan visi Jawa Barat untuk memberantas stunting dan mendapat dukungan penuh dari Wagub Jabar..

“Perlu diketahui alhamdulillah tahun lalu penurunan stunting Jawa Barat merupakan penurunan tertinggi se-Indonesia. Dari sebelumnya 20,9 (persen), sekarang kita tinggal 15,9 persen. Penurunan yang cukup tinggi sekitar lima persen, sementara provinsi lain hanya 3 persen-an. Ini berkat kerja keras kita semua apalagi saat ini KKN Unpad mengenai stunting dan ketahanan pangan,” ujarnya.***

 

Penulis: Noor Fatimah Albirkah

Baca Lainnya

Komentar (0)