Hegarmanah | Diperbarui 09:00 WIB Cerah 25°C | Cerah

Perjalanan Dosen Jurnalistik Unpad Ikut Misi Menembus Blokade Gaza

12 Sep 2025 | 3 menit baca
Perjalanan Dosen Jurnalistik Unpad Ikut Misi Menembus Blokade Gaza
(Dr. Maimon Herawati bersama peserta Global Sumud Flotilla lainnya Ir. Maryam Rachmayani, Greta Thunberg, dan Latifah Hariawati Hariri (dari kiri ke kanan), Tunisia, Selasa (9/9/2025) (Foto: Tim Media Smart 171)

Sumedang, Navigasi – Dosen Jurnalistik Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Padjadjaran, Dr. Maimon Herawati mengikuti Global Sumud Flotilla (GSF) yang sedang berlangsung hingga hari ini, Jumat (12/9). Gerakan ini dilakukan demi menembus blokade entitas israel di Gaza, Palestina, serta menyalurkan bantuan kemanusiaan.

GSF adalah gerakan non-kekerasan yang dilakukan untuk menembus blokade yang dilakukan israel di Gaza. Israel melakukan blokade total seperti mengontrol, membatasi, dan melarang bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza terlepas dari kondisi mematikan yang dihadapi masyarakat Gaza saat ini. 

GSF merupakan usaha ke-38 melalui pelayaran laut untuk menembus blokade di Gaza. Kapal-kapal ini akan membawa bahan makanan, bantuan medis, aktivis, dan dokter. Sebanyak 44 negara turut berpartisipasi dan 77 kapal berlayar ke Gaza, Palestina.

Dalam misi Sumud Flotilla ini, Dr. Maimon Herawati merupakan salah satu dari 26 yang berhasil lolos dan telah dikonfirmasi akan berangkat dari Tunisia ke Gaza dari 33 orang Indonesia yang sebelumnya sudah berangkat ke Tunisia untuk mengikuti persiapan dan pelatihan.

Dr. Maimon Herawati berangkat dari Indonesia menuju Tunisa pada Sabtu, (30/8). Di Tunisia, dia berkumpul bersama para aktivis yang datang dari segala penjuru dunia dan melakukan pemeriksaan, pelatihan non-violence, serta melakukan persiapan keamanan.

Menurut rencana, kapal-kapal GSF akan berangkat dari Tunisia menuju Gaza pada tanggal 4 September 2025, namun kapal utama yang berangkat dari Barcelona mengalami kendala cuaca sehingga terjadi keterlambatan dari waktu yang direncanakan.

Terkait hal tersebut, Dr. Maimon Herawati sempat melakukan live di instagram pribadinya dan menjelaskan kondisi ketika akhirnya kapal dari Barcelona hampir berlabuh di Tunisia.

“Yang kami lakukan saat ini adalah menunggu 2 kapal yang berangkat dari Barcelona. Mereka sudah 8 hari di laut. Kapal Spectre yang berisi 10 orang tidak kembali ke Spanyol, sedangkan beberapa kapal lainnya kembali karena kondisi cuacanya demikian berat dan kapal-kapal kecil itu terombang-ambing sehingga diputuskan mereka kembali ke pelabuhan,” jelas Dr. Maimon Herawati.***

 

Penulis: Noor Fatimah Albirkah

Baca Lainnya

Komentar (0)