Hegarmanah | Diperbarui 00:00 WIB Cerah Berawan 19°C | Cerah Berawan

Tren “Obat Penurun Berat Badan” Ozempic, Mendalami Bahaya Kesehatan Di Baliknya

Akhir-akhir ini di berbagai media dan platform media sosial, obat Ozempic ramai dipromosikan oleh influencer, terutama dari Barat, sebagai obat penurun berat badan yang ampuh. Namun, sebenarnya obat apa ini? Apakah ini solusi untung atau buntung bagi penggunanya?
Foto Milka Gokmauli Manalu
Milka Gokmauli Manalu
07 Sep 2026 3 menit baca
Tren “Obat Penurun Berat Badan” Ozempic, Mendalami Bahaya Kesehatan Di Baliknya

Sumber Gambar: YouTube Channel Beyond The Scene Ellite

Sejatinya, Ozempic merupakan obat suntik yang mengandung semaglutide untuk mengontrol kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe 2. Cara kerja Ozempic adalah dengan meniru hormon GLP-1 yang memang sudah diproduksi oleh tubuh ketika makanan masuk dan menempel pada sakelar khusus (reseptor) di berbagai organ tubuh, terutama pencernaan. Organ-organ tersebut termasuk pankreas, hati, lambung, dan otak. 

Di hati, Ozempic mengunci pintu cadangan agar hati tidak terus-menerus membuang gula ekstra ke aliran darah. Lalu, di lambung, Ozempic menahan makanan lebih lama agar tidak cepat masuk ke organ ekskresi tubuh. Selain itu, Ozempic menekan “tombol” sinyal lapar di otak sehingga ketika seseorang mengonsumsi makanan, ia akan lebih cepat merasa kenyang. 

Pada intinya, Ozempic seperti mereset ulang sistem di tubuh kita. Oleh karena itu, tentu obat ini tidak luput dari efek samping, di antaranya mual, kembung, konstipasi, dan sakit perut. Biasanya sangat terasa selama satu sampai dua minggu pertama setelah disuntikkan. Walau terdengar biasa, jika disalahgunakan, dapat memperparah gejala-gejala yang dirasakan sampai dampak berkepanjangan.

Obat yang tadinya untuk mengontrol gula darah, jika digunakan oleh orang normal, dapat  memicu hipoglikemia (gula darah anjlok di bawah batas normal), dari yang hanya mual biasa sampai muntah-muntah hebat dan bahkan berisiko mengalami dehidrasi ekstrem di minggu-minggu awal, masalah pencernaan sampai kelumpuhan lambung, hingga sarkopenia, pengikisan massa otot 40% dari penurunan berat. 

Oleh karena itu, tidak heran ketika melihat orang-orang yang menyalahgunakan Ozempic, rata-rata berbadan kurus seperti orang sakit. Hal ini disebabkan oleh berkurangnya massa otot secara drastis, termasuk otot-otot di tubuh dan wajah, yang membuat penggunanya mengalami penuaan dini yang sering disebut sebagai “Ozempic built”.

Tidak berhenti sampai di situ, terdapat penelitian berjudul “GLP-1 Receptor Agonist Use Is Associated With Increased Risk of Osteoporosis, Gout, and Osteomalacia in Adults With Type 2 Diabetes and Obesity” yang membuktikan bahwa penggunaan Ozempic memiliki asosiasi dengan penurunan kepadatan mineral tulang. 

Hasil analisis menunjukkan pengguna GLP-1 memiliki risiko osteoporosis sekitar 30 persen lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok yang tidak menggunakan obat tersebut. “Jumlahnya memang tidak besar. Namun dalam data, risiko mengalami semacam masalah kepadatan mineral tulang meningkat hampir dua kali lipat dalam lima tahun,” ungkap dr. Horneff, profesor madya bedah ortopedi di University of Pennsylvania sekaligus penulis utama penelitian. Dari penelitian ini, juga didapati bahwa kelompok pengguna GLP-1 memiliki risiko osteoporosis sekitar 30 persen lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok yang tidak menggunakan obat tersebut. 

Miris, bagaimana Ozempic begitu dinormalisasi di industri Hollywood dan dipromosikan oleh banyak artis dan public figure. Walau tidak dikonfirmasi secara pasti, deretan artis di atas memiliki ciri-ciri yang terlihat. Berawal dari tujuan mengecilkan tubuh sampai menggerogoti kesehatan sendiri. 

Apa lagi jika bukan karena beauty standard yang terus-menerus menjadi social pressure? Padahal, ada berbagai ragam bentuk tubuh manusia yang alami dan indah. Jadi, kecantikan seseorang tidak bisa dipatokkan pada kecantikan orang lain. Kecantikan akan terpancar ketika kita percaya diri akan segala bentuk dan lekuk tubuh kita.

Menurunkan berat badan bukanlah sesuatu yang salah, namun ketika itu menguras diri kita sendiri karena perbandingan-perbandingan yang terus menghantui, bukanlah sesuatu yang akan berakhir dengan baik dan justru menjerumuskan kita pada cara-cara shortcut yang menimbulkan bahaya. Motivasi yang baik, misalnya untuk kesehatan diri, adalah hal yang terpenting. Layaknya Joan Welsh, produser dan sutradara Amerika Serikat, pernah berkata, “A man’s health can be judged by which he takes two at a time: pills or stairs.”

 

Berita Lainnya

Orasi Ilmiah Kembali Digelar Pada Dies Natalis Unpad Ke-69, Kolaborasi Dengan Brin Menjadi Sorotan

Orasi Ilmiah Kembali Digelar Pada Dies Natalis Unpad Ke-69, Kolaborasi Dengan Brin Menjadi Sorotan

Pendidikan
Dislike 0 0 Komentar | 14 September 2026
Awas Charger KW dan Ini Tips Menghindarinya

Awas Charger KW dan Ini Tips Menghindarinya

Lifestyle
Dislike 0 0 Komentar | 09 September 2026
Tren “Obat Penurun Berat Badan” Ozempic, Mendalami Bahaya Kesehatan Di Baliknya

Tren “Obat Penurun Berat Badan” Ozempic, Mendalami Bahaya Kesehatan Di Baliknya

Lifestyle
Dislike 0 0 Komentar | 07 September 2026
Bedah Kebijakan Luar Negeri Prabowo Bersama Akademisi Unpad, Prof. Dr. Arifin Sudirman

Bedah Kebijakan Luar Negeri Prabowo Bersama Akademisi Unpad, Prof. Dr. Arifin Sudirman

Pendidikan
Dislike 0 0 Komentar | 04 September 2026
Internet Pengaruhi Modal Sosial dan Tranformasi Sosial di Indonesia: Studi Empiris Prof. Dr. Bayu Kharisma

Internet Pengaruhi Modal Sosial dan Tranformasi Sosial di Indonesia: Studi Empiris Prof. Dr. Bayu Kharisma

Pendidikan
Dislike 0 0 Komentar | 02 September 2026
Gigi Sebagai “KTP Biologis” Manusia

Gigi Sebagai “KTP Biologis” Manusia

Pendidikan
Dislike 0 0 Komentar | 02 September 2026

Rekomendasi Untuk Anda

Pendidikan

Orasi Ilmiah Kembali Digelar Pada Dies Natalis Unpad Ke-69, Kolaborasi Dengan Brin Menjadi Sorotan

0 0 0 Komentar | 14 September 2026
Lifestyle

Awas Charger KW dan Ini Tips Menghindarinya

0 0 0 Komentar | 09 September 2026
Lifestyle

Tren “Obat Penurun Berat Badan” Ozempic, Mendalami Bahaya Kesehatan Di Baliknya

0 0 0 Komentar | 07 September 2026
Pendidikan

Bedah Kebijakan Luar Negeri Prabowo Bersama Akademisi Unpad, Prof. Dr. Arifin Sudirman

0 0 0 Komentar | 04 September 2026
Pendidikan

Internet Pengaruhi Modal Sosial dan Tranformasi Sosial di Indonesia: Studi Empiris Prof. Dr. Bayu Kharisma

0 0 0 Komentar | 02 September 2026
Pendidikan

Gigi Sebagai “KTP Biologis” Manusia

0 0 0 Komentar | 02 September 2026
Lifestyle

Kawasan Pendidikan Jatinangor: Antara Truk dan Mahasiswa

0 0 0 Komentar | 31 Agustus 2026
Lifestyle

Piknik Bebas Plastik, Satu Hari Tanpa Sekali Pakai di Taman Panatayuda

0 0 0 Komentar | 30 Agustus 2026
Pendidikan

PMBV 2026 #Elevate3.0: Meraki untuk Merasa, Bersama untuk Berdaya

0 0 0 Komentar | 24 Agustus 2026
Lifestyle

Bukan Sekedar Boneka Anime: Mengenal Ragam Bentuk dan Lini Merchandise Nuigurumi

0 0 0 Komentar | 24 Agustus 2026
Lifestyle

Lebih dari Sekadar Fandom: NCTzen Humanity dan Solidaritas untuk Korban Bencana

0 0 0 Komentar | 22 Agustus 2026
Lifestyle

Esensi Banner Skripsi dan kelulusan: Bentuk budaya populer dikalangan mahasiswa

0 0 0 Komentar | 22 Agustus 2026
Event

PKKMB Fikom Unpad 2026 Resmi Dimulai, Asrayaloka Jadi Ruang Awal Mahasiswa Baru Mengenal Fikom

0 0 0 Komentar | 18 Agustus 2026
Event

Beragam UKM Unpad Hiasi Rangkaian Prabu 2026

0 0 0 Komentar | 11 Agustus 2026
Event

Hari Kedua Prabu 2026, Mahasiswa Baru Ikuti Talkshow, Parade, Hingga Student Festival

0 0 0 Komentar | 11 Agustus 2026
Event

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Hadiri PKKMB Unpad 2026, Soroti Akses Pendidikan Mahasiswa

0 0 0 Komentar | 10 Agustus 2026
Event

12.982 Mahasiswa Baru Mulai Langkah Pertama di PKKMB Unpad 2026

0 0 0 Komentar | 10 Agustus 2026
Event

12.982 Mahasiswa Baru Mulai Langkah Pertama di PKKMB Unpad 2026

0 0 0 Komentar | 10 Agustus 2026
Pendidikan

Hari Pertama PAMUKA 2026, Mahasiswa Baru Kenali Layanan dan Kehidupan Kampus

0 0 0 Komentar | 03 Agustus 2026
Lifestyle

Ketika Makeup Menjadi Bahasa Ekspresi Generasi Muda

0 0 0 Komentar | 02 Agustus 2026
Budaya

Meracik Inovasi: Minuman Tradisional Beradaptasi di Tengah Tren Kekinian

0 0 0 Komentar | 26 Juli 2026
Lifestyle

Membedah Stereotype "Cegil" Terhadap Film Obsession

0 0 0 Komentar | 24 Juli 2026
Lifestyle

Trend Olah Raga lari yang Bergeser Jadi Trend Adu Busana

0 0 0 Komentar | 24 Juli 2026
Lifestyle

Mengelola Cortisol, Mengelola Stres: Cara Ilmiah Mahasiswa Cegah Burnout

0 0 0 Komentar | 24 Juli 2026
Lifestyle

Di Balik Tren Membawa Tumbler di Kalangan Mahasiswa

0 0 0 Komentar | 20 Juli 2026
Lifestyle

Mengintip Komunitas B-Blade, Berdiri 32 Tahun Asah Atlet Sepatu Roda di Bandung

0 0 0 Komentar | 18 Juli 2026
Lifestyle

Cabinet Couture Season 2: Apa yang ditakuti dari akun pengulas outfit pejabat hingga diblokir KOMDIGI?

0 0 0 Komentar | 17 Juli 2026

Komentar (0)