Hegarmanah | Diperbarui 10:00 WIB Berawan 27°C | Berawan

Tertekan Krisis Cip, Smartphone Entry Level Kian Sulit Dijangkau

Lebih dari satu dekade konsumen smartphone Indonesia dimanjakan hukum tak tertulis. Tiap berganti generasi tahunan, perangkat kelas entry-level membawa spesifikasi lebih tinggi...
Foto Tarsisius Dimas Harry Adi Nugroho
Tarsisius Dimas Harry Adi Nugroho
27 Oct 2026 • 3 menit baca
Ponsel bekas Rp2 jutaan di pusat elektronik Bekasi Cyber Park

Pasar ponsel Indonesia kini tengah mengalami fenomena pergeseran harga pada segmen entry-level.

"Era smartphone ultramurah telah berakhir. Hanya vendor yang mampu menyesuaikan strategi dengan struktur biaya baru dan menjaga permintaan di tingkat harga lebih tinggi yang akan bertahan,” kata Nabila Popal, Senior Research Director for Worldwide Consumer Devices IDC, dikutip dari SindoNews.

Penyebabnya adalah krisis atau kelangkaan cip (chip shortage) di skala global. Pusat data AI berskala masif banyak dibangun, menyerap bahan baku yang sama dengan dengan digunakan di ponsel, yaitu DRAM dan NAND Flash. Para produsen semikonduktor mengalihkan kapasitas lini produksi mereka dari memori konsumen konvensional menuju High-Bandwidth Memory yang membutuhkan lebih banyak sumber daya komponen. IDC menyebut harga memori meningkat hampir 300 persen ketimbang tahun sebelumnya dan menjadi lebih dari 65 persen dari biaya bill of materials (BOM) pada ponsel kelas bawah.

“Hal ini semakin menekan vendor, karena kenaikan biaya input tidak hanya membatasi produksi, tetapi juga berkontribusi terhadap kenaikan harga perangkat di pasar,” kata Research Analyst Devices Research IDC Indonesia, Vanessa Aurelia kepada Bisnis Indonesia.

Counterpoint mencatat volume distribusi ponsel pintar di Indonesia pada kuartal pertama 2026 menyusut sebesar 9 persen secara tahunan. Khusus untuk segmen ponsel berharga di bawah 150 dolar AS (sekitar Rp2,7 juta), tingkat penurunannya bahkan lebih tajam hingga mencapai 19 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Harga varian terendah dan tertinggi ponsel entry-level di 2025 dan 2026 (*harga dalam juta rupiah)

Tahun 2025, konsumen dengan anggaran terbatas masih memiliki banyak opsi perangkat baru di rentang harga satu jutaan rupiah. Model dasar berbagai merk kompak melompat ke kisaran Rp2 juta hingga Rp3 jutaan. Samsung A08 mencatat kenaikan harga dasar paling tajam dengan lebih dua kali lipat pendahulunya.

Walaupun bisa dapat rilisan baru dengan harga satujutaan, tidak jauh dari vocer marketplace daring, penjual ponsel di konter yang memang mau melepas harga di sejutaan, merk lokal atau merk yang masih asing di telinga. Ponsel bekas rilisan 2025 ke bawah turut mewarnai. Setidaknya demikian pengamatan penulis setelah berkeliling belasan konter di pusat elektronik di Bekasi.

Jika pada tahun 2025 konfigurasi RAM 8GB sudah menjadi standar umum di harga Rp2 jutaan kecil, 2026 kapasitas RAM dipangkas habis produsen menjadi 4 GB. Fenomena ini juga mengembalikan memori internal 64 GB yang sudah mau punah. Pada tahun 2025 penyimpanan 128 GB merupakan standar dasar, kini terpaksa mundur kembali ke 64 GB demi menahan harga.

Ponsel lama keluaran 2025 dan 2024, baik bekas maupun baru, yang notabene mulanya punya harga berbanding spesifikasi yang masih selaras, merangkak naik harga atau minimal stagnan. Padahal teorinya benda elektronik lazim mengalami depresiasi dalam kondisi normal. Calon pembeli harus menambah budget jika tidak mau berkompromi dengan spesifikasi rendah atau membeli ponsel bekas. 

Yona (21) bercerita belum lama ia mengalami pencurian sehingga berencana membeli ponsel pengganti.

“... lagi nyari yang 2 jutaan, tapi susah banget (yang spesifikasinya sesuai harga). Sekarang adanya yang dibawah spek hp yang kemarin. Padahal kalau gak ilang mah masih bagus, orang baru setahun pake. Ini lagi nyari-nyari hape seken di online. Sementara pake tablet jadul dulu buat WA-an," ujarnya.

Ia mengaku belum pernah membeli ponsel bekas sebelumnya. Ia menyayangkan harus mengganti ponselnya di tengah situasi seperti ini.

Kapan Mereda? 

Produsen memori asal Amerika Serikat (AS) Micron memperkirakan krisis cip memori akan berlanjut hingga 2028 dan lebih ketat dibanding 2026. 75 persen suplai tahun 2027 sudah terikat pelanggan.

"Pada 2027 maupun 2028, kami melihat permintaan melampaui suplai. Kami belum punya gambaran kapan pasokan dan permintaan akan kembali seimbang,” ujar CEO Micron Sanjay Mehrotra.

Siasat Produsen

Pabrikan memutar otak dengan meningkatkan aspek lain agar ponsel tetap menarik. Secara umum standar ponsel “murah” sudah bergeser ke kapasitas baterai yang lebih masif. Angka 6000-an hingga 7000-mAh tampak normal, bahkan Realme P4x dengan harga 2 jutaan mengusung baterai 8000 mAh. Ini berbeda dari tren 2025 yang masih bermain di sekitar 5000-an mAh, paling bongsor di sekitar 6000 mAh.

Ada juga yang upgrade di dukungan jangka panjang: Contoh, Poco C81 Pro menawarkan 3x pembaruan versi android, naik dari C71 yang 2x. Samsung merilis A08 dengan Android 17 out of the box dan mempertahankan jaminan pembaruan software 6 tahun, berbeda dari A07 yang start dari Android 15. Samsung A08 juga menawarkan paket penjualan komplet ketimbang sebelumnya, yaitu ada kepala cas, casing, sampai earphone.

Guna menjaga supaya penyimpanan 256 GB tidak terlampau naik harga, ketimbang pendahulunya, Redmi 17 menaikkan durabilitas layar, desain yang lebih elegan, dual speaker, dan kecepatan cas, tetapi menurunkan resolusi layar dan performa chipset.

Penyesuaian terjadi di sana-sini. Segmen entry-level kini bukan lagi adu perang besar-besaran RAM di 1 jutaan, melainkan segmen bertahan hidup yang menuntut efisiensi perangkat lunak dan ketahanan jangka panjang di tengah krisis semikonduktor global.

Berita Lainnya

Tertekan Krisis Cip, Smartphone Entry Level Kian Sulit Dijangkau

Tertekan Krisis Cip, Smartphone Entry Level Kian Sulit Dijangkau

Lifestyle
Dislike 0 0 Komentar | 12 jam lalu
Sudahkan Aturan Perlindungan Sisa Kuota Melindungi Dompet?

Sudahkan Aturan Perlindungan Sisa Kuota Melindungi Dompet?

Lifestyle
Dislike 0 0 Komentar | 05 Oktober 2026
Kupas Manfaat Puasa secara Medis Bersama Pakar Keperawatan Unpad

Kupas Manfaat Puasa secara Medis Bersama Pakar Keperawatan Unpad

Pendidikan
Dislike 0 0 Komentar | 28 September 2026
Di Balik Penyalahgunaan Kekuasaan, Meninjau dari Perspektif Psikologi bersama Prof. Jainal Abidin

Di Balik Penyalahgunaan Kekuasaan, Meninjau dari Perspektif Psikologi bersama Prof. Jainal Abidin

Pendidikan
Dislike 0 0 Komentar | 23 September 2026
Orasi Ilmiah Kembali Digelar Pada Dies Natalis Unpad Ke-69, Kolaborasi Dengan Brin Menjadi Sorotan

Orasi Ilmiah Kembali Digelar Pada Dies Natalis Unpad Ke-69, Kolaborasi Dengan Brin Menjadi Sorotan

Pendidikan
Dislike 0 0 Komentar | 14 September 2026
Awas Charger KW dan Ini Tips Menghindarinya

Awas Charger KW dan Ini Tips Menghindarinya

Lifestyle
Dislike 0 0 Komentar | 09 September 2026

Rekomendasi Untuk Anda

Lifestyle

Tertekan Krisis Cip, Smartphone Entry Level Kian Sulit Dijangkau

0 0 0 Komentar | 12 jam lalu
Lifestyle

Sudahkan Aturan Perlindungan Sisa Kuota Melindungi Dompet?

0 0 0 Komentar | 05 Oktober 2026
Pendidikan

Kupas Manfaat Puasa secara Medis Bersama Pakar Keperawatan Unpad

0 0 0 Komentar | 28 September 2026
Pendidikan

Di Balik Penyalahgunaan Kekuasaan, Meninjau dari Perspektif Psikologi bersama Prof. Jainal Abidin

0 0 0 Komentar | 23 September 2026
Pendidikan

Orasi Ilmiah Kembali Digelar Pada Dies Natalis Unpad Ke-69, Kolaborasi Dengan Brin Menjadi Sorotan

0 0 0 Komentar | 14 September 2026
Lifestyle

Awas Charger KW dan Ini Tips Menghindarinya

1 0 0 Komentar | 09 September 2026
Lifestyle

Tren “Obat Penurun Berat Badan” Ozempic, Mendalami Bahaya Kesehatan Di Baliknya

1 0 0 Komentar | 07 September 2026
Pendidikan

Bedah Kebijakan Luar Negeri Prabowo Bersama Akademisi Unpad, Prof. Dr. Arifin Sudirman

0 0 0 Komentar | 04 September 2026
Pendidikan

Internet Pengaruhi Modal Sosial dan Tranformasi Sosial di Indonesia: Studi Empiris Prof. Dr. Bayu Kharisma

0 0 0 Komentar | 02 September 2026
Pendidikan

Gigi Sebagai “KTP Biologis” Manusia

0 0 0 Komentar | 02 September 2026
Lifestyle

Kawasan Pendidikan Jatinangor: Antara Truk dan Mahasiswa

0 0 0 Komentar | 31 Agustus 2026
Lifestyle

Piknik Bebas Plastik, Satu Hari Tanpa Sekali Pakai di Taman Panatayuda

0 0 0 Komentar | 30 Agustus 2026
Pendidikan

PMBV 2026 #Elevate3.0: Meraki untuk Merasa, Bersama untuk Berdaya

0 0 0 Komentar | 24 Agustus 2026
Lifestyle

Bukan Sekedar Boneka Anime: Mengenal Ragam Bentuk dan Lini Merchandise Nuigurumi

0 0 0 Komentar | 24 Agustus 2026
Lifestyle

Lebih dari Sekadar Fandom: NCTzen Humanity dan Solidaritas untuk Korban Bencana

0 0 0 Komentar | 22 Agustus 2026
Lifestyle

Esensi Banner Skripsi dan kelulusan: Bentuk budaya populer dikalangan mahasiswa

0 0 0 Komentar | 22 Agustus 2026
Event

PKKMB Fikom Unpad 2026 Resmi Dimulai, Asrayaloka Jadi Ruang Awal Mahasiswa Baru Mengenal Fikom

0 0 0 Komentar | 18 Agustus 2026
Event

Beragam UKM Unpad Hiasi Rangkaian Prabu 2026

0 0 0 Komentar | 11 Agustus 2026
Event

Hari Kedua Prabu 2026, Mahasiswa Baru Ikuti Talkshow, Parade, Hingga Student Festival

0 0 0 Komentar | 11 Agustus 2026
Event

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Hadiri PKKMB Unpad 2026, Soroti Akses Pendidikan Mahasiswa

0 0 0 Komentar | 10 Agustus 2026
Event

12.982 Mahasiswa Baru Mulai Langkah Pertama di PKKMB Unpad 2026

0 0 0 Komentar | 10 Agustus 2026
Event

12.982 Mahasiswa Baru Mulai Langkah Pertama di PKKMB Unpad 2026

0 0 0 Komentar | 10 Agustus 2026
Pendidikan

Hari Pertama PAMUKA 2026, Mahasiswa Baru Kenali Layanan dan Kehidupan Kampus

0 0 0 Komentar | 03 Agustus 2026
Lifestyle

Ketika Makeup Menjadi Bahasa Ekspresi Generasi Muda

0 0 0 Komentar | 02 Agustus 2026
Budaya

Meracik Inovasi: Minuman Tradisional Beradaptasi di Tengah Tren Kekinian

0 0 0 Komentar | 26 Juli 2026
Lifestyle

Membedah Stereotype "Cegil" Terhadap Film Obsession

1 0 0 Komentar | 24 Juli 2026
Lifestyle

Trend Olah Raga lari yang Bergeser Jadi Trend Adu Busana

0 0 0 Komentar | 24 Juli 2026

Komentar (0)