Hegarmanah | Diperbarui 20:00 WIB Hujan Petir 20°C | Hujan Petir

Sudahkan Aturan Perlindungan Sisa Kuota Melindungi Dompet?

"Sayang banget kadang sisa 10 GB tapi hangus gitu aja karena masa berlaku abis," kesah seorang pengguna internet
Foto Dimas Harry
Dimas Harry
05 Oct 2026 • 3 menit baca
Aktivasi vocer kuota internet (sumber: YouTube Firas id)

Penyelenggara telekomunikasi diwajibkan menyediakan pilihan layanan yang menjamin sisa kuota pengguna tetap aktif dan dapat digunakan. Hal ini merujuk pada Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 273/PUU-XXlll/2025 yang diputuskan pada 23 Juli 2026. Menindaklanjuti putusan, pada 28 Agustus 2026 Kementerian Komunikasi dan Digital RI (Kemkomdigi) mengeluarkan Surat Edaran (SE) Menkomdigi Nomor 4 Tahun 2026 tentang Kewajiban Pemenuhan Pilihan Layanan dan Perlindungan Sisa Kuota. Kemkomdigi memberi tenggat hingga 28 September 2026 bagi operator untuk menyerahkan laporan pemenuhan kewajiban tersebut dan pelaporan perkembangan pemenuhan kewajiban secara berkala setiap bulan.

Dalam SE tersebut sisa kuota dari pembelian paket internet dinilai sebagai manfaat ekonomi yang telah pelanggan bayar. Maka operator tidak boleh menghilangkan sisa kuota internet pelanggan yang telah dibayarkan, tidak boleh mengenakan biaya tambahan untuk mempertahankan atau menggunakan sisa kuota, wajib menyediakan pilihan mekanisme perlindungan sisa kuota sesuai preferensi, juga wajib memberikan informasi layanan dan akses pemantauan kuota yang mudah dipahami pelanggan. 

Bagi Nael (21), mahasiswa di perguruan tinggi swasta di Kota Bandung, kebijakan ini menguntungkan. Membuatnya tidak perlu khawatir dengan sepertiga kuota yang sering sisa ketika masa berlaku habis.

“Sangat setuju apalagi dengan operator yang seakan memonopoli harga. Sebenarnya ragu kalau harga kuota sama tapi bisa rollover, secara operator pasti nyari untung juga. Kalau ujung-ujungnya naik tapi bisa rollover, gua tetep milih itu karena ada kepastian, dengan catatan masih worth it. Soalnya sebulan beli 30 GB tapi kadang sisa 10 GB,” ujarnya ketika ditemui pada Minggu (4/10).

Kuota besar baginya sering bersisa, tetapi kuota kecil menambah pertimbangan Nael.

“Pilihan opsi kuota di provider yang sekarang dipake ga begitu banyak. Kuota lebih kecil saat ini ada, tapi apakah sepadan 50 ribuan cuma dapat 8 GB di zaman sekarang?,” bebernya.

Keresahan serupa juga disuarakan pekerja lapangan yang seharian bergantung dengan paket data. Hasan (23), pengemudi ojek online yang juga seorang mahasiswa universitas negeri di Bandung, mendukung kebijakan ini mengingat pemakaian internetnya yang tidak pasti.

“Kita kan di sini nge-bid (menunggu dan menerima pesanan) terus, harus online tiap saat. Belum lagi tahun ini lebih anyep (jarang pesanan). Kadang ga narik juga. Kadang kuota bulan ini abis segini bulan depan segini. Gak pasti ya. Jadi ya bagus kalau bener-bener diterapkan,” katanya.

Selain rollover (pengakumulasian sisa kuota ke periode atau paket berikutnya), operator juga dapat menyediakan opsi berupa perpanjangan masa aktif, pengalihan manfaat, kompensasi, pengembalian dana, atau bentuk perlindungan lainnya yang tidak merugikan pelanggan.

“Harapannya pemerintah bisa tegas kalau ada operator yang aji mumpung bahasanya. Jangan semena-mena lah naikin harga paket. Kasian juga masyarakat apa-apa sekarang naik,” ujar Hasan.

Tanggapan Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) 

Asosiasi mempertanyakan putusan MK apakah operator bisa memilih salah satu atau beberapa opsi mekanisme perlindungan. Ia juga menilai mekanisme refund sulit diterapkan karena tidak ada acuan sebagai dasar pengembalian sisa kuota dalam bentuk uang.

"Contoh yang sulit untuk kita laksanakan, refund kuota. Di-refund jadi rupiah lagi. Konversinya apa? Kalau mata uang asing ada konversinya. Kalau kuota kan enggak ada konversi, market, pasarnya. Itu yang sulit untuk dilaksanakan," ujar Direktur Eksekutif ATSI Marwan O. Baasir dilansir dari CNN Indonesia Senin (28/9).

Ia memperkirakan pengembangan sistem billing membutuhkan waktu persiapan yang berbeda-beda.

“Yang harus dipertimbangkan adalah merubah sistem billing IT. Ini butuh waktu. Ini (ada) dua juta pengguna, puluhan produk, bahkan tiga ratusan produk. Jangan sampai billingnya konflik, masyarakat juga bingung. … developing system itu nggak memakan waktu cepat. Kita ada yang 3 bulan, ada yang 6 bulan," ungkapnya.

Berita Lainnya

Sudahkan Aturan Perlindungan Sisa Kuota Melindungi Dompet?

Sudahkan Aturan Perlindungan Sisa Kuota Melindungi Dompet?

Lifestyle
Dislike 0 0 Komentar | 05 Oktober 2026
Kupas Manfaat Puasa secara Medis Bersama Pakar Keperawatan Unpad

Kupas Manfaat Puasa secara Medis Bersama Pakar Keperawatan Unpad

Pendidikan
Dislike 0 0 Komentar | 28 September 2026
Di Balik Penyalahgunaan Kekuasaan, Meninjau dari Perspektif Psikologi bersama Prof. Jainal Abidin

Di Balik Penyalahgunaan Kekuasaan, Meninjau dari Perspektif Psikologi bersama Prof. Jainal Abidin

Pendidikan
Dislike 0 0 Komentar | 23 September 2026
Orasi Ilmiah Kembali Digelar Pada Dies Natalis Unpad Ke-69, Kolaborasi Dengan Brin Menjadi Sorotan

Orasi Ilmiah Kembali Digelar Pada Dies Natalis Unpad Ke-69, Kolaborasi Dengan Brin Menjadi Sorotan

Pendidikan
Dislike 0 0 Komentar | 14 September 2026
Awas Charger KW dan Ini Tips Menghindarinya

Awas Charger KW dan Ini Tips Menghindarinya

Lifestyle
Dislike 0 0 Komentar | 09 September 2026
Tren “Obat Penurun Berat Badan” Ozempic, Mendalami Bahaya Kesehatan Di Baliknya

Tren “Obat Penurun Berat Badan” Ozempic, Mendalami Bahaya Kesehatan Di Baliknya

Lifestyle
Dislike 0 0 Komentar | 07 September 2026

Rekomendasi Untuk Anda

Lifestyle

Sudahkan Aturan Perlindungan Sisa Kuota Melindungi Dompet?

0 0 0 Komentar | 05 Oktober 2026
Pendidikan

Kupas Manfaat Puasa secara Medis Bersama Pakar Keperawatan Unpad

0 0 0 Komentar | 28 September 2026
Pendidikan

Di Balik Penyalahgunaan Kekuasaan, Meninjau dari Perspektif Psikologi bersama Prof. Jainal Abidin

0 0 0 Komentar | 23 September 2026
Pendidikan

Orasi Ilmiah Kembali Digelar Pada Dies Natalis Unpad Ke-69, Kolaborasi Dengan Brin Menjadi Sorotan

0 0 0 Komentar | 14 September 2026
Lifestyle

Awas Charger KW dan Ini Tips Menghindarinya

1 0 0 Komentar | 09 September 2026
Lifestyle

Tren “Obat Penurun Berat Badan” Ozempic, Mendalami Bahaya Kesehatan Di Baliknya

1 0 0 Komentar | 07 September 2026
Pendidikan

Bedah Kebijakan Luar Negeri Prabowo Bersama Akademisi Unpad, Prof. Dr. Arifin Sudirman

0 0 0 Komentar | 04 September 2026
Pendidikan

Internet Pengaruhi Modal Sosial dan Tranformasi Sosial di Indonesia: Studi Empiris Prof. Dr. Bayu Kharisma

0 0 0 Komentar | 02 September 2026
Pendidikan

Gigi Sebagai “KTP Biologis” Manusia

0 0 0 Komentar | 02 September 2026
Lifestyle

Kawasan Pendidikan Jatinangor: Antara Truk dan Mahasiswa

0 0 0 Komentar | 31 Agustus 2026
Lifestyle

Piknik Bebas Plastik, Satu Hari Tanpa Sekali Pakai di Taman Panatayuda

0 0 0 Komentar | 30 Agustus 2026
Pendidikan

PMBV 2026 #Elevate3.0: Meraki untuk Merasa, Bersama untuk Berdaya

0 0 0 Komentar | 24 Agustus 2026
Lifestyle

Bukan Sekedar Boneka Anime: Mengenal Ragam Bentuk dan Lini Merchandise Nuigurumi

0 0 0 Komentar | 24 Agustus 2026
Lifestyle

Lebih dari Sekadar Fandom: NCTzen Humanity dan Solidaritas untuk Korban Bencana

0 0 0 Komentar | 22 Agustus 2026
Lifestyle

Esensi Banner Skripsi dan kelulusan: Bentuk budaya populer dikalangan mahasiswa

0 0 0 Komentar | 22 Agustus 2026
Event

PKKMB Fikom Unpad 2026 Resmi Dimulai, Asrayaloka Jadi Ruang Awal Mahasiswa Baru Mengenal Fikom

0 0 0 Komentar | 18 Agustus 2026
Event

Beragam UKM Unpad Hiasi Rangkaian Prabu 2026

0 0 0 Komentar | 11 Agustus 2026
Event

Hari Kedua Prabu 2026, Mahasiswa Baru Ikuti Talkshow, Parade, Hingga Student Festival

0 0 0 Komentar | 11 Agustus 2026
Event

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Hadiri PKKMB Unpad 2026, Soroti Akses Pendidikan Mahasiswa

0 0 0 Komentar | 10 Agustus 2026
Event

12.982 Mahasiswa Baru Mulai Langkah Pertama di PKKMB Unpad 2026

0 0 0 Komentar | 10 Agustus 2026
Event

12.982 Mahasiswa Baru Mulai Langkah Pertama di PKKMB Unpad 2026

0 0 0 Komentar | 10 Agustus 2026
Pendidikan

Hari Pertama PAMUKA 2026, Mahasiswa Baru Kenali Layanan dan Kehidupan Kampus

0 0 0 Komentar | 03 Agustus 2026
Lifestyle

Ketika Makeup Menjadi Bahasa Ekspresi Generasi Muda

0 0 0 Komentar | 02 Agustus 2026
Budaya

Meracik Inovasi: Minuman Tradisional Beradaptasi di Tengah Tren Kekinian

0 0 0 Komentar | 26 Juli 2026
Lifestyle

Membedah Stereotype "Cegil" Terhadap Film Obsession

1 0 0 Komentar | 24 Juli 2026
Lifestyle

Trend Olah Raga lari yang Bergeser Jadi Trend Adu Busana

0 0 0 Komentar | 24 Juli 2026
Lifestyle

Mengelola Cortisol, Mengelola Stres: Cara Ilmiah Mahasiswa Cegah Burnout

0 0 0 Komentar | 24 Juli 2026

Komentar (0)