Hegarmanah | Diperbarui 20:00 WIB Hujan Petir 20°C | Hujan Petir

Kupas Manfaat Puasa secara Medis Bersama Pakar Keperawatan Unpad

Secara fisiologis, puasa merupakan fase adaptasi metabolik yang kompleks. Semua sistem tubuh terpengaruh jika dijalankan dengan benar.
Foto Tarsisius Dimas Harry Adi Nugroho
Tarsisius Dimas Harry Adi Nugroho
28 Sep 2026 • 3 menit baca
Guru Besar Fakultas Keperawatan Unpad, Prof. Cecep Eli Kosasih, S.Kp., MNS., Ph.D. (Sumber: Youtube Sajabi)

Ibadah shaum atau puasa sejatinya memiliki dua dimensi utama, yakni dimensi spiritual dan dimensi biologis. Secara spiritual, puasa melatih pengendalian diri (self-control), meningkatkan kedisiplinan, menumbuhkan rasa empati terhadap sesama, serta dapat menurunkan tingkat stres dan kecemasan. Sementara itu, secara biologis, puasa merupakan periode istirahat metabolik yang memicu berbagai fase adaptasi fisiologis di seluruh sistem tubuh manusia.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Guru Besar Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran (Unpad), Prof. Cecep Eli Kosasih, S.Kp., MNS., Ph.D., dalam diskusi daring “Satu Jam Berbincang Ilmu” (Sajabi) Episode 211 yang diselenggarakan oleh Dewan Profesor Unpad.

“Secara fisiologis, puasa merupakan fase adaptasi metabolik yang kompleks. Semua sistem tubuh terpengaruh, dan jika dijalankan dengan benar, sistem-sistem yang ada di dalam tubuh akan menjadi lebih baik lagi,” ujar Prof. Cecep.

Dalam penjelasannya, Prof. Cecep memaparkan bahwa pada fase awal puasa, saat asupan glukosa dari makanan terhenti, tubuh akan memecah cadangan glikogen di hati dan otot (glikogenolisis) untuk mempertahankan kadar gula darah. Jika puasa terus berlanjut dan cadangan glikogen menipis, tubuh akan melakukan glukoneogenesis, yaitu pembentukan glukosa dari sumber selain karbohidrat, seperti lemak dan protein.

Pada proses tersebut, hormon glukagon akan meningkat untuk memecah lemak sebagai sumber energi alternatif, sementara hormon insulin akan menurun. Proses ini sangat menguntungkan, terutama bagi penderita obesitas dan diabetes tipe 2, karena puasa terbukti dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan membantu konversi glukosa menjadi glikogen dengan lebih efektif.

Selain sistem metabolik, sistem organ lain juga merasakan dampak positifnya. Pada sistem pencernaan (gastrointestinal), waktu istirahat selama puasa dimanfaatkan oleh tubuh untuk memperbaiki mikrobiota usus dan dapat menurunkan risiko gastritis jika pola sahur dan berbuka dilakukan secara seimbang. Pada sistem kardiovaskular, puasa membantu menurunkan denyut jantung, menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida, serta memberikan efek penurunan tekanan darah ringan yang bermanfaat bagi penderita hipertensi.

Prof. Cecep juga menjelaskan manfaat puasa terhadap perbaikan tingkat sel melalui peningkatan enzim sirtuin dan proses autophagy.

"Bagi mereka yang ingin awet muda dan tetap sehat, banyak-banyaklah shaum. Aktivitas puasa dapat meningkatkan sirtuin, yakni kelompok enzim yang memperbaiki metabolisme dan menurunkan stres oksidatif sel tubuh, sehingga berperan sebagai anti-aging dan antiinflamasi," jelasnya. Puasa juga memicu proses autophagy, yaitu mekanisme alami di mana sel membersihkan dan mendaur ulang komponen sel yang rusak untuk mempertahankan keseimbangan tubuh.

Meskipun memiliki segudang manfaat, Prof. Cecep memberikan catatan terkait pelaksanaan Shaum seperti dehidrasi, fluktuasi glukosa yang drastis, hingga hipotensi ortostatik (penurunan tekanan darah saat bangun tidur). Ia menegaskan bahwa pasien dengan kondisi klinis tertentu, seperti diabetes melitus tipe 1, gagal ginjal kronis, gangguan metabolisme akut, dan kehamilan patologis, untuk berkonsultasi dengan dokter dan dipantau secara ketat jika ingin berpuasa.

Untuk memaksimalkan manfaat puasa, integrasi perawatan tubuh harus diterapkan. Prof. Cecep menyarankan asupan sahur yang bergizi seimbang dengan karbohidrat kompleks, protein, serat, dan elektrolit, serta menghindari makan berlebihan saat berbuka. Pemenuhan cairan juga harus dioptimalkan sekitar 8 gelas per hari, yang bisa disiasati dengan minum 3 gelas saat berbuka, 2 gelas sebelum tidur, dan 3 gelas saat sahur.

Selain itu, aktivitas fisik ringan hingga sedang tetap dianjurkan untuk dilakukan. "Salat tarawih juga merupakan aktivitas fisik yang berdampak positif bagi tubuh karena menggabungkan aspek spiritual dan olahraga ringan. Namun, manfaat ini akan maksimal jika saat berbuka kita makan secukupnya dan tidak berlebihan, sehingga metabolisme tubuh dan sistem gastrointestinal dapat bekerja dengan baik," pungkas Prof. Cecep.

Tayangan Selengkapnya:

 

 

 

Berita Lainnya

Sudahkan Aturan Perlindungan Sisa Kuota Melindungi Dompet?

Sudahkan Aturan Perlindungan Sisa Kuota Melindungi Dompet?

Lifestyle
Dislike 0 0 Komentar | 05 Oktober 2026
Kupas Manfaat Puasa secara Medis Bersama Pakar Keperawatan Unpad

Kupas Manfaat Puasa secara Medis Bersama Pakar Keperawatan Unpad

Pendidikan
Dislike 0 0 Komentar | 28 September 2026
Di Balik Penyalahgunaan Kekuasaan, Meninjau dari Perspektif Psikologi bersama Prof. Jainal Abidin

Di Balik Penyalahgunaan Kekuasaan, Meninjau dari Perspektif Psikologi bersama Prof. Jainal Abidin

Pendidikan
Dislike 0 0 Komentar | 23 September 2026
Orasi Ilmiah Kembali Digelar Pada Dies Natalis Unpad Ke-69, Kolaborasi Dengan Brin Menjadi Sorotan

Orasi Ilmiah Kembali Digelar Pada Dies Natalis Unpad Ke-69, Kolaborasi Dengan Brin Menjadi Sorotan

Pendidikan
Dislike 0 0 Komentar | 14 September 2026
Awas Charger KW dan Ini Tips Menghindarinya

Awas Charger KW dan Ini Tips Menghindarinya

Lifestyle
Dislike 0 0 Komentar | 09 September 2026
Tren “Obat Penurun Berat Badan” Ozempic, Mendalami Bahaya Kesehatan Di Baliknya

Tren “Obat Penurun Berat Badan” Ozempic, Mendalami Bahaya Kesehatan Di Baliknya

Lifestyle
Dislike 0 0 Komentar | 07 September 2026

Rekomendasi Untuk Anda

Lifestyle

Sudahkan Aturan Perlindungan Sisa Kuota Melindungi Dompet?

0 0 0 Komentar | 05 Oktober 2026
Pendidikan

Kupas Manfaat Puasa secara Medis Bersama Pakar Keperawatan Unpad

0 0 0 Komentar | 28 September 2026
Pendidikan

Di Balik Penyalahgunaan Kekuasaan, Meninjau dari Perspektif Psikologi bersama Prof. Jainal Abidin

0 0 0 Komentar | 23 September 2026
Pendidikan

Orasi Ilmiah Kembali Digelar Pada Dies Natalis Unpad Ke-69, Kolaborasi Dengan Brin Menjadi Sorotan

0 0 0 Komentar | 14 September 2026
Lifestyle

Awas Charger KW dan Ini Tips Menghindarinya

1 0 0 Komentar | 09 September 2026
Lifestyle

Tren “Obat Penurun Berat Badan” Ozempic, Mendalami Bahaya Kesehatan Di Baliknya

1 0 0 Komentar | 07 September 2026
Pendidikan

Bedah Kebijakan Luar Negeri Prabowo Bersama Akademisi Unpad, Prof. Dr. Arifin Sudirman

0 0 0 Komentar | 04 September 2026
Pendidikan

Internet Pengaruhi Modal Sosial dan Tranformasi Sosial di Indonesia: Studi Empiris Prof. Dr. Bayu Kharisma

0 0 0 Komentar | 02 September 2026
Pendidikan

Gigi Sebagai “KTP Biologis” Manusia

0 0 0 Komentar | 02 September 2026
Lifestyle

Kawasan Pendidikan Jatinangor: Antara Truk dan Mahasiswa

0 0 0 Komentar | 31 Agustus 2026
Lifestyle

Piknik Bebas Plastik, Satu Hari Tanpa Sekali Pakai di Taman Panatayuda

0 0 0 Komentar | 30 Agustus 2026
Pendidikan

PMBV 2026 #Elevate3.0: Meraki untuk Merasa, Bersama untuk Berdaya

0 0 0 Komentar | 24 Agustus 2026
Lifestyle

Bukan Sekedar Boneka Anime: Mengenal Ragam Bentuk dan Lini Merchandise Nuigurumi

0 0 0 Komentar | 24 Agustus 2026
Lifestyle

Lebih dari Sekadar Fandom: NCTzen Humanity dan Solidaritas untuk Korban Bencana

0 0 0 Komentar | 22 Agustus 2026
Lifestyle

Esensi Banner Skripsi dan kelulusan: Bentuk budaya populer dikalangan mahasiswa

0 0 0 Komentar | 22 Agustus 2026
Event

PKKMB Fikom Unpad 2026 Resmi Dimulai, Asrayaloka Jadi Ruang Awal Mahasiswa Baru Mengenal Fikom

0 0 0 Komentar | 18 Agustus 2026
Event

Beragam UKM Unpad Hiasi Rangkaian Prabu 2026

0 0 0 Komentar | 11 Agustus 2026
Event

Hari Kedua Prabu 2026, Mahasiswa Baru Ikuti Talkshow, Parade, Hingga Student Festival

0 0 0 Komentar | 11 Agustus 2026
Event

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Hadiri PKKMB Unpad 2026, Soroti Akses Pendidikan Mahasiswa

0 0 0 Komentar | 10 Agustus 2026
Event

12.982 Mahasiswa Baru Mulai Langkah Pertama di PKKMB Unpad 2026

0 0 0 Komentar | 10 Agustus 2026
Event

12.982 Mahasiswa Baru Mulai Langkah Pertama di PKKMB Unpad 2026

0 0 0 Komentar | 10 Agustus 2026
Pendidikan

Hari Pertama PAMUKA 2026, Mahasiswa Baru Kenali Layanan dan Kehidupan Kampus

0 0 0 Komentar | 03 Agustus 2026
Lifestyle

Ketika Makeup Menjadi Bahasa Ekspresi Generasi Muda

0 0 0 Komentar | 02 Agustus 2026
Budaya

Meracik Inovasi: Minuman Tradisional Beradaptasi di Tengah Tren Kekinian

0 0 0 Komentar | 26 Juli 2026
Lifestyle

Membedah Stereotype "Cegil" Terhadap Film Obsession

1 0 0 Komentar | 24 Juli 2026
Lifestyle

Trend Olah Raga lari yang Bergeser Jadi Trend Adu Busana

0 0 0 Komentar | 24 Juli 2026
Lifestyle

Mengelola Cortisol, Mengelola Stres: Cara Ilmiah Mahasiswa Cegah Burnout

0 0 0 Komentar | 24 Juli 2026

Komentar (0)