Hegarmanah | Diperbarui 00:00 WIB Cerah Berawan 19°C | Cerah Berawan

Awas Charger KW dan Ini Tips Menghindarinya

Atas nama portabilitas, ponsel tidak bergantung dengan colokan listrik seperti komputer. Ia menggunakan baterai sebagai sumber dayanya, menyala sepanjang hari, menemani aktivitas kita dari bangun tidur hingga mau tidur lagi. Bila habis (atau kalau mau pun), pemilik tinggal mengecasnya. Casan rusak atau hilang? Bisa diganti. Sayang, orang kerap terjebak membeli casan KW.
Foto Tarsisius Dimas Harry Adi Nugroho
Tarsisius Dimas Harry Adi Nugroho
09 Sep 2026 3 menit baca
Etalase salah satu konter ponsel di Jatinangor, Sumedang

Saat ini, secara teknis hampir semua ponsel sudah mendukung pengecasan cepat (fast charging). Dari 18 hingga 120 watt, dari yang 2 jam penuh sampai yang 20 menit sudah penuh sejak diisi dari kondisi baterai habis. Tinggal bagaimana kita mendefinisikan kata “cepat” itu.

Ada beberapa alasan orang membeli casan, bisa entah karena hilang, rusak, atau memang tidak disediakan pada paket penjualan ponsel. Namun, banyak orang yang karena ketidaktahuan, dan kadang ditambah dengan keterbatasan dana, membeli casan palsu atau imitasi atau yang akrab disebut KW. Harganya bervariasi, umumnya berkisar antara Rp40–150 ribuan. Di toko offline lebih parah, bahkan ada saja yang menjual sampai 200 ribuan rupiah. Tidak jarang pedagang aksesori gawai menipu dengan kata-kata “Original”, “Ori 100%”, dan sebagainya. Tidak ada jaminan bahwa membeli casan ratusan ribu berarti membeli casan orisinal. Membeli casan orisinal mungkin relatif lebih mahal, tetapi bisa jadi lebih mahal ongkos penyakit komplikasi dan rawat inap di konter hp.

Casan ponsel KW menyimpan bahaya yang kasat maupun tidak kasat mata. Casan KW memberikan suplai arus dan tegangan listrik yang tidak stabil karena hilangnya atau tidak berkualitasnya komponen pengaman (seperti overcharge protection dan voltage regulator) di dalam adaptor. Hal ini memicu kerusakan berantai pada hardware ponsel, antara lain kerusakan IC Power, baterai bocor (drop) dan menggembung, layar ghost touch (tersentuh sendiri), konektor longgar atau aus, serta risiko korsleting dan terbakar. Kurang lebih berikut dana yang harus disiapkan untuk perbaikan komponen tersebut.

  1. Ganti IC Power: Rp200.000–800.000.
  2. Ganti baterai: Rp200.000–500.000. Ini harga untuk biaya baterai OEM atau third party berkualitas (seperti merk Hippo, Rakkipanda, Viking, Log-On, dsb.). Kalau di service center resmi mulai dari Rp300.000 hingga sejuta.
  3. Ganti papan cas atau modul konektor type C: Rp100.000–250.000.
  4. Ganti LCD: mulai dari 400 ribuan.

 

Lantas bagaimana tips menghindari pembelian casan KW atau abal-abal? Ini dia tipsnya.

Cek Masa Garansi Aksesori HP

Jika casan bermasalah dan ponsel masih bergaransi (garansi resmi, bukan garansi distributor atau garansi personal/toko), tidak ada salahnya datang ke tempat servis resmi untuk menanyakan apakah bisa ditukar baru atau tidak.

Tahu Kisaran Harga Casan Orisinal

Kalau mau membeli casan orisinal yang bermerek sama dengan ponsel, disarankan membeli di tempat servis resmi karena keasliannya lebih terjamin. Begitupun di official store atau authorized store (mis. Erafone), baik daring maupun luring. Pengguna bisa mengecek harga casan di situs resmi atau toko daring merk yang kita pakai. Kita bisa curiga dengan casan yang jauh lebih murah dari harga resmi tersebut.

“Charger Samsung di bawah 100 ribu itu enggak ada,” ujar Jonatan, pengulas charger di kanal Youtube 'chargerin' ketika mereviu charger Samsung palsu seharga 27 ribu.

Pakai Charger Third Party

Jika dirasa membeli casan ori melampaui budget, ada opsi casan pihak ketiga, tetapi harus yang berkualitas. Contoh merk casan yang umum di pasaran, seperti Ugreen, Anker, Baseus, Mcdodo. Casan semacam ini lebih murah dari casan ori ponsel, tapi dengan kualitas yang bisa setara ori atau terkadang lebih baik karena bisa juga digunakan di ponsel merk lain.

Tips jika ingin membeli casan pihak ketiga (terutama di toko daring)

  • Cari yang dayanya (watt-nya) setara atau lebih besar dari bawaan ponsel. Ini tidak akan membuat ponsel meledak dan viral di FYP. Ponsel kita sudah 'pintar', ia akan menyesuaikan dengan kebutuhan daya yang ia perlukan

    Charging untuk device modern, terutama yang sudah pakai USB type C, itu tergantung sama device yang di-charge. Jadi TWS-nya atau handphone-nya mintanya berapa. Charger mau itu 25, 45, 67, 100, 240 (watt) itu adalah kemampuan tertinggi dia nge-charge, bukan yang pasti dia kasih,” terang Dedy Irvan, pengulas gawai senior di kanal Youtube Jagat Review.

  • Lihat spesifikasi casan yang ditulis di keterangan toko, mendukung protokol pengisian daya di hp kita atau tidak. Misal Xiaomi Turbo Charge, Samsung Adaptive Fast Charging (AFC), Oppo Supervooc, Power Delivery/PD 3.0, Quick Charge 3.0, dsb. Untuk mengetahui ponsel kita support protokol apa, silakan cek di internet.
  • Lihat ulasan-ulasan pembeli lain di kolom komentar, apakah efektif dan cocok dengan spesifikasi pengecasan ponsel kita.
  • Berhati-hati dengan charger berdaya besar dengan harga murah.

    Charger 65 watt aja harga 30 ribu itu pasti abal-abal. Gak perlu dianalisa pasti abal-abal. Jadi, satu, murah; dua, tidak ada mereknya,” peringat Jonatan. Ia juga menegaskan pada video lain.

“Kita jangan sampai tergoda dengan harga murah, watt-nya gede, dipasang di handphone, indikatornya jalan. Banyak kasus yang terjadi penggunaan charger seperti ini menimbulkan kerusakan di handphone-nya, perangkatnya. Yang lebih parah lagi menimbulkan kebakaran,”

Berita Lainnya

Orasi Ilmiah Kembali Digelar Pada Dies Natalis Unpad Ke-69, Kolaborasi Dengan Brin Menjadi Sorotan

Orasi Ilmiah Kembali Digelar Pada Dies Natalis Unpad Ke-69, Kolaborasi Dengan Brin Menjadi Sorotan

Pendidikan
Dislike 0 0 Komentar | 14 September 2026
Awas Charger KW dan Ini Tips Menghindarinya

Awas Charger KW dan Ini Tips Menghindarinya

Lifestyle
Dislike 0 0 Komentar | 09 September 2026
Tren “Obat Penurun Berat Badan” Ozempic, Mendalami Bahaya Kesehatan Di Baliknya

Tren “Obat Penurun Berat Badan” Ozempic, Mendalami Bahaya Kesehatan Di Baliknya

Lifestyle
Dislike 0 0 Komentar | 07 September 2026
Bedah Kebijakan Luar Negeri Prabowo Bersama Akademisi Unpad, Prof. Dr. Arifin Sudirman

Bedah Kebijakan Luar Negeri Prabowo Bersama Akademisi Unpad, Prof. Dr. Arifin Sudirman

Pendidikan
Dislike 0 0 Komentar | 04 September 2026
Internet Pengaruhi Modal Sosial dan Tranformasi Sosial di Indonesia: Studi Empiris Prof. Dr. Bayu Kharisma

Internet Pengaruhi Modal Sosial dan Tranformasi Sosial di Indonesia: Studi Empiris Prof. Dr. Bayu Kharisma

Pendidikan
Dislike 0 0 Komentar | 02 September 2026
Gigi Sebagai “KTP Biologis” Manusia

Gigi Sebagai “KTP Biologis” Manusia

Pendidikan
Dislike 0 0 Komentar | 02 September 2026

Rekomendasi Untuk Anda

Pendidikan

Orasi Ilmiah Kembali Digelar Pada Dies Natalis Unpad Ke-69, Kolaborasi Dengan Brin Menjadi Sorotan

0 0 0 Komentar | 14 September 2026
Lifestyle

Awas Charger KW dan Ini Tips Menghindarinya

0 0 0 Komentar | 09 September 2026
Lifestyle

Tren “Obat Penurun Berat Badan” Ozempic, Mendalami Bahaya Kesehatan Di Baliknya

0 0 0 Komentar | 07 September 2026
Pendidikan

Bedah Kebijakan Luar Negeri Prabowo Bersama Akademisi Unpad, Prof. Dr. Arifin Sudirman

0 0 0 Komentar | 04 September 2026
Pendidikan

Internet Pengaruhi Modal Sosial dan Tranformasi Sosial di Indonesia: Studi Empiris Prof. Dr. Bayu Kharisma

0 0 0 Komentar | 02 September 2026
Pendidikan

Gigi Sebagai “KTP Biologis” Manusia

0 0 0 Komentar | 02 September 2026
Lifestyle

Kawasan Pendidikan Jatinangor: Antara Truk dan Mahasiswa

0 0 0 Komentar | 31 Agustus 2026
Lifestyle

Piknik Bebas Plastik, Satu Hari Tanpa Sekali Pakai di Taman Panatayuda

0 0 0 Komentar | 30 Agustus 2026
Pendidikan

PMBV 2026 #Elevate3.0: Meraki untuk Merasa, Bersama untuk Berdaya

0 0 0 Komentar | 24 Agustus 2026
Lifestyle

Bukan Sekedar Boneka Anime: Mengenal Ragam Bentuk dan Lini Merchandise Nuigurumi

0 0 0 Komentar | 24 Agustus 2026
Lifestyle

Lebih dari Sekadar Fandom: NCTzen Humanity dan Solidaritas untuk Korban Bencana

0 0 0 Komentar | 22 Agustus 2026
Lifestyle

Esensi Banner Skripsi dan kelulusan: Bentuk budaya populer dikalangan mahasiswa

0 0 0 Komentar | 22 Agustus 2026
Event

PKKMB Fikom Unpad 2026 Resmi Dimulai, Asrayaloka Jadi Ruang Awal Mahasiswa Baru Mengenal Fikom

0 0 0 Komentar | 18 Agustus 2026
Event

Beragam UKM Unpad Hiasi Rangkaian Prabu 2026

0 0 0 Komentar | 11 Agustus 2026
Event

Hari Kedua Prabu 2026, Mahasiswa Baru Ikuti Talkshow, Parade, Hingga Student Festival

0 0 0 Komentar | 11 Agustus 2026
Event

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Hadiri PKKMB Unpad 2026, Soroti Akses Pendidikan Mahasiswa

0 0 0 Komentar | 10 Agustus 2026
Event

12.982 Mahasiswa Baru Mulai Langkah Pertama di PKKMB Unpad 2026

0 0 0 Komentar | 10 Agustus 2026
Event

12.982 Mahasiswa Baru Mulai Langkah Pertama di PKKMB Unpad 2026

0 0 0 Komentar | 10 Agustus 2026
Pendidikan

Hari Pertama PAMUKA 2026, Mahasiswa Baru Kenali Layanan dan Kehidupan Kampus

0 0 0 Komentar | 03 Agustus 2026
Lifestyle

Ketika Makeup Menjadi Bahasa Ekspresi Generasi Muda

0 0 0 Komentar | 02 Agustus 2026
Budaya

Meracik Inovasi: Minuman Tradisional Beradaptasi di Tengah Tren Kekinian

0 0 0 Komentar | 26 Juli 2026
Lifestyle

Membedah Stereotype "Cegil" Terhadap Film Obsession

0 0 0 Komentar | 24 Juli 2026
Lifestyle

Trend Olah Raga lari yang Bergeser Jadi Trend Adu Busana

0 0 0 Komentar | 24 Juli 2026
Lifestyle

Mengelola Cortisol, Mengelola Stres: Cara Ilmiah Mahasiswa Cegah Burnout

0 0 0 Komentar | 24 Juli 2026
Lifestyle

Di Balik Tren Membawa Tumbler di Kalangan Mahasiswa

0 0 0 Komentar | 20 Juli 2026
Lifestyle

Mengintip Komunitas B-Blade, Berdiri 32 Tahun Asah Atlet Sepatu Roda di Bandung

0 0 0 Komentar | 18 Juli 2026
Lifestyle

Cabinet Couture Season 2: Apa yang ditakuti dari akun pengulas outfit pejabat hingga diblokir KOMDIGI?

0 0 0 Komentar | 17 Juli 2026

Komentar (0)