Hegarmanah | Diperbarui 20:00 WIB Hujan Petir 20°C | Hujan Petir

Di Balik Penyalahgunaan Kekuasaan, Meninjau dari Perspektif Psikologi bersama Prof. Jainal Abidin

Bagaimana kekuasaan mampu mengubah cara seseorang berpikir dan bertindak dan kapan penggunaan kekuasaan bergeser dari amanah menjadi penyalahgunaan?
Foto Milka Gokmauli Manalu
Milka Gokmauli Manalu
23 Sep 2026 • 3 menit baca

Ketika mendengar mengenai kekuasaan, tidak sedikit yang mengaitkannya dengan politik dan pemerintahan. Kedua bidang ini memang memainkan peranan paling besar dalam urusan kenegaraan. Akan tetapi, perlu digarisbawahi bahwa makna kekuasaan adalah kemampuan seseorang atau kelompok untuk memengaruhi tindakan, keputusan, kesempatan, dan akses pihak lain. Dari definisinya, dapat dikatakan bahwa kekuasaan hadir di setiap relasi dan berbagai bidang kehidupan, baik kesehatan, psikologi, maupun pendidikan.

Tidak heran jika kekuasaan yang dimiliki sering kali diselewengkan untuk kepentingan pribadi ataupun kelompok tertentu. Hal ini memunculkan pertanyaan bagaimana kekuasaan mampu mengubah cara seseorang berpikir dan bertindak dan kapan penggunaan kekuasaan bergeser dari amanah menjadi penyalahgunaan? 

Dalam kesempatan diskusi daring “Satu Jam Berbincang Ilmu” (Sajabi) Episode 222 yang diselenggarakan oleh Dewan Profesor Unpad, Prof. Dr. Jainal Abidin, M.Si., guru besar Fakultas Psikologi Universitas Padjadjaran, memaparkan kajiannya, terutama dari sisi psikologis di balik penyelewengan kekuasaan yang dilakukan di berbagai lapisan hingga ke unit terkecil, yakni masyarakat. 

Istilah penyalahgunaan juga kerap kali disebut sebagai personalisasi kekuasaan. Istilah ini muncul dari kata “personal”, yakni menyesuaikan pengambilan tindakan atau keputusan berdasarkan alasan pribadi. Ciri-ciri personalisasi kekuasaan ditandai dengan kaburnya batas pribadi, jabatan, dan institusi yang berujung pada justifikasi atau rasionalisasi suatu keputusan atau tindakan.

Dalam psikologi, terdapat sejumlah istilah yang menjelaskan fenomena ini, pertama, psychological entitlement dan ownership. Hal ini berarti seseorang dengan  kekuasaan merasa pantas mendapatkan sesuatu karena jasa yang telah ia lakukan untuk institusi tersebut, sehingga semuanya dipersepsi sebagai milik pribadi. Hal ini juga dapat dijelaskan melalui konsep moral licensing, yakni menjustifikasi tindakan dengan “kredit moral” (perbuatan baik) yang dilakukan di masa lalu.

Hal ini menghantarkan kita kepada tahapan selanjutnya yang disebut dengan motivated reasoning, yaitu kepentingan pribadi yang memengaruhi pemilihan alasan dan bukti. Kemudian, pada tahapan kelima, yakni ethical fading, dimensi moral menghilang karena keputusan dipandang sebagai urusan teknis. Aspek etis sudah pudar karena keputusan tidak lagi ditujukan untuk kebermanfaatan bersama, melainkan malah menindas yang lebih lemah. Selanjutnya terdapat moral disengagement, yakni menjustifikasi tindakan karena berpikir, “toh semua orang melakukannya”. Terakhir, organizational silence, yakni bukan hanya pelaku yang terlibat, melainkan juga orang di sekitar pemimpin yang memilih diam karena takut dan bergantung pada jasa pimpinan. 

Memutus penyelewengan kekuasaan yang kompleks ini menuntut tindakan mendesak di dua lini sekaligus. Di tingkat personal, pencegahan bertumpu pada penguatan integritas, yakni mengendalikan kepentingan diri, merawat empati, serta membuka diri terhadap kritik.

Namun, moral individu tak akan bertahan tanpa sistem yang tegas. Di tingkat kelembagaan, hal ini wajib ditopang oleh akuntabilitas yang membatasi wewenang bebas seorang pemimpin, sistem yang memberikan perlindungan penuh bagi pelapor, penilaian jabatan berdasarkan kemampuan, serta pemberian sanksi hukum yang konsisten.

Prof. Jainal menekankan bahwa penyalahgunaan kekuasaan jarang dimulai dari pelanggaran besar, tetapi biasanya tumbuh dari penyimpangan-penyimpangan yang disembunyikan dan kekuasaan yang menolak untuk dievaluasi dan diawasi. “Ujian terbesar kekuasaan itu bukan ketika kita memperolehnya, melainkan ketika kita bersedia membatasi diri saat tidak ada yang mampu menghentikan kita,” ujar Prof. Jainal.

Tayangan Selengkapnya: 

https://youtu.be/9lEzpP5NbB8?si=4hm1gYfxL2yFdfrf

Berita Lainnya

Sudahkan Aturan Perlindungan Sisa Kuota Melindungi Dompet?

Sudahkan Aturan Perlindungan Sisa Kuota Melindungi Dompet?

Lifestyle
Dislike 0 0 Komentar | 05 Oktober 2026
Kupas Manfaat Puasa secara Medis Bersama Pakar Keperawatan Unpad

Kupas Manfaat Puasa secara Medis Bersama Pakar Keperawatan Unpad

Pendidikan
Dislike 0 0 Komentar | 28 September 2026
Di Balik Penyalahgunaan Kekuasaan, Meninjau dari Perspektif Psikologi bersama Prof. Jainal Abidin

Di Balik Penyalahgunaan Kekuasaan, Meninjau dari Perspektif Psikologi bersama Prof. Jainal Abidin

Pendidikan
Dislike 0 0 Komentar | 23 September 2026
Orasi Ilmiah Kembali Digelar Pada Dies Natalis Unpad Ke-69, Kolaborasi Dengan Brin Menjadi Sorotan

Orasi Ilmiah Kembali Digelar Pada Dies Natalis Unpad Ke-69, Kolaborasi Dengan Brin Menjadi Sorotan

Pendidikan
Dislike 0 0 Komentar | 14 September 2026
Awas Charger KW dan Ini Tips Menghindarinya

Awas Charger KW dan Ini Tips Menghindarinya

Lifestyle
Dislike 0 0 Komentar | 09 September 2026
Tren “Obat Penurun Berat Badan” Ozempic, Mendalami Bahaya Kesehatan Di Baliknya

Tren “Obat Penurun Berat Badan” Ozempic, Mendalami Bahaya Kesehatan Di Baliknya

Lifestyle
Dislike 0 0 Komentar | 07 September 2026

Rekomendasi Untuk Anda

Lifestyle

Sudahkan Aturan Perlindungan Sisa Kuota Melindungi Dompet?

0 0 0 Komentar | 05 Oktober 2026
Pendidikan

Kupas Manfaat Puasa secara Medis Bersama Pakar Keperawatan Unpad

0 0 0 Komentar | 28 September 2026
Pendidikan

Di Balik Penyalahgunaan Kekuasaan, Meninjau dari Perspektif Psikologi bersama Prof. Jainal Abidin

0 0 0 Komentar | 23 September 2026
Pendidikan

Orasi Ilmiah Kembali Digelar Pada Dies Natalis Unpad Ke-69, Kolaborasi Dengan Brin Menjadi Sorotan

0 0 0 Komentar | 14 September 2026
Lifestyle

Awas Charger KW dan Ini Tips Menghindarinya

1 0 0 Komentar | 09 September 2026
Lifestyle

Tren “Obat Penurun Berat Badan” Ozempic, Mendalami Bahaya Kesehatan Di Baliknya

1 0 0 Komentar | 07 September 2026
Pendidikan

Bedah Kebijakan Luar Negeri Prabowo Bersama Akademisi Unpad, Prof. Dr. Arifin Sudirman

0 0 0 Komentar | 04 September 2026
Pendidikan

Internet Pengaruhi Modal Sosial dan Tranformasi Sosial di Indonesia: Studi Empiris Prof. Dr. Bayu Kharisma

0 0 0 Komentar | 02 September 2026
Pendidikan

Gigi Sebagai “KTP Biologis” Manusia

0 0 0 Komentar | 02 September 2026
Lifestyle

Kawasan Pendidikan Jatinangor: Antara Truk dan Mahasiswa

0 0 0 Komentar | 31 Agustus 2026
Lifestyle

Piknik Bebas Plastik, Satu Hari Tanpa Sekali Pakai di Taman Panatayuda

0 0 0 Komentar | 30 Agustus 2026
Pendidikan

PMBV 2026 #Elevate3.0: Meraki untuk Merasa, Bersama untuk Berdaya

0 0 0 Komentar | 24 Agustus 2026
Lifestyle

Bukan Sekedar Boneka Anime: Mengenal Ragam Bentuk dan Lini Merchandise Nuigurumi

0 0 0 Komentar | 24 Agustus 2026
Lifestyle

Lebih dari Sekadar Fandom: NCTzen Humanity dan Solidaritas untuk Korban Bencana

0 0 0 Komentar | 22 Agustus 2026
Lifestyle

Esensi Banner Skripsi dan kelulusan: Bentuk budaya populer dikalangan mahasiswa

0 0 0 Komentar | 22 Agustus 2026
Event

PKKMB Fikom Unpad 2026 Resmi Dimulai, Asrayaloka Jadi Ruang Awal Mahasiswa Baru Mengenal Fikom

0 0 0 Komentar | 18 Agustus 2026
Event

Beragam UKM Unpad Hiasi Rangkaian Prabu 2026

0 0 0 Komentar | 11 Agustus 2026
Event

Hari Kedua Prabu 2026, Mahasiswa Baru Ikuti Talkshow, Parade, Hingga Student Festival

0 0 0 Komentar | 11 Agustus 2026
Event

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Hadiri PKKMB Unpad 2026, Soroti Akses Pendidikan Mahasiswa

0 0 0 Komentar | 10 Agustus 2026
Event

12.982 Mahasiswa Baru Mulai Langkah Pertama di PKKMB Unpad 2026

0 0 0 Komentar | 10 Agustus 2026
Event

12.982 Mahasiswa Baru Mulai Langkah Pertama di PKKMB Unpad 2026

0 0 0 Komentar | 10 Agustus 2026
Pendidikan

Hari Pertama PAMUKA 2026, Mahasiswa Baru Kenali Layanan dan Kehidupan Kampus

0 0 0 Komentar | 03 Agustus 2026
Lifestyle

Ketika Makeup Menjadi Bahasa Ekspresi Generasi Muda

0 0 0 Komentar | 02 Agustus 2026
Budaya

Meracik Inovasi: Minuman Tradisional Beradaptasi di Tengah Tren Kekinian

0 0 0 Komentar | 26 Juli 2026
Lifestyle

Membedah Stereotype "Cegil" Terhadap Film Obsession

1 0 0 Komentar | 24 Juli 2026
Lifestyle

Trend Olah Raga lari yang Bergeser Jadi Trend Adu Busana

0 0 0 Komentar | 24 Juli 2026
Lifestyle

Mengelola Cortisol, Mengelola Stres: Cara Ilmiah Mahasiswa Cegah Burnout

0 0 0 Komentar | 24 Juli 2026

Komentar (0)