Hegarmanah | Diperbarui 13:00 WIB Cerah Berawan 27°C | Cerah Berawan

Rekomendasi Wisata Seni Kriya Bandung: Rekomendasi Studio Keramik, Batik, dan Galeri Seni Terbaik.

Bandung selalu punya cara untuk memanjakan para pencintanya bukan hanya lewat alam dan kuliner, tetapi juga lewat denyut seni yang hidup di setiap sudutnya. Di balik gemerlap kota kreatif ini, terdapat ruang-ruang kecil yang menyimpan cerita tentang tangan-tangan terampil, proses panjang, dan jejak budaya yang terus dijaga. Berikut adalah rekomendasi wisata seni kriya di Bandung.
Foto
04 Dec 2025 • 3 menit baca
Rekomendasi Wisata Seni Kriya Bandung: Rekomendasi Studio Keramik, Batik, dan Galeri Seni Terbaik.
Ragam suasana wisata seni kriya di Bandung mulai dari area membatik, studio keramik, galeri seni kontemporer, hingga ruang Studio Rosid dengan suasana khasnya, menampilkan kekayaan kreativitas dan tradisi lokal.

Isapoterie

Di tengah pesatnya perkembangan wisata kreatif di Bandung, Isapoterie muncul sebagai salah satu destinasi seni kriya yang menawarkan pengalaman berbeda, seperti membuat keramik langsung di studio kecil yang hangat dan personal. Terletak di kawasan Awiligar yang sejuk, studio ini menciptakan tempat ideal bagi siapa pun yang ingin beristirahat sejenak dari keramaian kota sambil mengenal proses pembentukan keramik secara detail.

 

Studio ini didirikan oleh Isa, lulusan Kriya FSRD ITB yang telah dekat dengan dunia keramik sejak masa perkuliahan. Setelah lulus pada 2023, ia mengubah garasi rumahnya menjadi studio kecil sebagai upaya untuk tetap berkarya sambil melatih dan membagikan ilmu yang telah ia pelajari. Berawal dari unggahan karya di media sosial yang menarik perhatian, ruang sederhana ini kemudian berkembang menjadi tempat belajar yang nyaman, lengkap dengan alat throwing dan fasilitas dasar bagi pemula.

 

Isapoterie menawarkan kelas fleksibel, mulai dari satu pertemuan hingga paket intensif dengan pendekatan yang tidak menuntut hasil sempurna. Isa menekankan bahwa studio ini adalah ruang untuk bereksplorasi. “Yang penting mereka datang, pegang tanah liat, dan nikmatin prosesnya. Gagal pun tidak apa-apa, itu bagian dari belajar,” katanya. Pendekatan ini membuat setiap sesi terasa ramah, santai, dan mudah diikuti oleh siapapun.

 

Setiap kelas dibatasi maksimal dua peserta agar suasana tetap personal. Peserta bisa bertanya banyak hal, mencoba berbagai teknik, hingga membuat karya sesuai imajinasi mereka. Setelah selesai dibentuk, karya akan melalui proses pembakaran dan glasir selama tiga hingga empat minggu sebelum akhirnya dikirim ke rumah peserta sebagai kenang-kenangan dari pengalaman membuat keramik.

 

Meski beroperasi di ruang kecil, Isa menjadikan hospitality sebagai prinsip utama dalam setiap kelas yang ia ajarkan. Dengan suasana hangat, pendekatan personal, dan proses belajar yang bebas tekanan, Isapoterie menjadi destinasi seni kriya yang menawarkan lebih dari sekadar workshop, melainkan pengalaman mencipta yang personal, menenangkan, dan layak masuk daftar wisata seni di Bandung.

 

Studio Rosid 

Kehidupan modern kini semakin menjauhkan masyarakat dari budaya agraris, perubahan pola hidup yang serba praktis membuat kita lupa bahwa setiap butir beras yang kita nikmati adalah hasil kerja keras petani. Berangkat dari kesadaran inilah, Studio Rosid hadir sebagai ruang seni dan budaya yang mengajak masyarakat kembali mengingat akar kehidupan sekaligus menghargai jasa para petani.

 

Berlokasi di Kawasan Cigadung, Bandung, Studio Rosid menghadirkan suasana khas pedesaan yang begitu kuat. Begitu memasuki area studio, pengunjung akan merasakan atmosfer hangat layaknya rumah di kampung. Bangunan kayu, pernak-pernik antik, ornamen tradisional, serta alat-alat bertani tempo dulu tersusun rapi.

 

Inspirasi di balik Studio Rosid datang dari akar keluarga, yaitu sang ayah merupakan petani. Hal itu mewarnai desain dan koleksi di studio, sehingga banyak alat antik dan perkakas pertanian tradisional terpajang di studio, membawa suasana pedesaan masa lalu yang tenang di tengah kesibukan Kota Bandung.

 

Setiap sudut Studio Rosid tidak sekadar menampilkan karya lukisan. Ia menghadirkan kisah hidup petani melalui lukisan di atas kanvas, kayu, hingga batu. Terdapat ratusan seni instalasi  alat pertanian tradisional, perlengkapan rumah tangga dari bahan baku kayu, lesung, tempayan, dan beragam, benda agraris yang kini semakin sulit ditemukan. 

 

Selain menjadi tempat menikmati karya seni, Studio Rosid aktif mengadakan workshop yang berfokus pada pengenalan kriya, alat pertanian tradisional, serta nilai budaya agraris. Melalui edukasi ini, generasi muda diajak memahami bahwa kriya bukan sekadar benda antik, melainkan simbol identitas dan jati diri masyarakat agraris.

 

Bagi pemiliknya, Studio Rosid adalah penghormatan terhadap akar, keluarga, dan kerja keras petani, figur yang dianggap sebagai “pahlawan sehari-hari”. Lewat seni dan suasana yang hangat, studio ini mengajak pengunjung untuk berhenti sejenak, mengingat asal-usul, dan menghargai warisan budaya agraris.

 

Rumah Batik Komar 

Bandung adalah kota kreatif yang mempunyai beragam sentra seni dan budaya. Salah satunya adalah Rumah Batik Komar, yang berdiri sejak tahun 1998 dan merupakan salah satu pelopor batik kontemporer di Jawa Barat yang berhasil menggabungkan nilai tradisional dengan sentuhan inovasi modern. Tempat ini tidak hanya menjadi pusat pembuatan batik tetapi juga ruang edukasi yang memperkenalkan proses membatik kepada masyarakat luas.

 

Rumah Batik Komar didirikan oleh Komarudin Kudiya, seorang tokoh batik nasional yang sekaligus pengajar dan peneliti batik. Melalui Rumah Batik Komar, ia berusaha untuk mengembangkan batik khas Sunda dengan mengutamakan motif lokal seperti mega mendung dan flora dan fauna Jawa Barat, serta ragam ornamen tradisional yang dipadukan dengan gaya desain modern. Hasilnya adalah batik yang indah dengan karakter kuat dan identitas budaya lokal.

 

Workshop membatik yang dibuka untuk umum adalah salah satu daya tarik utama Rumah Batik Komar. Pengunjung dapat belajar langsung bagaimana membuat batik. Mulai dari menggambar pola, melakukan proses "ngelowong", mencanting lilin panas, mewarnai, hingga proses pelorodan. Kegiatan ini menawarkan pengalaman berharga bagi pelajar, wisatawan, dan masyarakat yang ingin mengetahui lebih banyak tentang seni batik. Workshop ini sering digunakan oleh sekolah dan komunitas kreatif untuk mengajar. Terlebih lagi, batik sudah termasuk kurikulum pendidikan setelah UNESCO mengukuhkan batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi pada 2 Oktober 2009.

 

“Tujuan dari workshop adalah untuk melestarikan batik itu sendiri, tapi awalnya ketika batik masuk kurikulum di sekolah dan diakui oleh UNESCO.” ujar Recksha selaku penyelenggara.

 

Rumah Batik Komar memiliki showroom di luar workshop yang menampilkan berbagai macam batik tulis, batik cap, dan batik kombinasi. Produk yang ditawarkan juga beragam, termasuk kain batik, kemeja, gaun, dan aksesoris fashion. Setiap produk dibuat dengan kualitas tinggi dengan fokus pada detail motif unik. 

 

Rumah Batik Komar Bandung berhasil membuktikan bahwa batik bukan sekadar warisan leluhur tetapi juga karya seni yang terus berkembang mengikuti zaman. Dengan komitmen untuk melestarikan budaya dan memberikan pendidikan kepada masyarakat, Rumah Batik Komar Bandung menjadi contoh nyata bagaimana seni batik dapat tetap relevan dan dicintai hingga generasi mendatang.

 

Selasar Sunaryo Art Space

Selasar Sunaryo Art Space merupakan salah satu ruang seni ikonik di Bandung, tepatnya terletak di kawasan Dago Pakar, Bandung. Ruang seni yang didirikan oleh seorang seniman terkemuka ini, Sunaryo, menjadi wadah sebagai tempat menikmati seni, budaya, dan dialog kreatif. 

 

Selasar Sunaryo Art Space awalnya bernama Selasar Sunaryo Contemporary Art Museum, yang hadir sebagai ruang untuk menyimpan, merawat, dan memamerkan karya-karya Pak Sunaryo. Namun, seiring perjalanannya, muncul gagasan-gagasan untuk mengembangkan tempat ini agar tidak hanya sebatas pada karya beliau saja, tetapi diperluas menjadi sebuah wadah yang mendukung perkembangan seni di Indonesia.

 

Kehadiran Selasar Sunaryo Art Space memberikan kontribusi terhadap seniman lokal. Baik seniman muda maupun seniman profesional mempresentasikan karya mereka hingga menciptakan ruang diskusi di ruang seni ini. Tidak hanya sebagai ruang pamer, Selasar Sunaryo Art Space juga sebagai ruang belajar yang turut membantu para seniman dalam memperluas jaringan.

 

Selain sebagai ruang pamer, berbagai area di Selasar Sunaryo Art Space juga dapat memperkaya pengalaman pengunjung. Seperti Bale Handap dan Bale Tonggoh, Amphitheater yang sering digunakan sebagai ruang pertunjukan dan diskusi terbuka, serta Ruang A, Ruang B, dan Ruang Sayap yang menjadi tempat presentasi karya-karya seni. 

 

Tidak hanya itu, Selasar Sunaryo Art Space juga menghadirkan pameran seni, lokakarya, dan program budaya lainnya yang selalu menawarkan, menghadirkan, serta memperluas cara pandang baru terhadap dunia seni. Tepatnya di Selasar Pavilion, yaitu ruang bagi pameran yang berfokus untuk memamerkan hasil karya seni terapan seperti arsitektur, desain, dan kriya.

 

Setiap empat tempat seni yang dikunjungi tersebut memiliki tokoh, perjuangan, dan misi budaya yang berbeda-beda, namun semuanya menyuarakan semangat yang sama bahwa berkarya adalah cara untuk menjaga warisan, menghadirkan makna, dan menyentuh manusia. 

 

Di kota yang serba bergerak cepat seperti Bandung, ruang-ruang seni ini menjadi pengingat bahwa kreativitas tidak hanya lahir dari kecanggihan, tetapi juga dari ketenangan, proses, dan tangan-tangan yang tak henti merawat tradisi.

Berita Lainnya

Orasi Ilmiah Kembali Digelar Pada Dies Natalis Unpad Ke-69, Kolaborasi Dengan Brin Menjadi Sorotan

Orasi Ilmiah Kembali Digelar Pada Dies Natalis Unpad Ke-69, Kolaborasi Dengan Brin Menjadi Sorotan

Pendidikan
Dislike 0 0 Komentar | 14 September 2026
Awas Charger KW dan Ini Tips Menghindarinya

Awas Charger KW dan Ini Tips Menghindarinya

Lifestyle
Dislike 0 0 Komentar | 09 September 2026
Tren “Obat Penurun Berat Badan” Ozempic, Mendalami Bahaya Kesehatan Di Baliknya

Tren “Obat Penurun Berat Badan” Ozempic, Mendalami Bahaya Kesehatan Di Baliknya

Lifestyle
Dislike 0 0 Komentar | 07 September 2026
Bedah Kebijakan Luar Negeri Prabowo Bersama Akademisi Unpad, Prof. Dr. Arifin Sudirman

Bedah Kebijakan Luar Negeri Prabowo Bersama Akademisi Unpad, Prof. Dr. Arifin Sudirman

Pendidikan
Dislike 0 0 Komentar | 04 September 2026
Internet Pengaruhi Modal Sosial dan Tranformasi Sosial di Indonesia: Studi Empiris Prof. Dr. Bayu Kharisma

Internet Pengaruhi Modal Sosial dan Tranformasi Sosial di Indonesia: Studi Empiris Prof. Dr. Bayu Kharisma

Pendidikan
Dislike 0 0 Komentar | 02 September 2026
Gigi Sebagai “KTP Biologis” Manusia

Gigi Sebagai “KTP Biologis” Manusia

Pendidikan
Dislike 0 0 Komentar | 02 September 2026

Rekomendasi Untuk Anda

Pendidikan

Orasi Ilmiah Kembali Digelar Pada Dies Natalis Unpad Ke-69, Kolaborasi Dengan Brin Menjadi Sorotan

0 0 0 Komentar | 14 September 2026
Lifestyle

Awas Charger KW dan Ini Tips Menghindarinya

1 0 0 Komentar | 09 September 2026
Lifestyle

Tren “Obat Penurun Berat Badan” Ozempic, Mendalami Bahaya Kesehatan Di Baliknya

1 0 0 Komentar | 07 September 2026
Pendidikan

Bedah Kebijakan Luar Negeri Prabowo Bersama Akademisi Unpad, Prof. Dr. Arifin Sudirman

0 0 0 Komentar | 04 September 2026
Pendidikan

Internet Pengaruhi Modal Sosial dan Tranformasi Sosial di Indonesia: Studi Empiris Prof. Dr. Bayu Kharisma

0 0 0 Komentar | 02 September 2026
Pendidikan

Gigi Sebagai “KTP Biologis” Manusia

0 0 0 Komentar | 02 September 2026
Lifestyle

Kawasan Pendidikan Jatinangor: Antara Truk dan Mahasiswa

0 0 0 Komentar | 31 Agustus 2026
Lifestyle

Piknik Bebas Plastik, Satu Hari Tanpa Sekali Pakai di Taman Panatayuda

0 0 0 Komentar | 30 Agustus 2026
Pendidikan

PMBV 2026 #Elevate3.0: Meraki untuk Merasa, Bersama untuk Berdaya

0 0 0 Komentar | 24 Agustus 2026
Lifestyle

Bukan Sekedar Boneka Anime: Mengenal Ragam Bentuk dan Lini Merchandise Nuigurumi

0 0 0 Komentar | 24 Agustus 2026
Lifestyle

Lebih dari Sekadar Fandom: NCTzen Humanity dan Solidaritas untuk Korban Bencana

0 0 0 Komentar | 22 Agustus 2026
Lifestyle

Esensi Banner Skripsi dan kelulusan: Bentuk budaya populer dikalangan mahasiswa

0 0 0 Komentar | 22 Agustus 2026
Event

PKKMB Fikom Unpad 2026 Resmi Dimulai, Asrayaloka Jadi Ruang Awal Mahasiswa Baru Mengenal Fikom

0 0 0 Komentar | 18 Agustus 2026
Event

Beragam UKM Unpad Hiasi Rangkaian Prabu 2026

0 0 0 Komentar | 11 Agustus 2026
Event

Hari Kedua Prabu 2026, Mahasiswa Baru Ikuti Talkshow, Parade, Hingga Student Festival

0 0 0 Komentar | 11 Agustus 2026
Event

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Hadiri PKKMB Unpad 2026, Soroti Akses Pendidikan Mahasiswa

0 0 0 Komentar | 10 Agustus 2026
Event

12.982 Mahasiswa Baru Mulai Langkah Pertama di PKKMB Unpad 2026

0 0 0 Komentar | 10 Agustus 2026
Event

12.982 Mahasiswa Baru Mulai Langkah Pertama di PKKMB Unpad 2026

0 0 0 Komentar | 10 Agustus 2026
Pendidikan

Hari Pertama PAMUKA 2026, Mahasiswa Baru Kenali Layanan dan Kehidupan Kampus

0 0 0 Komentar | 03 Agustus 2026
Lifestyle

Ketika Makeup Menjadi Bahasa Ekspresi Generasi Muda

0 0 0 Komentar | 02 Agustus 2026
Budaya

Meracik Inovasi: Minuman Tradisional Beradaptasi di Tengah Tren Kekinian

0 0 0 Komentar | 26 Juli 2026
Lifestyle

Membedah Stereotype "Cegil" Terhadap Film Obsession

1 0 0 Komentar | 24 Juli 2026
Lifestyle

Trend Olah Raga lari yang Bergeser Jadi Trend Adu Busana

0 0 0 Komentar | 24 Juli 2026
Lifestyle

Mengelola Cortisol, Mengelola Stres: Cara Ilmiah Mahasiswa Cegah Burnout

0 0 0 Komentar | 24 Juli 2026
Lifestyle

Di Balik Tren Membawa Tumbler di Kalangan Mahasiswa

0 0 0 Komentar | 20 Juli 2026
Lifestyle

Mengintip Komunitas B-Blade, Berdiri 32 Tahun Asah Atlet Sepatu Roda di Bandung

0 0 0 Komentar | 18 Juli 2026
Lifestyle

Cabinet Couture Season 2: Apa yang ditakuti dari akun pengulas outfit pejabat hingga diblokir KOMDIGI?

0 0 0 Komentar | 17 Juli 2026

Komentar (0)