Hegarmanah | Diperbarui 18:00 WIB Cerah 22°C | Cerah

1.369 Alumni Unpad Menjadi Guru melalui Program PPG, Buka Peluang bagi Lulusan Nonkependidikan

10 Feb 2026 | 3 menit baca
1.369 Alumni Unpad Menjadi Guru melalui Program PPG, Buka Peluang bagi Lulusan Nonkependidikan
Suasana kegiatan workshop pengembangan karier “Menjadi Guru Inspiratif untuk Membangun Generasi Emas” di Bale Sawala, Gedung Rektorat Unpad Jatinangor, Selasa (2-12-2025). Foto: Jalasenastri Saprala*

Sebanyak 1.369 alumni Universitas Padjadjaran telah berkarier sebagai guru melalui Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) sepanjang tahun 2025. Program ini juga membuka peluang lebih luas bagi lulusan nonkependidikan untuk berkontribusi di sektor pendidikan.

Direktur Akademik Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. Aliya Nur Hasanah, S.Si., Apt., M.Si., mengatakan bahwa kehadiran Program PPG Prajabatan memberikan kesempatan bagi lulusan dari berbagai bidang ilmu untuk meniti karier sebagai tenaga pendidik.

Hal tersebut disampaikan Prof. Aliya saat memberikan sambutan mewakili Rektor Unpad, Prof. Arief S. Kartasasmita, dalam workshop pengembangan karier bertajuk “Menjadi Guru Inspiratif untuk Membangun Generasi Emas” di Bale Sawala, Gedung Rektorat Unpad Jatinangor, Selasa, 2 Desember 2025.

“Ini adalah panggilan yang menginspirasi dan membentuk karakter generasi penerus bangsa. Profesi ini akan memberikan dampak sosial yang luas karena guru akan berdiri di garis terdepan dalam menciptakan perubahan,” ujar Prof. Aliya.

Workshop yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Karier dan Kewirausahaan Unpad bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah ini bertujuan memberikan sosialisasi kepada mahasiswa dan alumni mengenai peluang berkarier sebagai guru melalui Program PPG.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Dr. Eka Ganjar Kurniawan, menjelaskan bahwa Program PPG bagi lulusan nonkependidikan menjadi salah satu langkah untuk menjawab kebutuhan tenaga pengajar yang berkualitas di Indonesia.

“Dunia pendidikan sangat membutuhkan guru yang berkualitas. Kalau ingin ikut berkontribusi melakukan perubahan peradaban dunia, maka jadilah guru,” ujar Eka, yang juga merupakan alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpad.

Sementara itu, Kepala Umum Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan Jawa Barat, Rohimat, S.T., M.A., menilai bahwa lulusan dari perguruan tinggi dengan program kependidikan masih belum mencukupi kebutuhan tenaga pengajar.

Karena itu, pihaknya mendorong mahasiswa dan alumni dari bidang nonkependidikan untuk mempertimbangkan jalur profesi guru melalui program PPG sebagai salah satu upaya pemenuhan tenaga pendidik yang kompeten.

“Kami bekerja sama dengan Unpad dan Dinas Pendidikan. Bagi yang berminat menjadi seorang guru, terbuka lebar peluangnya ketika sudah lulus,” ujar Rohimat.

Kegiatan tersebut juga diisi dengan seminar bertajuk “Menjadi Guru Inspiratif untuk Membangun Generasi Emas” yang dimoderatori oleh Kepala Pusat Pengembangan Karier dan Kewirausahaan Unpad, Dr. In-In Hanidah, S.TP., M.Si. Seminar menghadirkan narasumber dari Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen, Chassanova Z., S.I.P., Kepala Pusat Asesmen dan Manajemen Talenta, Dr. Fitriani Yustikasari Lubis, M.Psi., serta perwakilan BBGTK Jawa Barat, Djoko Arisworo, S.Si., M.Pd.

Selain seminar, tersedia pula layanan konsultasi PPG bagi mahasiswa yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai proses dan peluang menjadi guru profesional.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa dan alumni diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai jalur profesi guru serta terdorong untuk berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

 

(Nugraha)

Baca Lainnya

Komentar (0)