Hegarmanah | Diperbarui 18:00 WIB Cerah 22°C | Cerah

Unpad Kembali Kirim Relawan ke Aceh, Fokus pada Layanan Kesehatan dan Penyaluran Donasi Bagi Penyintas

04 Mar 2026 | 3 menit baca
Unpad Kembali Kirim Relawan ke Aceh, Fokus pada Layanan Kesehatan dan Penyaluran Donasi Bagi Penyintas
Foto bersama Direktur Kemahasiswaan Unpad Inu Isnaeni Sidiq bersama mahasiswa pada acara pelepasan relawan, di Gedung Rektorat Unpad Jatinangor, Kamis (8-1-2026). Foto: Dadan Triawan*

Universitas Padjadjaran kembali mengirim relawan mahasiswa ke Aceh untuk membantu penanganan korban banjir bandang dan longsor, dengan fokus pada pelayanan kesehatan serta penyaluran donasi bagi para penyintas. Pelepasan mahasiswa tersebut dilaksanakan pada Kamis, 8 Januari 2026, di Gedung Rektorat Unpad Kampus Jatinangor.

Pada pemberangkatan tahap ketiga ini, sebanyak 22 mahasiswa dari berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) diterjunkan ke wilayah Takengon Aceh. Para relawan berasal dari berbagai latar belakang keilmuan berbeda, termasuk bidang keperawatan dan psikologi, guna memperkuat layanan di lapangan.

Direktur Kemahasiswaan Unpad, Inu Isnaeni Sidiq, mengatakan pengiriman kembali relawan dilakukan karena dampak bencana di Aceh dinilai lebih luas, sementara akses menuju sejumlah wilayah terdampak masih terbatas. “Dampaknya cukup luas dan aksesibilitas masih menjadi tantangan, sehingga penanganan membutuhkan dukungan tambahan,” ujarnya.

Di lapangan, relawan memberikan layanan pengobatan dasar sekaligus psychological first aid (PFA) untuk membantu pemulihan kondisi mental penyintas. Pendampingan juga dilakukan di sekolah-sekolah yang mulai kembali beroperasi melalui kegiatan edukatif untuk membantu pemulihan kondisi mental, terutama bagi anak-anak yang terdampak.

Selain pengiriman relawan, Unpad juga menyalurkan donasi melalui program “Unpad Peduli Sesama”. Pada tahap ini, bantuan yang disalurkan mencapai sekitar Rp39,8 juta, yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan mendesak seperti bahan makanan, suplemen, dan obat-obatan.  Secara keseluruhan, dana yang berhasil dihimpun dari berbagai tahap mencapai sekitar Rp130 juta. Bantuan tersebut disalurkan secara bertahap menyesuaikan kebutuhan di lapangan.

Seiring perkembangan situasi, masa tanggap darurat di Aceh diperpanjang hingga 20 Januari sebelum memasuki fase pemulihan. Pada tahap ini, kebutuhan dukungan psikologis diperkirakan akan semakin meningkat.

Unpad juga membuka peluang penguatan program lanjutan, termasuk kerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, khususnya dalam mendukung pemulihan psikososial pascabencana. Di sisi lain, kampus turut melakukan pendataan mahasiswa yang terdampak bencana. Mereka akan diprioritaskan untuk mendapatkan bantuan pendidikan, termasuk beasiswa dan keringanan biaya kuliah.

Melalui pengiriman relawan dan penyaluran bantuan ini, Unpad berupaya memastikan kehadiran mahasiswa tidak hanya sebagai bentuk pengabdian, tetapi juga sebagai respons nyata terhadap kebutuhan masyarakat di tengah situasi darurat.

 

(Nugraha)

Baca Lainnya

Komentar (0)