Hegarmanah | Diperbarui 18:00 WIB Cerah 22°C | Cerah

Dosen Unpad Dampingi Warga Cileles Olah Bawang Putih Jadi Produk Bernilai Ekonomi

13 Feb 2026 | 3 menit baca
Dosen Unpad Dampingi Warga Cileles Olah Bawang Putih Jadi Produk Bernilai Ekonomi
Anggota Kelompok Wanita Tani Sabilulungan Desa Cileles bersama mitra dan dosen FTIP Unpad berfoto bersama saat kunjungan ke Kampus FTIP Unpad Jatinangor, Jumat (5/12/2025). Foto: Humas FTIP Unpad*

Warga Desa Cileles, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, mulai mengembangkan budidaya bawang putih sekaligus mengolahnya menjadi berbagai produk pangan bernilai ekonomi melalui pendampingan dosen Universitas Padjadjaran (Unpad). Pendampingan tersebut dilakukan melalui Program Transformasi Teknologi dan Inovasi (PTTI) 2025 yang dipimpin dosen Fakultas Teknologi Industri Pertanian Unpad Dr. Ir. Efri Mardawati, S.TP., M.T. bersama tim.

Melalui program ini, greenhouse desa yang sebelumnya kurang dimanfaatkan dihidupkan kembali sebagai lokasi budidaya bawang putih bersama Kelompok Tani Al Hikmah. Dalam pengelolaannya, tim Unpad memperkenalkan teknologi sederhana seperti pengaturan irigasi, pemantauan suhu dan kelembaban, serta otomasi dasar untuk menjaga kondisi tanaman.

Dr. Efri menjelaskan bahwa pengembangan bawang putih lokal memiliki potensi besar karena kebutuhan masyarakat terhadap komoditas tersebut masih sangat tinggi, sementara pasokan nasional masih banyak bergantung pada impor.

Riset mengenai black garlic sendiri telah dilakukan tim Unpad sejak 2019. Dari penelitian tersebut, berbagai produk turunan telah dikembangkan, mulai dari black garlic butiran, madu black garlic, teh black garlic, hingga kopi dan tablet hisap berbasis ekstrak black garlic.

Dalam program pemberdayaan di Desa Cileles, hasil riset tersebut kemudian ditransformasikan kepada masyarakat agar dapat dikembangkan sebagai produk usaha desa. Program ini mendorong pengolahan bawang putih menjadi produk bernilai tambah. 

Melalui Kelompok Wanita Tani (KWT) Sabilulungan, para perempuan desa dilatih mengolah bawang putih menjadi black garlic, yakni bawang putih yang diproses secara khusus sehingga memiliki kandungan antioksidan dan antibakteri yang lebih tinggi.

Dari pelatihan tersebut, warga mulai memproduksi berbagai olahan seperti sistik black garlic, selai black garlic, dan roti black garlic bekerja sama dengan UMKM CV Sumber Maslahat Lestari.

“Tidak hanya diajari membuat produk, kami juga belajar cara menjual dan melihat peluang usaha,” ujar Lia, anggota KWT Sabilulungan.

Ketua KWT Sabilulungan, Yanti, mengatakan kegiatan pelatihan tersebut membuka peluang tambahan penghasilan bagi anggota kelompok. “Kami mendapatkan pelatihan sekaligus peralatan produksi. Produk yang sudah kami buat juga mulai dijual dan menambah pendapatan anggota,” katanya.

Selain pelatihan di desa, para mitra juga diajak mengunjungi fasilitas riset di kampus Unpad, seperti laboratorium produksi black garlic di Fakultas Teknologi Industri Pertanian serta greenhouse dan laboratorium kultur jaringan di Fakultas Pertanian.

Melalui pengembangan ini, Desa Cileles diharapkan dapat menjadi salah satu sentra budidaya bawang putih sekaligus pengembangan produk pangan berbasis black garlic. Selain membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa, produk tersebut juga berpotensi menjadi alternatif pangan sehat yang dapat mendukung daya tahan tubuh masyarakat.

 

(Nugraha)

Baca Lainnya

Komentar (0)