Hegarmanah | Diperbarui 17:00 WIB Cerah 22°C | Cerah

KKN Unpad 2026 Difokuskan ke Masalah Nyata: Kemiskinan hingga Kualitas Hidup Warga

04 Mar 2026 | 3 menit baca
KKN Unpad 2026 Difokuskan ke Masalah Nyata: Kemiskinan hingga Kualitas Hidup Warga
Tim Penyuluh Lingkungan dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat saat memaparkan materi pada Pembekalan KKN Unpad Berdampak 2026 di Bale Sawala, Gedung Rektorat Unpad Jatinangor, (5-7/1/2026). (Foto oleh: Jalasenastri Saprala)*

Universitas Padjadjaran mulai mengarahkan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) agar lebih menyasar persoalan riil masyarakat, mulai dari kemiskinan hingga peningkatan kualitas hidup warga. Langkah ini dilakukan melalui pembekalan KKN Unpad Berdampak 2026 bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang digelar pada 5-7 Januari 2026 secara hybrid di Bale Sawala, Gedung Rektorat Unpad, Jatinangor.

Mahasiswa dijadwalkan turun langsung ke wilayah Indramayu dan Sumedang pada Januari hingga Februari 2026. Sebelum terjun ke lapangan, mereka dibekali pemahaman agar program yang dijalankan tidak sekadar kegiatan formal, tetapi benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad, Prof. Zahrotur Rusyda Hinduan, menyampaikan bahwa KKN menjadi bagian penting dalam mendorong tridharma perguruan tinggi. Ia juga menegaskan bahwa kampus ingin memastikan ilmu yang dipelajari mahasiswa tidak berhenti di ruang kelas atau publikasi, tetapi bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Melalui KKN, mahasiswa memegang amanah untuk membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki,” ujarnya.

Dari sisi pemerintah daerah, program ini juga dinilai relevan dengan kebutuhan Jawa Barat saat ini. Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Jawa Barat, Ane Carolina, S.Si., M.Eng., menyebut KKN dapat menjadi bagian dari upaya menekan angka kemiskinan, khususnya kemiskinan ekstrem.

Menurutnya, mahasiswa bisa berperan sebagai penghubung antara program pemerintah dan kebutuhan masyarakat di lapangan. Meski dampaknya tidak instan, kehadiran mahasiswa dinilai mampu membantu membangun pola pikir, memetakan masalah, hingga membuka jalan keluar bagi warga.

“Mahasiswa mungkin tidak langsung membuat masyarakat sejahtera, tetapi mereka bisa membantu membangun cara pandang dan solusi jangka panjang,” jelasnya.

Pembekalan ini juga menghadirkan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Dr. Drs. Herman Suryatman, yang turut memberikan arahan terkait pembangunan daerah dan peran generasi muda dalam mendukungnya.

Melalui program ini, Unpad ingin memastikan kegiatan KKN tidak lagi sekadar rutinitas akademik, tetapi menjadi ruang bagi mahasiswa untuk benar-benar memahami persoalan masyarakat sekaligus menghadirkan solusi yang lebih kontekstual dan berkelanjutan.

 

(Nugraha)

Baca Lainnya

Komentar (0)