Hegarmanah | Diperbarui 18:00 WIB Cerah 22°C | Cerah

Unpad Prioritaskan Beasiswa bagi Mahasiswa Terdampak Bencana di Sumatera

11 Feb 2026 | 3 menit baca
Unpad Prioritaskan Beasiswa bagi Mahasiswa Terdampak Bencana di Sumatera
Relawan gabungan Unpad sedang bertugas membantu penanganan pasca bencana banjir dan longsor di wilayah Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. (Foto: FKPR Unpad)*

Sebanyak 44 mahasiswa Universitas Padjadjaran tercatat terdampak bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera. Untuk memastikan keberlanjutan studi mereka, Unpad menyiapkan prioritas beasiswa serta pendampingan kebutuhan sehari-hari selama menjalani perkuliahan.

Direktur Kemahasiswaan Unpad, Inu Isnaeni Sidiq, mengatakan mahasiswa yang terdampak akan diprioritaskan dalam program beasiswa bagi mahasiswa tidak mampu. Kampus juga berencana mengumpulkan para mahasiswa tersebut untuk memetakan kebutuhan yang dapat segera dibantu.

“Mahasiswa terdampak akan mendapat prioritas beasiswa tidak mampu. Unpad juga berencana akan mengumpulkan mereka dalam waktu dekat untuk mengecek kebutuhan yang sekiranya dapat dibantu untuk keseharian mereka di sini,” ujar Inu, Senin (8-12-2025). 

Menurutnya, langkah ini dilakukan agar para mahasiswa tetap dapat melanjutkan pendidikan meskipun keluarga mereka sedang menghadapi situasi darurat akibat bencana.

Selain dukungan bagi mahasiswa terdampak, Unpad juga mengirimkan relawan kemanusiaan ke wilayah bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Sejak Jumat, 5 Desember 2025, tim relawan yang tergabung dalam Forum Komunikasi Padjadjaran Rescue (FKPR) telah terlibat dalam operasi tanggap darurat di lapangan.

Tim kloter pertama terdiri atas 14 personel dari SAR Unpad, Resimen Mahasiswa Unpad, Mahatva Fakultas Pertanian, serta Ikatan Keluarga Alumni Unpad. Mereka terbagi dalam regu pencarian dan evakuasi serta tim logistik yang bertugas memenuhi kebutuhan mendesak penyintas.

Pada Sabtu, 6 Desember 2025, tim pencarian bersama tim gabungan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menyusuri aliran sungai di Kecamatan Palembayan, Salareh Aia untuk melakukan pemetaan serta evakuasi di jalur yang terdampak banjir bandang.

Sementara itu, tim logistik menyalurkan bantuan berupa bahan makanan, air minum, susu, vitamin, serta perlengkapan bayi dan perempuan. Relawan juga mengadakan sesi trauma healing di posko pengungsian untuk membantu pemulihan kondisi psikologis para penyintas.

Upaya pencarian dan penyaluran bantuan terus berlanjut hingga Minggu, 7 Desember 2025. Relawan Unpad bersama Basarnas menyisir permukiman terdampak di tiga sektor berbeda guna memperluas jangkauan bantuan serta mendukung mobilisasi kebutuhan darurat di lapangan.

Unpad juga berencana mengirimkan relawan tahap berikutnya untuk memperkuat dukungan penanganan bencana. Pembekalan bagi relawan tambahan dijadwalkan berlangsung di Aula KST Lantai 2 Kampus Jatinangor pada Selasa, 9 Desember 2025.

Pelatihan tersebut diikuti mahasiswa dari berbagai unit kegiatan yang memiliki kompetensi kebencanaan, seperti SAR Unpad, Resimen Mahasiswa, Pramuka, Asosiasi Mahasiswa Pecinta Alam, Korps Sukarela PMI, serta sejumlah unit pecinta alam di tingkat universitas dan fakultas.

Dalam keberangkatan selanjutnya, Unpad juga menyiapkan dukungan tenaga profesional yang terdiri atas lima dokter, tiga psikolog, dua mahasiswa profesi dokter, serta dua mahasiswa profesi ners untuk memperkuat pelayanan kemanusiaan di lapangan.

Selain mengirimkan relawan, Unpad turut menyalurkan bantuan logistik dan peralatan untuk mendukung operasi tanggap darurat. Total bantuan yang telah dan sedang direalisasikan mencapai Rp217.920.080, mencakup donasi kemanusiaan, dukungan transportasi dan operasional relawan, hingga pengadaan peralatan SAR seperti perahu karet, perangkat vertical rescue, drone, perangkat komunikasi, serta kebutuhan logistik lainnya.

 

(Nugraha)

Baca Lainnya

Komentar (0)