Hegarmanah | Diperbarui 12:00 WIB Cerah 28°C | Cerah

Graduation WMP 2026 Batch 1 Bekali Mahasiswa Unpad Bangun Usaha dan Perkuat Literasi Koperasi

03 Jul 2026 | 3 menit baca
Graduation WMP 2026 Batch 1 Bekali Mahasiswa Unpad Bangun Usaha dan Perkuat Literasi Koperasi
Literasi Perkoperasian bagi Generasi Muda bertajuk “Saatnya Anak Muda Peduli Koperasi” yang dirangkaikan dengan Graduation Wirausaha Muda Padjadjaran (WMP) Batch 1 di Gedung Bale Sawala, Selasa (30/06/2026). (Foto: Debora Dohona)

Jatinangor, Navigasi – Universitas Padjadjaran menggelar Graduation Wirausaha Muda Padjadjaran (WMP) Batch 1 Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Gerakan Literasi Perkoperasian bagi Generasi Muda di Balai Sawala, Jatinangor, Selasa (30/6/2026). Kegiatan ini menandai berakhirnya program pembinaan kewirausahaan yang telah diikuti 223 mahasiswa dari 11 fakultas, sekaligus membekali mahasiswa menjadi wirausaha muda yang siap membangun bisnis sejak di bangku kuliah.

Ratusan peserta yang terdiri atas mahasiswa, pimpinan fakultas, ketua program studi, dosen, serta tamu undangan menghadiri kegiatan tersebut. Acara diawali dengan laporan pelaksanaan program oleh Direktur Kemahasiswaan Unpad, yaitu Inu Isnaeni Sidiq, SS., MA., Ph.D.. Rangkaian acara berlanjut dengan penyerahan dokumen hasil riset kepada Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kementerian Koperasi Republik Indonesia, serta prosesi graduation bagi peserta WMP Batch 1 Tahun 2026.

Rektor Unpad, Prof. dr. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, Sp.M(K)., M.Kes., Ph.D., mengatakan peserta WMP merupakan mahasiswa terpilih yang dipersiapkan menjadi penggerak ekonomi di tengah masyarakat. Menurutnya, lulusan program tersebut diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan.

"Teman-teman sebagai wirausaha muda ini tidak hanya nanti lulus dari kampus sebagai pencari kerja, tapi tentu saja bisa menciptakan lapangan kerja seperti tadi diminta oleh pemerintah, agar nanti masyarakat tidak hanya melihat pertumbuhan ekonomi atau hanya menyaksikan apa yang terjadi, tapi ikut menjadi bagian dari pertumbuhan tersebut," ujarnya.

Profesor Arief menambahkan program WMP menjadi salah satu upaya Unpad dalam menyiapkan talenta muda yang mampu mengembangkan ekonomi masyarakat melalui kewirausahaan. Mahasiswa memiliki peran penting sebagai agen perubahan yang membawa inovasi dan membuka peluang usaha di berbagai sektor.

Ia juga menilai tema literasi perkoperasian yang diangkat dalam kegiatan tersebut relevan dengan upaya memperkuat ekonomi kerakyatan. Koperasi merupakan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 yang perlu terus dikenalkan kepada generasi muda sebagai salah satu bentuk gotong royong dalam membangun perekonomian nasional.

"Koperasi merupakan salah satu cara untuk kita bisa meningkatkan perekonomian kita. Anak-anak muda juga harapannya harus bisa ikut melihat bahwa koperasi merupakan salah satu cara untuk meningkatkan perekonomian," katanya.

Profesor Arief berharap ilmu yang diperoleh peserta selama mengikuti pembinaan dapat diterapkan setelah mereka lulus dari program WMP.

"Mudah-mudahan ilmu yang didapatkan dalam pelatihan ini akan menjadi bekal untuk bisa kembali memberdayakan atau memperkuat ekonomi masyarakat, sehingga pada akhirnya akan membantu berkembangnya, berkiprahnya, negara dan bangsa yang kita cintai ini," tuturnya.

Dukungan terhadap pengembangan kewirausahaan mahasiswa juga datang dari Kementerian Koperasi Republik Indonesia. Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kementerian Koperasi Republik Indonesia, Destry Anna Sari, mengapresiasi ekosistem kewirausahaan yang telah dibangun Unpad. Menurutnya, kampus tersebut memiliki potensi besar menjadi role model nasional dalam melahirkan koperasi mahasiswa yang modern, akuntabel, dan berbasis digital.

Destry menilai ekosistem kewirausahaan di Unpad telah dibangun secara menyeluruh. Mahasiswa memperoleh ruang untuk mengembangkan kapasitas bisnis, sementara kampus turut memberikan dukungan dalam proses pembinaan hingga pengembangan usaha.

"Menurut saya di Universitas Padjadjaran ini ekosistemnya sudah sangat komplit, karena mahasiswanya sendiri sudah diberikan sarana-sarana untuk mengembangkan kapasitas bisnisnya dan kampus juga memberikan dukungan. Nah, kenapa kita perlu mengajak teman-teman di Unpad ini untuk berkontribusi di koperasi? Karena salah satu kelebihan berkoperasi adalah menjadi pemilik," ujarnya.

Ia menjelaskan koperasi tidak hanya menjadi wadah berusaha, tetapi juga memberikan kesempatan bagi para pelaku usaha untuk menjadi pemilik dan saling bekerja sama dalam satu ekosistem yang terintegrasi. Dengan demikian, nilai tambah yang dihasilkan dapat kembali kepada anggota koperasi.

"Kalau pengusaha menjadi pemilik dan saling bekerja sama dalam satu ekosistem terintegrasi, sebenarnya nilai tambahnya akan kembali lagi ke dalam satu ekosistem itu. Jadi senang sekali boleh datang ke sini, kenalan sama teman-teman semua, dan mudah-mudahan bisa melihat kontribusi nyata koperasi dari ekosistem Unpad," katanya.

Selain prosesi kelulusan, kegiatan juga diisi dengan keynote speech mengenai literasi perkoperasian bersama perwakilan Kementerian Koperasi Republik Indonesia dan talkshow. Diskusi tersebut membahas peluang pengembangan koperasi modern di kalangan generasi muda serta peran mahasiswa dalam membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan.

Panitia juga memberikan penghargaan kepada tiga tim bisnis terbaik dalam program WMP Batch 1 Tahun 2026. Tim Syarat Sahabat Isyarat meraih penghargaan Most Innovative Business, tim Sabori Vento Cor memperoleh penghargaan Most Scalable Business, sedangkan tim Seger In menerima penghargaan Best Marketing Strategy. Ketiga tim pemenang juga mempresentasikan model bisnis dan strategi pengembangan usahanya melalui sesi pitching sebagai bagian dari rangkaian kegiatan. 

Semangat kewirausahaan juga terlihat melalui pameran produk mahasiswa yang digelar di halaman Gedung Rektorat Unpad. Beragam produk dipamerkan, mulai dari makanan, minuman, parfum, tas buatan lokal, hingga berbagai aksesori hasil karya mahasiswa. Pameran tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk memperkenalkan produk sekaligus berinteraksi langsung dengan calon konsumen.

Pengalaman menjalankan usaha secara langsung menjadi nilai yang paling dirasakan peserta selama mengikuti program WMP. Selain memperoleh materi di kelas, mereka juga membangun relasi dengan pelaku usaha, menyusun strategi pemasaran, hingga memasarkan produk kepada konsumen.

Dani, anggota tim Altavera: Puntang Vinea Alta mengatakan manfaat terbesar yang diperoleh selama mengikuti WMP bukan hanya dari sisi finansial, tetapi juga kesempatan memperluas jejaring bisnis.

"Selama mengikuti kegiatan ini, sebenarnya keuntungannya banyak banget. Selain mungkin keuntungan dari sisi finance atau finansial, karena kita bisnisnya B2B jadi kita ada dorongan buat B2B. Jadi mungkin yang lebih mahal itu sebenarnya networking-nya. Aku jadi ketemu owner coffee shop, ya mana pun lah. Mungkin dari coffee shop seluruh Jatinangor, seluruh Bandung juga masuk gitu,” ujarnya.

Pengalaman serupa dirasakan Salman dari tim Seger.in mengaku program tersebut memberinya banyak pengalaman dalam membangun usaha bersama tim. 

"Di WMP ini aku udah dapat banyak koneksi dan juga banyak pengalaman untuk bangun bisnis, uamanya dari Es Cendol, ini ada jatuh bangkitnya kita. Dan akhirnya mungkin pada hari ini kita, apa ya, hari ini kita udah di akhir ujung tanduk gitu. Ke depannya kita akan selalu berkembang untuk mengembangkan Seger.in ini,” katanya.

Sementara itu, Thoriq dari tim Crumb n Co menilai praktik berwirausaha selama program menjadi tantangan sekaligus pembelajaran berharga. Peserta dituntut mengelola produksi, menyusun strategi pemasaran, hingga menjaga penjualan agar terus berkembang.

"Aku ngerasain seru banget. Aku dapat teman-teman baru. Aku ngerasain gimana sih struggling buat jadi pengusaha, buat jadi jualan. Kita harus produksi sampai tengah malam, terus gimana mikirin cara marketing yang baik biar menjangkau konsumen yang banyak, biar penjualannya meningkat, dan sebagainya," tuturnya.

Melalui WMP Batch 1 Tahun 2026, Unpad berharap mahasiswa tidak hanya memiliki bekal untuk membangun usaha secara mandiri, tetapi juga mampu memperluas jejaring, menciptakan lapangan kerja, serta berkontribusi dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan dan koperasi di Indonesia. 

 

 

Penulis (Debora Christiani Dohona)

Baca Lainnya

Komentar (0)