Hegarmanah | Diperbarui 06:00 WIB Cerah 20°C | Cerah

Prof. Ganjar Kurnia Berharap Universitas Padjadjaran Berperan Menjadi Pusat Kebudayaan di Tatar Sunda

20 May 2025 | 3 menit baca
Prof. Ganjar Kurnia Berharap Universitas Padjadjaran Berperan Menjadi Pusat Kebudayaan di Tatar Sunda
Acara Peresmian Pusat Budaya Unpad dan Peluncuran Majalah Mangle dalam silaturahmi Balad PDP-BS Unpad di Graha Sanusi, Bandung, Selasa (20/5/2025) (Foto: Tim Divia Unpad TV))

Bandung, Navigasi – Rektor Universitas Padjadjaran (Unpad) meresmikan Pusat Budaya Sunda sekaligus silaturahmi Balad Pusat Digitalisasi Dan Pengembangan Budaya Sunda (PDP-BS) Unpad di Graha Sanusi Universitas Padjadjaran pada Selasa (20/5). 

Peresmian tersebut dilakukan oleh Rektor Unpad, Profesor Arief S Kartasasmita dan Ketua PDP-BS Unpad Profesor Ganjar Kurnia.

Pusat Budaya Sunda Unpad diresmikan dengan harapan Universitas Padjadjaran menjadi pusat kebudayaan. Prof. Ganjar Kurnia menegaskan yang dimaksud dengan pusat kebudayaan adalah menjadi contoh bagi masyarakat untuk mengembangkan kebudayaan sunda di Jawa Barat.

Universitas, kata dia, perlu mengambil peran menjadi pusat kebudayaan. Hal ini dikarenakan Sunda tidak memiliki pusat kebudayaan sebagaimana daerah-daerah lain di Indonesia.

“Di Jawa ada yang disebut Keraton, ada Banjar di Bali, ada Ninik Mamak (di Minangkabau). (Sementara) Sunda tidak punya. Karena tidak punya, universitas yang harus menjadi pusat kebudayaan,” tambahnya.

Pusat Budaya Sunda yang diresmikan merupakan perubahan dari Pusat Digitalisasi Dan Pengembangan Budaya Sunda yang telah ada sebelumnya di Universitas Padjadjaran sejak tahun 2019. ***

Penulis: Noor Fatimah Albirkah

Baca Lainnya

Komentar (0)