Hegarmanah | Diperbarui 09:00 WIB Cerah 25°C | Cerah

Akademisi Universiti of Malaysia Sabah Paparkan Ide Pengembangan Akuakultur Berkelanjutan ke FPIK Unpad

07 Jul 2025 | 3 menit baca
Akademisi Universiti of Malaysia Sabah Paparkan Ide Pengembangan Akuakultur Berkelanjutan ke FPIK Unpad
(Lektor Kepala Universiti of Malaysia Sabah, Assoc. Prof. Dr. Ching Fui Fui, Bale Sawala Universitas Padjadjaran, Sumedang, Senin (7/7/2025) (Foto: Tim Divia Unpad TV))

Sumedang, Navigasi – Akademisi Universiti of Malaysia Sabah Assoc. Prof. Ching Fui mengatakan pengembangan akuakultur berkelanjutan sangat penting karena akuakultur atau budidaya laut itu sendiri merupakan produksi makanan tercepat di dunia. Hal tersebut tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga pada ikan.

“Seberapa aman ikan itu untuk dikonsumsi manusia? Itulah mengapa kita butuh untuk bergeser dari akuakultur konvensional atau tradisional menuju sesuatu yang lebih baik. Inilah yang kita sebut pengembangan akuakultur yang berkelanjutan,” ujar Prof Ching Fui dalam orasi ilmiah yang bertajuk “Sustainable Marine Aquaculture Development” di Bale Sawala Gedung Rektorat Unpad, Senin (7/7).

Paparan ini selaras dengan tema Sustainability sebagai Fokus Utama Pengembangan Ilmu Perikanan dan Kelautan Fakultas Ilmu Perikanan dan Kelautan FPIK Universitas Padjadjaran pada Dies Natalisnya yang ke-20. 

Assoc. Prof. Ching Fui Fui menekankan pengembangan ini tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kerja sama mulai dari pemerintah, akademisi, komunitas perikanan, hingga nelayan itu sendiri demi terwujudnya akuakultur yang berkelanjutan.

“Pemerintah dapat mendanai ide ini. Tapi, bagaimana Anda akan merealisasikan ide ini? Anda butuh akademisi, butuh orang-orang dari industri perikanan, Anda butuh para nelayan juga bersama-sama untuk berkontribusi pada temuan ini. Jika tidak ada semua komponen ini, itu hanyalah (disebut) akuakultur, itu bukan sustainable,” tuturnya.

Dia pun menyampaikan cita-cita besarnya yaitu menjadikan Asia Tenggara menjadi yang terunggul dalam sektor pengembangan akuakultur yang berkelanjutan.

“Saya ingin Asia menjadi referensi dunia dalam hal ini karena kita memiliki hasil dan temuan khususnya di Asia Tenggara. Mungkin kita sering berpikir Asia Tenggara tidak lebih baik dari negara-negara di Eropa. Namun, saya pikir ini harapan semua pihak di industri akuakultur untuk melihat akuakultur kita menjadi referensi di tingkat global.” ***

Penulis: Noor Fatimah Albirkah

Baca Lainnya

Komentar (0)