Hegarmanah | Diperbarui 09:00 WIB Cerah 25°C | Cerah

Indonesia-Thailand Rawat Hubungan Melalui Diplomasi Kuliner

27 Apr 2025 | 3 menit baca
Indonesia-Thailand Rawat Hubungan Melalui Diplomasi Kuliner
(Perayaan 75 tahun hubungan diplomasi Indonesia-Thailand di Pendopo Balai Kota Bandung, Bandung, Minggu (27/4/2025) (Foto: Tim Divia Unpad TV))

Bandung, Navigasi – Peringatan 75 tahun hubungan Indonesia-Thailand dirayakan dengan gastrodiplomacy atau diplomasi kuliner pada Minggu (27/4) di Pendopo Balai Kota Bandung, Jawa Barat.

Acara tersebut dihadiri oleh Duta Besar Thailand untuk Indonesia Prapan Disyatat, Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri Siti Nugraha Mauludiah, Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Arief S Kartasasmita, dan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.

Perayaan ini mengusung tema “Gastrodiplomacy Journey: Immersive Culinary Experience Of Indonesia and Thailand”. Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kemlu, Siti Nugraha Mauludiah mengatakan Indonesia dan Thailand sudah memiliki hubungan yang erat selama 75 tahun.

Khususnya di bidang kuliner, Indonesia memiliki banyak kesamaan dengan Thailand. Melalui acara ini Siti Nugraha berkata kuliner menjadi simbol peringatan hubungan bilateral Indonesia-Thailand yang sudah erat dan diharapkan semakin erat melalui diadakannya acara tersebut.

“Hubungan diplomatik 75 tahun ini menunjukkan kedekatan Indonesia dengan Thailand. Kenapa kita memilih Bandung, karena Bandung istimewa. Kita punya kesamaan di bidang kuliner seperti Thailand punya Somtam, kita punya Karedok,” ujar Siti Nugraha.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan acara tersebut jadi sarana Indonesia belajar lebih banyak tentang bagaimana mengembangkan kulinernya agar lebih dikenal dunia. Sebagaimana Thailand punya Tomyam yang sudah dikenal seluruh masyarakat dunia.

“Buat Kota Bandung, Gastronomy Diplomacy ini menjadi sangat penting karena menurut kita, kita perlu belajar banyak dari Thailand. Bagaimana kita bisa menjadikan menunya yang paling terkenal yaitu Tomyam bisa terkenal di seluruh dunia, sampai akhirnya kita mengenal produk-produk yang lain.” ***

 

Penulis: Noor Fatimah Albirkah

Baca Lainnya

Komentar (0)