Hegarmanah | Diperbarui 09:00 WIB Cerah 25°C | Cerah

Lewat Kontes, Ayam Pelung Jadi Lebih dari Sekadar Konsumsi

13 Jul 2025 | 3 menit baca
Lewat Kontes, Ayam Pelung Jadi Lebih dari Sekadar Konsumsi
(Ayam Pelung, Kab. Bandung, Minggu (13/7/2025) (Foto: Tim Divia Unpad TV)

 

Kabupaten Bandung, Navigasi – Badan besar, suara lantang dan berirama, begitulah Wakil Dekan Fakultas Pertanian Unpad, Ir. Indrawati Yudha Asmara mendeskripsikan Ayam Pelung. Ayam lokal unggulan yang digolongkan sebagai ayam dwiguna karena dibudidayakan sebagai ayam penyanyi dan pedaging.

Di Indonesia sendiri, Ayam pelung termasuk ke dalam sumberdaya genetik ternak nasional. Oleh karena itu, ayam pelung menjadi salah satu ternak lokal yang harus dilestarikan. 

Ayam pelung memiliki proporsi tubuh yang lebih besar dibanding rumpun ayam lokal lainnya. Selain itu, dengan ayam penyanyi lainnya, ayam pelung dikenal memiliki suara paling panjang. Saat berkokok, ayam pelung bisa mengeluarkan suara sepanjang 5,6 hingga 13,9 detik.

Untuk melestarikan ayam pelung, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Peternak Penggemar Ayam Pelung Indonesia (DPD HIPPAPI) Kabupaten Bandung, Ahmad Sofyan mengatakan pelestarian ayam pelung dilakukan melalui kontes.

“Kumpulan ini dijadikan sebagai (sarana) edukasi atau pemaparan mengenai suara ayam khas dari Jawa Barat,” jelas Sofyan mengenai kontes yang rutin diadakan DPD HIPPAPI.

Selain melalui kontes, pelestarian juga dilakukan melalui riset di lingkungan institusi pendidikan. Merealisasikan hal tersebut, profesor peneliti National Museum Of Ethnology Minpaku Jepang, Profesor Shuhei Uda berkunjung ke DPD HIPPAPI pada 13 Juli 2025.

Kunjungan dilakukan untuk mencari tahu bagaimana perkembangbiakan ayam pelung di Indonesia. Prof. Shuhei Uda juga mengatakan karena dirinya mempelajari tentang ayam kokok panjang di Jepang, dirinya ingin melakukan studi banding antara Jepang dan Indonesia.

“Jadi, pertama-tama saya ingin memahami kontes, teknik pembiakannya, serta pengetahuan pembiakan ayam pelung,” ujar Prof. Shuhei dalam bahasa Inggris.

 

Penulis: Noor Fatimah Albirkah

Baca Lainnya

Komentar (0)