Hegarmanah | Diperbarui 09:00 WIB Cerah 25°C | Cerah

Festival Budaya, Sarana Mahasiswa Belajar Hargai Budaya Lain

06 Jun 2025 | 3 menit baca
Festival Budaya, Sarana Mahasiswa Belajar Hargai Budaya Lain
(Adjunct Professor Fikom Unpad, Prof. Dr. Alois Moosmüller, i.R. bersama beberapa peserta Festival Budaya Fikom Unpad, Sumedang, Kamis (26/6/2025) (Foto: Tim Divia Unpad TV))

Sumedang, Navigasi – Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Padjadjaran menggelar Festival Budaya pada Kamis (26/6). Berlokasi di lapangan basket Fikom sendiri, Festival Budaya digelar mahasiswa semester empat sebagai aplikasi dari mata kuliah Komunikasi Lintas Budaya.

Festival tersebut memamerkan berbagai macam kebudayaan yang berasal dari berbagai negara di dunia. Setiap negara memiliki booth masing-masing yang dihias sedemikian rupa untuk memamerkan ciri khas dari berbagai negara. Selain itu, makanan khas mancanegara juga dipamerkan di sana.

Rangkaian acara keseluruhan juga menampilkan pawai di mana peserta festival mengenakan pakaian khas dari berbagai negara. Menambah semarak festival, masing-masing negara juga menyiapkan penampilan spesial yang dipertontonkan kepada pengunjung.

Dosen pengampu mata kuliah Komunikasi Lintas Budaya, Prof. H. Deddy Mulyana, Drs., M.A., Ph.D., mengatakan Festival Budaya ini sebagai wadah pembelajaran bagi mahasiswa untuk meningkatkan empati dengan orang-orang dari kebudayaan yang berbeda. Dia menyebut empati merupakan salah satu syarat bagi mahasiswa melangkah ke ranah profesional.

“Lewat cara itu (Festival Budaya) mudah-mudahan empati antar budaya, toleransi itu menjadi meningkat. Dan, mereka menyadari pentingnya untuk menghargai budaya lain,” ujar Prof. Deddy.

Adjunct Professor Fikom Unpad, Prof. Dr. Alois Moosmüller, i.R. mengatakan penyelenggaraan Festival Budaya di bidang studi komunikasi merupakan ide yang sangat bagus. Hal tersebut dikarenakan komunikasi merupakan bidang studi yang banyak berkaitan dengan dunia luar.

“Ide yang sangat bagus memikirkan tentang kebudayaan lain lalu mencoba untuk memberikan gambarannya (pada masyarakat). Seperti apa bentuknya, bagaimana rasanya. Kemudian, bagaimana kalian mengatur serta mengkarakterisasi berbagai kebudayaan yang berbeda, (membuat) saya sangat kagum,” ujarnya dalam bahasa inggris.***

 

Penulis: Noor Fatimah Albirkah

Baca Lainnya

Komentar (0)