Hegarmanah | Diperbarui 18:00 WIB Cerah 22°C | Cerah

Program Pelatihan Peternak Sapi Perah Diluncurkan di Jabar, Dorong Produksi Susu Nasional

12 Feb 2026 | 3 menit baca
Program Pelatihan Peternak Sapi Perah Diluncurkan di Jabar, Dorong Produksi Susu Nasional
Kiri ke kanan: Wakil Rektor Unpad Prof. Rizky Abdulah, Aimee Pinkerton (USDEC), Rektor Unpad Prof. Arief S. Kartasasmita, Dustin Cox (NMDA), Prof. Popy Rufaidah, dan Prof. Rahmat Hidayat, di Gedung Rektorat Unpad, Rabu (10/12/2025). Foto: Dadan Triawan*

Upaya meningkatkan produksi dan kualitas susu nasional kembali diperkuat melalui peluncuran program United States–Indonesia Dairy Partnership (USIDP) Jawa Barat. Program ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kapasitas peternak sapi perah skala kecil dan menengah guna mendukung kebutuhan susu dalam negeri.

Peluncuran program tersebut dilakukan melalui kerja sama antara Universitas Padjadjaran dengan U.S. Dairy Export Council (USDEC) dan New Mexico Department of Agriculture (NMDA) dalam Seminar Internasional bertajuk Indonesian Dairy Farming Scale Up Strategy yang digelar di Bale Sawala, Gedung Rektorat Unpad Kampus Jatinangor, Rabu (10/12/2025).

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Unpad dengan USDEC dan NMDA untuk membentuk aliansi strategis dalam memperluas jangkauan program pelatihan USIDP bagi para peternak sapi perah.

Ketua Kelompok Ruminansia Perah Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Dr. Argi Argiris, menyampaikan bahwa peningkatan produksi susu nasional masih menghadapi tantangan, terutama terkait ketersediaan pakan berkualitas yang memengaruhi produktivitas ternak.

“Melalui kesempatan ini, kerja sama United States–Indonesia Dairy Partnership dapat menjadi wadah lahirnya peternak sapi perah yang kompeten. Mari kita jadikan program USIDP Jawa Barat ini menjadi titik tolak untuk membangun masa depan persusuan Indonesia yang lebih produktif dan maju,” ujar Argi mewakili Direktur Jenderal PKH Kementerian Pertanian, Dr. drh. Agung Suganda, M.Si., Rabu (10/12/2025).

Rektor Unpad, Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, mengatakan kerja sama tersebut menjadi kerangka formal untuk memperkuat kolaborasi dalam bidang pendidikan, riset akademik, peningkatan kapasitas teknis, serta pemberdayaan masyarakat di sektor peternakan. Menurutnya, kemitraan dengan USDEC dan NMDA juga membuka peluang transfer pengetahuan serta praktik terbaik dalam pengembangan industri persusuan.

“Unpad meyakini bahwa perubahan yang dibangun melalui kerja sama ini akan menjadi fondasi penting bagi peningkatan hasil pembangunan nasional maupun regional. Kemitraan dengan USDEC dan NMDA memiliki nilai strategis, khususnya dalam memfasilitasi transfer pengetahuan ilmiah global dan praktik terbaik serta mendorong modernisasi sistem produksi dan tata niaga,” jelasnya.

Perwakilan USDEC, Aimee Pinkerton, menyampaikan bahwa keterlibatan organisasinya dalam program USIDP merupakan bagian dari komitmen untuk mendukung peningkatan akses gizi masyarakat Indonesia melalui konsumsi susu, terutama bagi anak-anak.

“USDEC memutuskan untuk berkolaborasi dengan Unpad sebagai universitas yang kami yakini mampu mengembangkan dan menyebarkan pengetahuan kembali kepada para pelaku usaha. Unpad menjadi mitra strategis US Dairy dalam upaya memberikan manfaat nyata bagi industri persusuan di Indonesia,” ujarnya.

Seminar tersebut juga menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi, pemerintah, dan pelaku industri persusuan. Diskusi membahas berbagai tantangan pengembangan sektor sapi perah di Indonesia, termasuk strategi peningkatan produktivitas peternak, penguatan kemitraan industri, serta pengembangan sistem agribisnis yang berkelanjutan.

Melalui program pelatihan dan kolaborasi lintas negara ini, Unpad berharap peningkatan kapasitas peternak dapat mendorong produksi susu dalam negeri sekaligus memperkuat ketahanan gizi masyarakat.

 

(Nugraha)

Baca Lainnya

Komentar (0)