Hegarmanah | Diperbarui 05:00 WIB Berawan 18°C | Berawan

Resmi Dibuka, Rakernas MDGB PTNBH 2026 di Unpad Wujudkan Masa Depan Pendidikan Tinggi

21 Jun 2026 | 3 menit baca
Resmi Dibuka, Rakernas MDGB PTNBH 2026 di Unpad Wujudkan Masa Depan Pendidikan Tinggi
Sesi foto bersama pada saat peresmian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) MDGB PTNBH 2026 di Gedung Graha Sanusi Hardjadinata, Kampus Unpad Dipati Ukur, Bandung, pada Kamis (18/6/2026). (Foto: Tim Divia Unpad TV)

Bandung, Navigasi - Pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Majelis Dewan Guru Besar Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (MDBG PTNBH) 2026 resmi dibuka. Forum nasional ini digelar sebagai bentuk respons nyata institusi pendidikan tinggi yang kini dituntut hanya fokus pada bidang akademik, melainkan juga harus mampu menjadi agen perubahan di garda terdepan. 

 

Dalam agenda besar kali ini, Universitas Padjadjaran mendapat kehormatan memfasilitasi jalannya penyelenggaraan. Rangkaian kegiatan berlangsung mulai Kamis (18/6) hingga Sabtu (20/6) di Graha Sanusi Hardjadinata, Kampus Unpad Dipati Ukur, Bandung, dengan mempertemukan delegasi guru besar dari 24 PTNBH se-Indonesia.

 

Pertemuan tahunan tersebut mengusung tema “Kampus Sehat: Membangun Ketahanan Fisik, Mental, Sosial dan Ekologis Menuju Masa Depan Berkelanjutan”. Melalui ruang dialog ini, para guru besar akan membedah pengembangan keilmuan dan akademik, tata kelola sumber daya, hingga norma serta integritas moral di lingkungan akademik. 

 

Ketua Dewan Profesor Unpad, Prof. Dr. Drs. Atwar Bajari, M.Si., menyambut baik amanah yang diberikan kepada lembaganya. Ia menjelaskan bahwa fokus utama dalam pertemuan tahun ini adalah membahas standardisasi kampus sehat, di mana layanan kesehatan, kenyamanan, dan kebahagiaan tidak hanya ditargetkan bagi mahasiswa, melainkan juga harus dirasakan oleh para dosen serta tenaga kependidikan.

 

​"Harapan itu saya kira seiring dengan harapan SDGs yang sudah digariskan bahwa kehidupan kita harus semakin baik, kesehatan kita semakin meningkat, dan kita memenuhi well-being yang kita harapkan," ujar Prof. Atwar.

 

Di sisi lain, Ketua MDGB PTNBH yang juga Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof. Ir. Mindriany Syafila, M.S., Ph.D., memaparkan bahwa agenda nasional ini rutin digelar minimal dua kali dalam setahun untuk mengurai isu-isu pendidikan yang sedang berkembang di kementerian. Pertemuan kali ini diarahkan menjadi wadah pemecahan masalah bersama lintas instansi, terutama dalam menentukan arah kebijakan pendidikan nasional.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua MDGB PTNBH sekaligus Guru Besar Universitas Sumatera Utara (USU), Prof. Dr. Ir. Rosmayati, MS., menyoroti salah satu persoalan hangat yaitu mengenai fenomena penutupan 122 program studi di Indonesia. Menurutnya, persoalan utama dari penutupan tersebut sangat berkaitan erat dengan kesiapan daya serap pasar kerja bagi para lulusan.

 

​"Itu masalahnya terkait dengan ketersediaan tenaga kerja, atau, ketertampungan tenaga kerja sesuai dengan potensi dari alumni itu," tutur Prof. Rosmayati.

 

​Merespons tantangan itu, Prof. Syafila kembali menegaskan pentingnya forum ini agar setiap universitas tidak merasa menjadi yang terbaik tanpa melihat perspektif institusi lain. Melalui ruang ini, setiap kampus diharapkan bisa saling mengevaluasi diri demi menemukan formula terbaik.

 

​"Jadi diharapkan di sini justru satu forum di mana kita bisa saling berbagi dengan apa yang terjadi, lalu nanti memikirkan apa yang terbaik untuk perguruan tinggi masing-masing," pungkas Prof. Syafila.

 

​Sebagai pembuka agenda di hari pertama, panitia menghadirkan kuliah bestari yang dipaparkan oleh Dekan Fakultas Kedokteran Unpad, Prof. Dr. dr. Vitriana, Sp.KFR., bersama Guru Besar Fakultas Psikologi Unpad, Prof. Dr. Anissa Lestari Kadiyono, M.Psi. Upacara pembukaan tersebut juga dimeriahkan oleh pementasan seni tradisi dari grup Kecapi Suling Guru Besar Unpad. ​Rangkaian aktivitas ini dijadwalkan terus berjalan dengan agenda keynote speech, rapat komisi, serta sidang pleno yang ditargetkan melahirkan rekomendasi resmi guna mewujudkan ekosistem lingkungan belajar yang sehat dan berkelanjutan.

 

Penulis: Debora Christiani Dohona

Baca Lainnya

Komentar (0)