Hegarmanah | Diperbarui 17:00 WIB Hujan Petir 21°C | Hujan Petir

Dari Koleksi ke Aksesoris, Blind Box Jadi Tren OOTD Anak Muda

Foto Debora Christiani Dohona
Debora Christiani Dohona
04 Jul 2026 • 3 menit baca
Dari Koleksi ke Aksesoris, Blind Box Jadi Tren OOTD Anak Muda
Foto Beberapa koleksi action figure Hirono. (Sumber: Tiktok @hironhyo)

Antusiasme terhadap blind box tetap diminati dalam beberapa waktu terakhir. Tak sedikit penggemar rela menunggu berjam-jam demi mendapatkan kesempatan membeli karakter incaran seperti Labubu, Crybaby, Dimoo, Skullpanda, Molly, Hirono, hingga Pucky. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa blind box kini tidak lagi dipandang sebagai sekadar mainan koleksi, melainkan telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup anak muda yang dipengaruhi tren media sosial dan budaya populer.

Blind box merupakan produk figur koleksi yang dikemas dalam kotak tertutup sehingga pembeli tidak mengetahui karakter yang akan diperoleh hingga kemasan dibuka. Dalam satu seri biasanya tersedia beberapa karakter reguler dan satu atau lebih karakter langka (secret edition) yang diproduksi dalam jumlah lebih terbatas. Konsep pembelian secara acak tersebut menghadirkan sensasi kejutan yang membuat pengalaman membeli berbeda dibandingkan produk koleksi pada umumnya. Bagi sebagian kolektor, momen membuka kotak menjadi bagian yang paling dinantikan karena memberikan rasa penasaran terhadap karakter yang akan diperoleh.

Popularitas blind box semakin meningkat seiring maraknya konten unboxing di berbagai platform media sosial seperti TikTok, Instagram, dan YouTube. Video yang menampilkan reaksi pembeli saat membuka kotak, memperoleh karakter langka, atau berhasil melengkapi satu seri koleksi terus menarik perhatian pengguna media sosial. Tidak sedikit kreator konten yang membagikan pengalaman mereka berburu blind box, mulai dari mengantre di gerai resmi hingga bertukar karakter dengan sesama kolektor. Unggahan tersebut kemudian mendorong semakin banyak orang untuk ikut mencoba pengalaman serupa.

Fenomena itu juga berkaitan dengan fear of missing out atau FOMO, yaitu kondisi ketika seseorang merasa khawatir tertinggal tren, pengalaman, atau barang yang sedang ramai diminati banyak orang. Dalam tren blind box, FOMO muncul ketika pengguna media sosial melihat orang lain berhasil mendapatkan karakter tertentu atau memamerkan koleksi edisi terbaru. Dorongan untuk tidak tertinggal dari tren tersebut membuat banyak orang ikut berburu seri yang sedang populer, terutama ketika jumlah produk terbatas atau terdapat karakter rahasia yang sulit ditemukan.

 Fungsi blind box kini turut mengalami pergeseran. Jika sebelumnya figur koleksi identik dipajang di rak atau lemari koleksi, kini berbagai karakter justru lebih sering terlihat menggantung pada tas sebagai plush bag charm atau gantungan tas. Kehadirannya menjadi pelengkap outfit of the day (OOTD) dan bagian dari gaya berpakaian anak muda. Berbagai unggahan OOTD di media sosial memperlihatkan bagaimana karakter seperti Labubu dan Crybaby dipadukan dengan tas, pakaian, maupun aksesori lainnya sehingga menciptakan identitas fesyen yang khas.

Perubahan tersebut membuat blind box tidak hanya diminati oleh kolektor mainan, tetapi juga oleh masyarakat yang mengikuti perkembangan tren fesyen. Karakter yang awalnya dikenal sebagai figur pajangan kini menjadi aksesori yang melengkapi penampilan sehari-hari. Kehadirannya di kampus, pusat perbelanjaan, konser, hingga kafe memperlihatkan bagaimana budaya koleksi mulai berbaur dengan gaya hidup dan ekspresi personal anak muda.

Meningkatnya antusiasme masyarakat juga mendorong pertumbuhan industri mainan koleksi. Berbagai merek terus menghadirkan seri baru dengan desain karakter yang beragam, membuka gerai resmi Pop Mart saat peluncuran seri terbaru blind box dalam beberapa waktu terakhir, serta memperluas penjualan melalui platform digital. Bahkan, sejumlah perusahaan ritel mulai menghadirkan produk blind box sebagai bagian dari strategi menarik minat konsumen. Kehadiran karakter edisi terbatas dan kolaborasi dengan berbagai waralaba populer turut membuat tren ini terus berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas. ***

Berita Lainnya

Sudahkan Aturan Perlindungan Sisa Kuota Melindungi Dompet?

Sudahkan Aturan Perlindungan Sisa Kuota Melindungi Dompet?

Lifestyle
Dislike 0 0 Komentar | 05 Oktober 2026
Kupas Manfaat Puasa secara Medis Bersama Pakar Keperawatan Unpad

Kupas Manfaat Puasa secara Medis Bersama Pakar Keperawatan Unpad

Pendidikan
Dislike 0 0 Komentar | 28 September 2026
Di Balik Penyalahgunaan Kekuasaan, Meninjau dari Perspektif Psikologi bersama Prof. Jainal Abidin

Di Balik Penyalahgunaan Kekuasaan, Meninjau dari Perspektif Psikologi bersama Prof. Jainal Abidin

Pendidikan
Dislike 0 0 Komentar | 23 September 2026
Orasi Ilmiah Kembali Digelar Pada Dies Natalis Unpad Ke-69, Kolaborasi Dengan Brin Menjadi Sorotan

Orasi Ilmiah Kembali Digelar Pada Dies Natalis Unpad Ke-69, Kolaborasi Dengan Brin Menjadi Sorotan

Pendidikan
Dislike 0 0 Komentar | 14 September 2026
Awas Charger KW dan Ini Tips Menghindarinya

Awas Charger KW dan Ini Tips Menghindarinya

Lifestyle
Dislike 0 0 Komentar | 09 September 2026
Tren “Obat Penurun Berat Badan” Ozempic, Mendalami Bahaya Kesehatan Di Baliknya

Tren “Obat Penurun Berat Badan” Ozempic, Mendalami Bahaya Kesehatan Di Baliknya

Lifestyle
Dislike 0 0 Komentar | 07 September 2026

Rekomendasi Untuk Anda

Lifestyle

Sudahkan Aturan Perlindungan Sisa Kuota Melindungi Dompet?

0 0 0 Komentar | 05 Oktober 2026
Pendidikan

Kupas Manfaat Puasa secara Medis Bersama Pakar Keperawatan Unpad

0 0 0 Komentar | 28 September 2026
Pendidikan

Di Balik Penyalahgunaan Kekuasaan, Meninjau dari Perspektif Psikologi bersama Prof. Jainal Abidin

0 0 0 Komentar | 23 September 2026
Pendidikan

Orasi Ilmiah Kembali Digelar Pada Dies Natalis Unpad Ke-69, Kolaborasi Dengan Brin Menjadi Sorotan

0 0 0 Komentar | 14 September 2026
Lifestyle

Awas Charger KW dan Ini Tips Menghindarinya

1 0 0 Komentar | 09 September 2026
Lifestyle

Tren “Obat Penurun Berat Badan” Ozempic, Mendalami Bahaya Kesehatan Di Baliknya

1 0 0 Komentar | 07 September 2026
Pendidikan

Bedah Kebijakan Luar Negeri Prabowo Bersama Akademisi Unpad, Prof. Dr. Arifin Sudirman

0 0 0 Komentar | 04 September 2026
Pendidikan

Internet Pengaruhi Modal Sosial dan Tranformasi Sosial di Indonesia: Studi Empiris Prof. Dr. Bayu Kharisma

0 0 0 Komentar | 02 September 2026
Pendidikan

Gigi Sebagai “KTP Biologis” Manusia

0 0 0 Komentar | 02 September 2026
Lifestyle

Kawasan Pendidikan Jatinangor: Antara Truk dan Mahasiswa

0 0 0 Komentar | 31 Agustus 2026
Lifestyle

Piknik Bebas Plastik, Satu Hari Tanpa Sekali Pakai di Taman Panatayuda

0 0 0 Komentar | 30 Agustus 2026
Pendidikan

PMBV 2026 #Elevate3.0: Meraki untuk Merasa, Bersama untuk Berdaya

0 0 0 Komentar | 24 Agustus 2026
Lifestyle

Bukan Sekedar Boneka Anime: Mengenal Ragam Bentuk dan Lini Merchandise Nuigurumi

0 0 0 Komentar | 24 Agustus 2026
Lifestyle

Lebih dari Sekadar Fandom: NCTzen Humanity dan Solidaritas untuk Korban Bencana

0 0 0 Komentar | 22 Agustus 2026
Lifestyle

Esensi Banner Skripsi dan kelulusan: Bentuk budaya populer dikalangan mahasiswa

0 0 0 Komentar | 22 Agustus 2026
Event

PKKMB Fikom Unpad 2026 Resmi Dimulai, Asrayaloka Jadi Ruang Awal Mahasiswa Baru Mengenal Fikom

0 0 0 Komentar | 18 Agustus 2026
Event

Beragam UKM Unpad Hiasi Rangkaian Prabu 2026

0 0 0 Komentar | 11 Agustus 2026
Event

Hari Kedua Prabu 2026, Mahasiswa Baru Ikuti Talkshow, Parade, Hingga Student Festival

0 0 0 Komentar | 11 Agustus 2026
Event

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Hadiri PKKMB Unpad 2026, Soroti Akses Pendidikan Mahasiswa

0 0 0 Komentar | 10 Agustus 2026
Event

12.982 Mahasiswa Baru Mulai Langkah Pertama di PKKMB Unpad 2026

0 0 0 Komentar | 10 Agustus 2026
Event

12.982 Mahasiswa Baru Mulai Langkah Pertama di PKKMB Unpad 2026

0 0 0 Komentar | 10 Agustus 2026
Pendidikan

Hari Pertama PAMUKA 2026, Mahasiswa Baru Kenali Layanan dan Kehidupan Kampus

0 0 0 Komentar | 03 Agustus 2026
Lifestyle

Ketika Makeup Menjadi Bahasa Ekspresi Generasi Muda

0 0 0 Komentar | 02 Agustus 2026
Budaya

Meracik Inovasi: Minuman Tradisional Beradaptasi di Tengah Tren Kekinian

0 0 0 Komentar | 26 Juli 2026
Lifestyle

Membedah Stereotype "Cegil" Terhadap Film Obsession

1 0 0 Komentar | 24 Juli 2026
Lifestyle

Trend Olah Raga lari yang Bergeser Jadi Trend Adu Busana

0 0 0 Komentar | 24 Juli 2026
Lifestyle

Mengelola Cortisol, Mengelola Stres: Cara Ilmiah Mahasiswa Cegah Burnout

0 0 0 Komentar | 24 Juli 2026

Komentar (0)